Laman

Kamis, 25 Juli 2013

Kesedihan Hanya Titipan Allah

Semua kesedihan itu manusiawi...
akan tetapi tahukah? bahwa rasa ini pun Allah yang Bagi...
maka bersyukurlah dengan adanya Kasih Sayang yang Allah titipkan..
dan segala titipan ini...berhak diambil oleh "yang Punya"...

Ketika air mata bergerumul hanya dalam hati….
Membasahi setiap denting –denting doa….
Ketika itu pula semua akan jatuh dan bermakna

untuk HATI yang sedang duka :

"Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
(QS. Al Baqarah [2] : 155)

Hadits Qudsi : "Dan bila setiap kalian menyerahkan segala kegundahan hanya kepada KU maka niscaya AKU turun tangan" ( Al Qayum)

"Ketika hatimu gundah dan risau perbanyaklah istiqfar, karena syetan akan mudah merasuki hati orang2 Ɣªήg merasa gundah dan risau."(HR- Attabrani)

Ketika kesedihan mencapai puncaknya saat itulah kemudahan. Ketika musibah menyesakan tenggorokan saat itulah datang kemudahan (Ali bin Abi Thalib)

Saat itu beristighfarlah :
Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampunan Nya) niscaya Allah akan menjadikan utk setiap kesedihannya jalan keluar dan setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah mengaruniakan rezeki dari arah yg tiada disangka sangka.( HR Ahmad)

Allah menguji karena Allah Maha Mengasihi, dan mau yang terbaik bagi KITA..
Berprasangka baiklah KITA pada Allah

La tahzan.... Innalaha ma anna

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dahsyatnya Hijrah

Dahsyatnya Hijrah

Dari Amirul mu'minin �Umar bin Al-khaththab radhiallahu �anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda: "Bahwasanya semua amal perbuatan itu tergantung kepada niat yang mendorongnya, dan bahwasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehnya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnya pun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu." (Muttafaq 'alaih -disepakati atas keshahihannya hadits ini karena diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Ketentuan itu tidak mengenai kewajiban berhijrah saja, namun menjangkau semua amal ibadah seseorang, sebagaimana diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa, dan setelah melengkapi korbannya menjadi seratus orang, ia bertanya kepada seorang yang �alim tentang jalannya bertaubat. Orang �Alim tersebut memberi petunjuk agar dia meninggalkan negerinya yang banyak maksiatnya dan berhijrah ke tempat lain yang lebih baik untuk melakukan ibadah kepada Allah. Tatkala si pembunuh itu meninggalkan negerinya untuk berhijrah, ia menemui ajalnya di dalam perjalanan sebelum mencapai tempat tujuan. Bertengkarlah tentang nasib orang ini antara Malaikat-rahmah dan Malaikat-azab. Yang satu berkata bahwa ia belum mencapai tempat taubatnya. Lalu keduanya diperintahkan Allah untuk mengukur ke tempat mana ia lebih dekat. Kemudian dengan pertolongan Allah yang mendekatkan tanah tujuannya, kedua Malaikat itu menemukan bahwa laki-laki ini lebih dekat kepada tempat tujuannya, yaitu sejengkal daripada tanah yang  ditinggalkannya, dengan demikian ia dibawa oleh Malaikat-Rahmah

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 24 Juli 2013

Do'aku di Ramadhan Hari Keenam Belas

Ya Allah  Ya Ghofurrurrahiim Lagi Penyayang , Ya Robb jadikanlah ibadah sholat kami, menjadikan malaikat rohmat , Arsy, dan kursy akan membaca shalawat kepada kami..pada malam ini menjadi asbab bagi kami Engkau tuliskan bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga Mu

Do'aku di Ramadhan Hari Keenam Belas

َللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah.. Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmatMu hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhananMu Wahai Tuhan Seru Sekalian Alam.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 23 Juli 2013

Do'aku di Ramadhan Hari Kelima Belas

Ya Allah  Ya Ghofurrurrahiim Lagi Penyayang , Ya Robb jadikanlah ibadah sholat kami, pada malam ini menjadi asbab bagi kami Engkau tuliskan bebas dari neraka dan masuk ke dalam surga Mu

Do'aku di Ramadhan Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah.. Berilah aku rezeki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu', dan lapangkanlah dadaku dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamananMu, Wahai Keamanan Untuk Orang-Orang Yang Takut.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 22 Juli 2013

Do'aku di Ramadhan Hari Keempat Belas

Ya Allah Ya Ghafururrahiim Lagi Penyayang, jadikan ibadah sholat kami yg disaksikan oleh malaikat Mu menjadi asbab dgn itu  allah dengan rohman rohimnya tidak akan menghisab kami pada hari kiamat nanti.

Do'aku di  Ramadhan Hari Keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah.. Janganlah Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala dan malapetaka dengan kemuliaanMu, Wahai Kemuliaan Kaum Muslimin.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 21 Juli 2013

Bilal : Aku Tidak Akan Mengumandangkan Adzan Lagi !!!

Pada waktu dhuha di hari Senin 12 Rabi�ul Awal 11 H (hari wafatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam) masuklah putri beliau Fathimah radhiyallahu anha ke dalam kamar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, lalu dia menangis saat masuk kamar Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam. Dia menangis karena biasanya setiap kali dia masuk menemui Rasullullah Shalallahu �Alaihi Wassalam, beliau berdiri dan menciumnya di antara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam bersabda kepadanya: �Mendekatlah kemari wahai Fathimah.� Beliaupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis. Kemudian beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya:� Mendekatlah kemari wahai Fathimah.� Beliaupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka diapun tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam, mereka bertanya kepada Fathimah : �Apa yg telah dibisikkan oleh Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam kepadamu sehingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?� Fathimah  berkata: �Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: �Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini.� Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku:� Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yg pertama kali akan bertemu denganku.� Maka akupun tertawa.

Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam memanggil Hasan dan Husain, beliau mencium keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ulang wasiat itu.

Lalu rasa sakitpun terasa semakin berat, maka beliau bersabda:� Keluarkanlah siapa saja dari rumahku.� Beliau bersabda:� Mendekatlah kepadaku wahai �Aisyah!� Beliaupun tidur di dada istri beliau �Aisyah radhiyallahu anha. �Aisyah berkata:� Beliau mengangkat tangan beliau seraya bersabda:� Bahkan Ar-Rafiqul A�la bahkan Ar-Rafiqul A�la.� Maka diketahuilah bahwa disela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A�la.

Masuklah malaikat Jibril alaihis salam menemui Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam seraya berkata:� Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.� Maka beliau berkata kepadanya:� Izinkan untuknya wahai Jibril.� Masuklah malaikat Maut seraya berkata:� Assalamu�alaika wahai Rasulullah. Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.� Maka Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam bersabda:� Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A�la (Teman yang tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A�la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu :para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya.�

�Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo�a:

�Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a�la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a�la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a�la.� Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:� Wahai roh yang bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka.�

Sayyidah �Aisyah berkata:�Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.� Dia berkata:�Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan:� Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.� Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu terduduk karena beratnya kabar tersebut, �Ustman bin Affan radhiyallahu anhu seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu berkata:� Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa alaihis salam pergi untuk menemui Rabb-Nya.� Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar radhiyallahu anhu, dia masuk kepada Rasulullah Shalallahu �Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:�Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.� Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu �Alaihi Wassalam dan berkata : �Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.�

Keluarlah Abu Bakar menemui manusia dan berkata:� Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.� Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.�

Inna lillahi wainna ilaihi raji�un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yang paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu �Alaihi Wassalam.

Langit Madinah kala itu mendung. Bukan mendung biasa, tetapi mendung yang kental dengan kesuraman dan kesedihan. Seluruh manusia bersedih, burung-burung enggan berkicau, daun dan mayang kurma enggan melambai, angin enggan berhembus, bahkan matahari enggan nampak. Seakan-akan seluruh alam menangis, kehilangan sosok manusia yang diutus sebagai rahmat sekalian alam. Di salah satu sudut Masjid Nabawi, sesosok pria yang legam kulitnya menangis tanpa bisa menahan tangisnya.

Waktu shalat telah tiba.

Bilal bin Rabah, pria legam itu, beranjak menunaikan tugasnya yang biasa: mengumandangkan adzan.

�Allahu Akbar, Allahu Akbar��

Suara beningnya yang indah nan lantang terdengar di seantero Madinah. Penduduk Madinah beranjak menuju masjid. Masih dalam kesedihan, sadar bahwa pria yang selama ini mengimami mereka tak akan pernah muncul lagi dari biliknya di sisi masjid.

�Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha ilallah�.�

Suara bening itu kini bergetar. Penduduk Madinah bertanya-tanya, ada apa gerangan. Jamaah yang sudah berkumpul di masjid melihat tangan pria legam itu bergetar tak beraturan.

�Asy�hadu.. an..na.. M..Mu..mu..hammmad��

Suara bening itu tak lagi terdengar jelas. Kini tak hanya tangan Bilal yang bergetar hebat, seluruh tubuhnya gemetar tak beraturan, seakan-akan ia tak sanggup berdiri dan bisa roboh kapanpun juga. Wajahnya sembab. Air matanya mengalir deras, tidak terkontrol. Air matanya membasahi seluruh kelopak, pipi, dagu, hingga jenggot. Tanah tempat ia berdiri kini dipenuhi oleh bercak-bercak bekas air matanya yang jatuh ke bumi. Seperti tanah yang habis di siram rintik-rintik air hujan.

Ia mencoba mengulang kalimat adzannya yang terputus. Salah satu kalimat dari dua kalimat syahadat. Kalimat persaksian bahwa Muhammad bin Abdullah adalah Rasul ALLAH.

�Asy�ha..du. .annna��

Kali ini ia tak bisa meneruskan lebih jauh.

Tubuhnya mulai limbung.

Sahabat yang tanggap menghampirinya, memeluknya dan meneruskan adzan yang terpotong.

Saat itu tak hanya Bilal yang menangis, tapi seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Nabawi, bahkan yang tidak berada di masjid ikut menangis. Mereka semua merasakan kepedihan ditinggal Kekasih ALLAH untuk selama-lamanya. Semua menangis, tapi tidak seperti Bilal.

Tangis Bilal lebih deras dari semua penduduk Madinah. Tak ada yang tahu persis kenapa Bilal seperti itu, tapi Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu tahu.

Ia pun membebastugaskan Bilal dari tugas mengumandangkan adzan. Saat mengumandangkan adzan, tiba-tiba kenangannya bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkelabat tanpa ia bisa membendungnya. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memuliakannya di saat ia selalu terhina, hanya karena ia budak dari Afrika. Ia teringat bagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjodohkannya. Saat itu Rasulullah meyakinkan keluarga mempelai wanita dengan berkata, �Bilal adalah pasangan dari surga, nikahkanlah saudari perempuanmu dengannya�.

Pria legam itu terenyuh mendengar sanjungan Sang Nabi akan dirinya, seorang pria berkulit hitam, tidak tampan, dan mantan budak.

Kenangan-kenangan akan sikap Rasul yang begitu lembut pada dirinya berkejar-kejaran saat ia mengumandangkan adzan. Ingatan akan sabda Rasul, �Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat.� lalu ia pun beranjak adzan, muncul begitu saja tanpa ia bisa dibendung.

Kini tak ada lagi suara lembut yang meminta istirahat dengan shalat. Bilal pun teringat bahwa ia biasanya pergi menuju bilik Nabi yang berdampingan dengan Masjid Nabawi setiap mendekati waktu shalat. Di depan pintu bilik Rasul, Bilal berkata, �Saatnya untuk shalat, saatnya untuk meraih kemenangan. Wahai Rasulullah, saatnya untuk shalat.�

Kini tak ada lagi pria mulia di balik bilik itu yang akan keluar dengan wajah yang ramah dan penuh rasa terima kasih karena sudah diingatkan akan waktu shalat. Bilal teringat, saat shalat �Ied dan shalat Istisqa� ia selalu berjalan di depan. Rasulullah dengan tombak di tangan menuju tempat diselenggarakan shalat. Salah satu dari tiga tombak pemberian Raja Habasyah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Satu diberikan Rasul kepada Umar bin Khattab, satu untuk dirinya sendiri, dan satu ia berikan kepada Bilal. Kini hanya tombak itu saja yang masih ada, tanpa diiringi pria mulia yang memberikannya tombak tersebut. Hati Bilal makin perih. Seluruh kenangan itu bertumpuk-tumpuk, membuncah bercampur dengan rasa rindu dan cinta yang sangat pada diri Bilal. Bilal sudah tidak tahan lagi. Ia tidak sanggup lagi untuk mengumandangkan adzan.

Abu Bakar tahu akan perasaan Bilal. Saat Bilal meminta izin untuk tidak mengumandankan adzan lagi, beliau mengizinkannya. Saat Bilal meminta izin untuk meninggalkan Madinah, Abu Bakar kembali mengizinkan. Bagi Bilal, setiap sudut kota Madinah akan selalu membangkitkan kenangan akan Rasul, dan itu akan semakin membuat dirinya merana karena rindu. Ia memutuskan meninggalkan kota itu. Ia pergi ke Damaskus bergabung dengan mujahidin di sana. Madinah semakin berduka. Setelah ditinggal al-Musthafa, kini mereka ditinggal pria legam mantan budak tetapi memiliki hati secemerlang cermin.

Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, �Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.�

Abu Bakar menjawab, �Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.�

Bilal menyahut, �Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Shalallahu �alaihi wasallam wafat.�

Abu Bakar menjawab, �Baiklah, aku mengabulkannya.� Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus. Bilal benar-benar tidak mau mengumandangkan adzan hingga kedatangan Umar ibnul Khaththab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal Radhiallahu �anhu setelah terpisah cukup lama.

Jazirah Arab kembali berduka. Kini sahabat terdekat Muhammad shalallahu alaihi wasallam, khalifah pertama, menyusulnya ke pangkuan Ilahi. Pria yang bergelar Al-Furqan menjadi penggantinya. Umat Muslim menaruh harapan yang besar kepadanya. Umar bin Khattab berangkat ke Damaskus, Syria. Tujuannya hanya satu, menemui Bilal dan membujuknya untuk mengumandangkan adzan kembali. Setelah dua tahun yang melelahkan; berperang melawan pembangkang zakat, berperang dengan mereka yang mengaku Nabi, dan berupaya menjaga keutuhan umat; Umar berupaya menyatukan umat dan menyemangati mereka yang mulai lelah akan pertikaian. Umar berupaya mengumpulkan semua muslim ke masjid untuk bersama-sama merengkuh kekuatan dari Yang Maha Kuat. Sekaligus kembali menguatkan cinta mereka kepada Rasul-Nya.

Umar membujuk Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Bilal menolak, tetapi bukan Umar namanya jika khalifah kedua tersebut mudah menyerah. Ia kembali membujuk dan membujuk.

�Hanya sekali�, bujuk Umar. �Ini semua untuk umat. Umat yang dicintai Muhammad, umat yang dipanggil Muhammad saat sakaratul mautnya. Begitu besar cintamu kepada Muhammad, maka tidakkah engkau cinta pada umat yang dicintai Muhammad?� Bilal tersentuh. Ia menyetujui untuk kembali mengumandangkan adzan. Hanya sekali, saat waktu Subuh..

Hari saat Bilal akan mengumandangkan adzan pun tiba.

Berita tersebut sudah tersiar ke seantero negeri. Ratusan hingga ribuan kaum muslimin memadati masjid demi mendengar kembali suara bening yang legendaris itu.

�Allahu Akbar, Allahu Akbar��

�Asyhadu anla ilaha illallah, Asyhadu anla ilaha illallah��

�Asyhadu anna Muhammadarrasulullah��


Sampai di sini Bilal berhasil menguatkan dirinya. Kumandang adzan kali itu beresonansi dengan kerinduan Bilal akan Sang Rasul, menghasilkan senandung yang indah lebih indah dari karya maestro komposer ternama masa modern mana pun jua. Kumandang adzan itu begitu menyentuh hati, merasuk ke dalam jiwa, dan membetot urat kerinduan akan Sang Rasul. Seluruh yang hadir dan mendengarnya menangis secara spontan.

�Asyhadu anna Muhammadarrasulullah��

Kini getaran resonansinya semakin kuat. Menghanyutkan Bilal dan para jamaah di kolam rindu yang tak berujung. Tangis rindu semakin menjadi-jadi. Bumi Arab kala itu kembali basah akan air mata.

�Hayya �alash-shalah, hayya �alash-shalah��

Tak ada yang tak mendengar seruan itu kecuali ia berangkat menuju masjid.

�Hayya `alal-falah, hayya `alal-falah��

Seruan akan kebangkitan dan harapan berkumandang. Optimisme dan harapan kaum muslimin meningkat dan membuncah.

�Allahu Akbar, Allahu Akbar��

Allah-lah yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha Berkehendak. Masihkah kau takut kepada selain-Nya? Masihkah kau berani menenetang perintah-Nya?

�La ilaha illallah��

Tiada tuhan selain ALLAH. Jika engkau menuhankan Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat. ALLAH Maha Hidup dan tak akan pernah mati

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Do'aku di Ramadhan Hari Ketiga Belas

Ya Allah Ya Ghofururrahiim Maha Pengampun Lagi Penyayang, jadikan ibadah shalat tarawih kami nanti di hari kiamat menjadi asbab diselamatkan dari setiap kejelekan .

Do'aku di Ramadhan Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah.. Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuanMu, Wahai Dambaan Orang-Orang Miskin.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

KEUTAMAAN DZIKIR KETIKA KELUAR RUMAH

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: "بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ" قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

"Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu 'alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: "(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta'ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)", sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta'ala)?"[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang mengucapkan zikir ini ketika keluar rumah, dan bahwa ini merupakan sebab dia diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga oleh Allah Ta'ala[2].

Catatan :
[1] HR Abu Dawud (no. 5095), at-Tirmidzi (no. 3426) dan Ibnu Hibban (no. 822), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban

[2] Lihat keterangan imam Ibnu Hibban dalam kitab "Shahih Ibnu Hibban" (3/104).

Semoga kita semua termasuk orang-orang yg senantiasa diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga oleh Allah Ta'ala

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 20 Juli 2013

Doaku di Ramadhan Hari Kedua Belas

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ya Allah dgn ampunan serta rahmat Mu jadikanlah ibadah sholat tarawih kami, menjadikan wajah kami di hari kiamat bercahaya  laksana bulan purnama Ya Ghofururrahiim.

Do'aku di  Ramadhan Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah.. Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaanMu, Wahai Penjaga Orang-Orang Yang Takut.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Detik-detik Terakhir wafatnya Ummul Mukminin Khadijjah R.ha

Di riwayatkan ketika Sayyidah Khadijah as sakit menjelang ajalnya, khadijah berbicara kepada rasul saw: "Aku memohon maaf kepadamu ya Rasulullah kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu....." Rasul menjawab: �Jauh dari itu ya Khadijah, engkau telah mendukung da'wah Islam�. Kemudian Khadijah memanggil  Fatimah Zahra R.ha dan berbisik: "Zahra putriku, aku yakin ajalku segera tiba, dan yang kutakutkan adalah siksaan kubur. Zahra, tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri agar beliau mau memberikan sorbannya sehari-hari yang biasa untuk menerima wahyu agar di gunakan utk jadi kafanku...." Rasul mendengar dan berkata: "Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu wahai Khadijah, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga....".
Tiba2 turun jibril dari langit membawa 5 kain kafan dari langit. Rasul saw bertanya: untuk siapa kafan ini ya jibril??" Jibril menjawab: kafan ini untuk Khadijah, engkau ya Rasulullah, utk Fatimah, untuk 'Ali dan yang ke 5 utk Hasan...." Jibril berhenti dan menangis. Rasul saw: kenapa ya Jibril? Jibril berkata: ".....karena cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan di bantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan......"

Nabi bersabda di dekat jasad Sayidah Khadijah R,ha
" Oh, khadijahku sayang demi Allah....Aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu luar biasa kpd Islam dan diriku. Allah maha mengetahui akan semua amalanmu,semua hartamu kau hibahkan untuk islam, semua kaum muslim ikut menikmatinya, semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini darimu , dan permohonan terakhirmu padaku hanyalah sebuah SORBAN....?�

Ya Allah ya ilahi Robbi Limpahkanlah rahmatmu kepada Khadijahku yang selalu membantuku dalam menegakkan islam, mempercayaiku pada saat orang lain mendustakanku..., mendukungku pada saat orang lain menentangku..... Menyenangkanku pada saat orang lain meyusahkanku..., Menentramkanku pada saat orang lain membuat aku gelisah Oh Khadijahku sayang.... Kau meninggalkanku sendirian dalam perjuangan ini siapa lagi yang akan membantuku kini... Tiba-tiba Ali  bersuara, �AKU, YA RASULULLAH SAW�

Pada hari ke-10 dibulan Ramadhan, Ar-Rasulullah Muhammad SAW kehilangan istri yang paling ia cintai. Beliau SAW..dialah Ummul Mukminin Al-Hakiki : Sayyidah Khadijah "al-Kubro" R.ha
"Assalamu'alaiKi yaa Khadijah binti Huwailid wa Rahmatullahi ta'ala wa barakaatuh"
'Adzamallah ujurana wa ujurakum bi syahadati Khadijatil Kubro R.ha
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Renungan Diri dalam Surat Ar Rahman

Dalam Al Quran  surat Ar Rahman (Yang Maha Pengasih) Allah �Azza wa Jalla mengulang-ulangi satu pertanyaan penting yang ditujukan untuk bangsa MANUSIA dan JIN sampai 31 kali.
Setiap kali Allah mengulangi pertanyaan yang sama, di sela-sela pertanyaan itu Allah menyebutkan ragam nikmat-NYa,

(Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

Coba renungkan sejenak.

Ketika Allah bertanya kepada kita
(Maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)

Bagaimanakah menjawabnya ?

Jabir bin Abdillah radliyallahu �anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallaahu �alaihi wa sallam ketika membacakan surat Ar Rahman ini kepada para sahabatnya, beliau bersabda :

�Mengapa kalian terdiam saja? Sesungguhnya bangsa JIN lebih baik jawabannya ketika aku membaca Fabi ayyi aalaai rabbikumaa tukadzdzibaan ? (maka ni`mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) mereka (bangsa jin) menjawab, �Duhai Tuhan kami, tidak ada satu nikmatpun yang kami dustai, segala puji hanya bagi-Mu semata.� (Lihat: Al Mustadrak �Ala ash-shahihain 2/515. Hadits ini menurut Imam Adz Dzahabi shahih sesuai syarat Imam Bukhari dan Muslim)

Bukalah �surat Ar Rahman�lalu bacalah�renungkan� Akan terasa sentuhan lembut kalam ilahi begitu teduh menyapa nurani.
Karena pertanyaan yang berulang-ulang itu, bertujuan untuk menggugah rasa TAKUT
Dan salah satu bentuk ancaman bagi para durjana Yang coba-coba berani mengingkari nikmat-nikmat-Nya.

Qois bin �Ashim Al-Munqariy pernah meminta kepada Rasulullah  shalallaahu �alaihi wa sallam, seraya berkata, �Bacakanlah apa yang telah diwahyuka kepadamu!� Lalu Rasulullah shalallaahu �alaihi wa sallam membacakan surat Ar Rahman.

Qois bin �Ashim Al-Munqariy meminta untuk diulangi. Rasulullah  shalallaahu �alaihi wa sallam pun mengulangi sampai tiga kali. Akhirnya Qois bin �Ashim Al-Munqariy menyatakan keislamannya; �Demi Allah, betapa indah dan manisnya, di bawahnya meengalir air yang berlimpah, sedang di permukaannya buah-buahan yang ranum�Apakah gerangan yang diucapkan orang ini (maksudnya Rasulullah shalallaahu �alaihi wa sallam)? Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan sesungguhnya Engkau (Muhammad) adalah uttusan Allah.� (Lihat: Tafsir Al Munir, Az Zuhail : 27/200)

Dalam surat Ar Rahman  ini Allah bertanya kepada masing-masing diri, tentang bagaimana kita bersikap di hadapan nikmat-Nya yang begitu banyak.
Nikmat TERBESAR yang diberikan Allah untuk hidup dan kehidupan, untuk manusia dan kemanusiaan adalah nikmat WAHYU (Al Quran).
Nikmat wahyulah yang mampu menjelaskan manusia dan jin garis-garis besar aturan kehidupan.

Dengan wahyu perbedaan antara al-Haq dan al-Bathil dapat teridentifikasi dengan jelas.
Wahyu pula-lah yang menuturkan kepada kita mana yang halal dan yang haram

Berawal dari INDERA kita dapat mengidentifikasi segala hal.
Apa yang tidak dapat diketahui oleh indera akan dijelaskan oleh AKAL.
Dan apa yang tidak terjangkau oleh akal akan dituntun oleh WAHYU.

Wahyulah tempat bermuaranya segala jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang musykil.
Dengan wahyu, segala pertanyaan akan terjawab.
Yakinlah!

Kalau kita ingin mengetahui kadar SYUKUR kita kepada nikmat WAHYU (Al Quran) ini, maka lihatlah bagaimana kwalitas dan kwantitas interaksi kita kepada Al Quran dan penjelasnya (As Sunnah).
Apakah kita sudah memanfaatkan secara maksimal anugerah Allah yang paling bermanfaat di dunia ini. Baik �Ilman wa �amalan.. baik sebagai  disiplin ILMU atau sebagai AMALAN yang teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.

�Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: �Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.� (QS Ibrahim : 7)

�Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.� (QS Al-A�raf : 179)

Shodaqollahul adziim

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 19 Juli 2013

10 Hikmah Puasa Ramadhan

1. Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.
2. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.

3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi. Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi, tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.

4. Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah. Di bulan Ramadhan kita puasa, merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.

5. Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

6. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

7. Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

8. Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan. Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.

9. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.

10. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita. Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya? Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan pada kita?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Doaku di Ramadhan Hari Ke Sebelas

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ya Robb jadikan ibadah sholat tarawih kami menjadi asbab ampunan Mu Ya Ghofururrahiim, leburkan dosa dosa kami  seperti baru dilahirkan dari perut ibu.

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah.. Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, Wahai Penolong Orang-Orang Yang Meminta Pertolongan.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 17 Juli 2013

Doaku di Ramadhan Hari Ke Sembilan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ فَكَأَنَّ مَنْ عَبِدَ اللَّهَ تَعَالَى عِبَادَةَ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
Orang yang melaksanakan Shalat Tarawih di malam ke sembilan, maka bagaikan seseorang yang beribadah kepada Allah SWT sebagaimana ibadahnya Baginda Nabi Muhammad SAW

Do'aku di Ramadhan Hari Kesembilan
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

ALLAHUMMAJ 'AL FIIHI NASHIIBAN MIN ROHMATIKAL WAASI'ATI WAHDINII FIIHI LI BAROOHIINIKAS SAATHI'ATI WA KHUDZ BINAASHIYATII ILAA MARDHOOTIKAL JAAMI'ATI BI MAHABBATIKA YAA AMALAL MUSYTAAQIIN.

Ya Allah.. Sediakanlah untukku sebahagian dari rahmatMu yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaranMu yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaanMu yang penuh dengan kecintaanMu, Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 16 Juli 2013

Do'aku di Ramadhan Hari Kedelapan

Barang siapa yang melaksanakan shalat tarawaih pada malam ke 8 , Allah akan memberikan pahala seperti pahala yang telah Allah berikan kepada nabi Ibrahim As (Kitab Durratun Naashihiin)

Do'aku di  Ramadhan Hari Kedelapan
اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ

ALLAHUMMAR ZUQNII FIIHI ROHMATAL AETAAMI WA ITH'AAMIT THO'AAMI WA IFSYAAIS SALAAMI WA SUHBATIL KIROOMI BI THOULIKA YA MALJA AL AAMILIIN.

Ya Allah.. Berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaanMu, wahai Tempat Berlindung Bagi Orang-Orang Yang Berharap. آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Nasehat Imam Hasan Al Basri

"Sesungguhnya aku sedang menasihati kamu, bukanlah berarti akulah yg terbaik dalam kalanganmu, bukan juga yg paling soleh dalam kalanganmu, karena aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, niscaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan jadi sedikitlah orang yg memberi peringatan." (Imam Hasan Al-Basri)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sibuk Menyebut Orang Lain atau Allah, dan Menguasai Diri di Kala Apapun

لا تشغلوا أنفسكم بذكر الناس فإنه بلاء، وعليكم بذكر الله فإنه رحمة ~عُمر بن الخطاب
Janganlah kalian sibukan diri kalian dengan membicarakan/menyebut orang lain karena itu adalah Musibah, Hendaknya kalian sibuk dengan Menyebut Allah karena itu adalah Rahmat (Sayyidina Umar Bin Khottob RA)...#Subhanallah

قال الحسن البصري : " أربعٌ، من كُنَّ فيه عصمه الله من الشيطان، وحرَّمه على النار:مَنْ ملك نفسَه عندَ الرغبة، والرهبة، والشهوةِ، والغَضَب"
Berkata Imam Hasan Basry RA: 4hal, barangsiapa yang memilikinya maka Allah akan menjaganya dari Syetan dan Allah haramkan masuk ke Neraka: Yaitu Orang yang bisa menguasai dirinya ketika Suka, Duka, Senang dan Marah...#Subhanallah
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 15 Juli 2013

Do'aku di Ramadhan Hari Ketujuh

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

ALLAHUMMA A'INNI FIIHI 'ALAA SHIYAAMIHI WA QIYAAMIHI WA JANNIBNII FIIHI MIN HAFAWAATIHI WA ATSAAMIHI, WARZUQNII FIIHI DZIKROKA BIDAWAAMIHI, BI TAUFIIQIKA YAA HAADIYAL MUDHILLIIN.

Ya Allah.. Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku zikir berupa zikir mengingatMu secara berkesinambungan, dengan taufiq Mu, wahai Pemberi Petunjuk Orang-Orang Yang Sesat.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 14 Juli 2013

Doaku di Ramadhan Hari Keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

ALLAHUMA LAA TADKHUL NII FIIHI LITA'HARRUDHI MA'SHIYATIKA, WA LAA TADRIBNII BI SIYAATHI NAQIMATIKA, WA ZAHZIHNI FIIHI MIN MUUJIBAATI SAKHOTIKA BIMANNIKA WA AYAADIIKA YA MUNTAHAA ROGHBATIR ROOGHIBIIN.

Ya Allah.. Janganlah Engkau hinakan aku kerana perbuatan maksiat terhadapMu, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasanMu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaanMu, dengan anugerah dan bantuanMu, wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Do'a Harian Ramadhan Arab - Indonesia (Hari ke 1 - 5)

Di bawah ini adalah Do'a harian pada Bulan Ramadhan dari tanggal 1 - 30.

Do'a ini sering dibaca oleh para 'Ulama. Sengaja saya tulis dalam bentuk tulisan Arab dan Indonesia, untuk memudahkan Anda, apabila agak kesusahan membaca tulisan Arab.

Do'a ini dibaca setiap selesai membaca Do'a Kamilin (sehabis Tarawih) atau bisa dibaca setelah Sholat Shubuh.

Do'a Ramadhan Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

ALLAHUMAJ'AL SHIYAAMII FIIHI SHIYAAMAS SHOOIMIINA, WA QIYAAMI FIIHI QIYAAMAL QAAIMIINA, WA NABBIHNII FIIHI 'AN NAUMATIL GHOOFILIINA, WA HAB LII JURMII FIIHI YAA ILAAHAL 'AALAMIINA WA'FU 'ANNI YAA 'AAFIYAN 'ANIL MUJRIMIINA.

Ya Allah.. Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku… Wahai Tuhan sekalian alam. Dan ampunilah aku, wahai pengampun para pembuat dosa.

Do'a Ramadhan Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقَمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

ALLAHUMA QORRIBNII FIIHI ILA MARDHOOTIKA WA JANNIBNII FIIHI MIN SUKHTIKA WA NAQIMAATIKA WAWAFFIQNII FIIHI LIQIROOATI AAYAATIKA BIROHMATIKA YAA ARHAMARR RAAHIMIIN

Ya Allah.. Dekatkanlah aku kepada Keredhaan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-Mu. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu, wahai Maha Pengasih kepada semua pengasih.

Do'a Ramadhan Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

ALLAHUMAR ZUQNII FIIHI DZIHNA WAT TANBIIHA, WA BAA'IDNII FIIHI MINAS SAFAAHATI WATTAMWIIHI WAJ 'AL LII NASHIIBAM MIN KULLI KHOIRIN TUNZILU FIIHI, BIJUUDIKA YAA AJWADAL AJWADIIN

Ya Allah.. Berikanlah aku akal yang sehat  dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bahagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan, demi kemurahan-Mu, wahai Zat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan.

Do'a Ramadhan Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

ALLAHUMMA QOWWINII FIIHI 'ALA IQAAMATI AMRIKA, WA ADZIQNII FIIHI HALAAWATA DZIKRIKA, WA UZI'NII FIIHI LI ADAA I SYUKRIKA BI KAROMIKA. WAHFADZNII FIIHI BI HIFDZIKA WA SATRIKA YAA ABSHORON NAADZIRIIN

Ya Allah.. Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintahMu, dan berilah aku manisnya berzikir mengingatMu. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada Mu, dengan kemuliaanMu. Dan jagalah aku dengan penjagaanMu dan perlindunganMu, wahai Zat Yang Maha Melihat.

Do'a Ramadhan Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

ALLAHUMAJ 'ALNII FIIHI MINAL MUSTHAGHFIRIINA, WAJ'AL NII FIIHI MIN 'IBAADIKAS SHOOLIHIINAL QOONITIINA, WAJ'ALNII FIIHI MIN AULIYAAIKAL MUQORROBIINA, BIRO'FATIKA YAA ARHAMARR ROOHIMIIN.

Ya Allah.. Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon keampunan, dan jadikanlah aku sebagai hambaMu yang soleh dan setia serta jadikanlah aku diantara auliya'Mu yang dekat disisi Mu, dengan kelembutanMu, wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.

آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rahasia Kata Allah

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM...

Kata "Allah" mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki oleh kata lain; ia adalah kata yang sempurna huruf-huruf dan maknanya serta memiliki kekhususan berkaitan dengan rahasianya sehingga sementara ulama menyatakan bahwa kata itulah yang dinamai ISMULLAAH AL-'AZAM (Nama Allah yang paling mulia), yang bila diucapkan dalam doa, Allah akan mengabulkannya.

Dari segi lafazh terlihat keistimewaannya ketika dihapus huruf-hurufnya. Bacalah kata (الله) Allah dengan menghapus huruf awalnya, akan berbunyi (لله) Lillah dalam arti Milik/bagi Allah. Kemudian, hapus huruf awal dari kata Lillah itu akan terbaca (له) Lahu dalam arti bagi-Nya, selanjutnya hapus lagi huruf awal dari "Lahu", akan terdengar dalam ucapan Huu yang berarti Dia (menunjuk Allah), dan bila ini pun dipersingkat akan dapat terdengat suara Ᾱh yang sepintas atau pada lahirnya mengandung makna keluhan, tetapi pada hakikatnya adalah seruan permohonan kepada Allah. Karena itu pula sementara ulama berkata bahwa kata "Allah" terucapkan oleh manusia sengaja atau tidak sengaja, suka atau tidak. Itulah salah satu bukti adanya Fitrah dalam diri manusia. Al-Qur'an juga menegaskan bahwa sikap orang-orang musyrik adalah "Apabila kamu bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pastilah mereka berkata Allah" (QS az-Zumar 39: 38).

Dari segi makna dapat dikemukakan bahwa kata Allah mencakup segala sifat-sifat-Nya, bahkan Dialah yang menyandang sifat-sifat tersebut. Karena itu jika kita berkata Ya Allah, semua nama-nama serta sifat-sifat-Nya telah dicakup oleh kata tersebut. Di sisi lain, jika kita berkata ar-Rahîm (Yang Maha Pengasih), sesungguhnya yang kita maksud adalah Allah, demikian juga jika kita mengatakan al-muntaqim (yang membalas kesalahan), namun kandungan makna ar-Rahîm, tidak mencakup pembalasan-Nya atau sifat-sifat-Nya yang lain. Itulah salah satu sebab mengapa dalam syahadat seseorang harus menggunakan kata Allah ketika mengucapkan Asyhadu an Lâ Ilâha Illa Allâh, dan tidak dibenarkan mengganti kata Allah tersebut dengan nama-nama-Nya yang lain, seperti Asyhadu An Lâ Ilâha illa ar-Rahmân atau ar-Rahîm.

(Tafsir al-Mishbah Vol.1 hal. 24)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rahasia Kata Allah


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 13 Juli 2013

Doaku Hari Ke 5 Ramadhan

Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'- MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Doa Malam ini

Ya Allah jadikanlah kami (orang-orang) yang beriman sempurna, dpt menunaikan segala fardhu, menjaga shalatnya, menunaikan zakat, menuntut (mencari) segala kebaikan di sisi Mu, mengharap ampunan Mu, senantiasa memegang tegug petunjuk petunjuk Mu, terlepas (terhindar) dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal akherat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji panji junjungan kita Nabi Muhammad saw, dan melalui telaga yg sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, di dampingi oleh bidadari surga dan mengenakan baju baju kebesaran dari sutra berwarna warni, menikmati santapan surga yg lezat, minum susu dan madu yg suci bersih dalam gelas gelas dan kendi kendi yg tak kering keringnya, bersama sama dgn org org yg telah Engkau beri nikmat pd mereka dari golongan nabi, shadiqin dan org-org yg syahid serta org org shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt, dan kecukupan dari Allah Yg Maha Mengetahui. Ya Allah. Pada malam mulia yg penuh berkah ini semoga Engkau jadikan kami org org yg berbahagia yg diterima amal dan semoga jangan Engkau jadikan kami org org yg celaka dan ditolak.
Semoga Allah melimpahkan rahmat kpd Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabat sahabat beliau semuanya. Dgn rahmat Mu wahai Dzat paling belas kasihan, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aamiin Ya robbal alamiin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pray This Night

Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 11 Juli 2013

Imsak atau Adzan Subuh ?

Imsak hanya dikenal di Asia Tenggara, kemungkinan yang membuat ajaran Imsak ini berniat baik, agar kita ada waktu utk bersiap diri melaksanakan sholat shubuh di masjid, namun dia lupa bahwa Islam yang diajarkan Nabi sudah sempurna sehingga tidak perlu ditambah atau dikurangi, akibatnya skr ini banyak umat islam menganggap batas akhir makan sahur adalah Imsak,                                                                  
Rosulallah shallawahu alaihi wasallam bersabda,
"Jika salah seorang dari kamu mendengar adzan sedangkan ia masih memegang piring (makanan), maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (makannya)
[HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi]

Ibnu Umar berkata, "Alqamah bin Alatsah pernah bersama Nabi sallawahu alaihi wasallam kemudian datang Bilal akan mengumandangkan adzan, kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Tunggu sebentar wahai bilal..!, Alqamah sedang makan sahur"

Justru disunnahkan untuk mengakhirkan makan sahur sampai mendekati waktu adzan Shubuh sebagaimana Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam yg memulai makan sahur dalam selang waktu pembacaan 50 ayat yg tidak panjang tidak pula pendek sampai waktu adzan shalat Shubuh.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallâhu 'anhu,
"Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam kemudian bangkit untuk mengerjakan shalat. Saya (Anas bin Malik yang meriwayatkan dari Zaid,) bertanya, 'Berapa lama jarak antara keduanya (sahur dan adzan)?' (Zaid) menjawab, '(Sepanjang pembacaan) lima puluh ayat
(HR.Bukhari dan Muslim)

Allah berfirman:
"Dan makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu fajar"
(QS. Al Baqarah : 187)

Jadi; Batas santap sahur adalah ADZAN SHUBUH, bukan IMSAK."

Allah berfirman:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkanlah"
(QS. Al Hasyr : 7)

Doa hari – 3

Yaa Allah! Benikanlah aku rizki, akal dan kewaspadaan. dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan! Aamiin ya robbal alamiin
بارك الله فيكم

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Ramadhan

Ra Mim Dal Alif Nun

Ramadhan merupakan singkatan, kepanjangannya bermakna :
Ra, asal kata Ridlanuhu artinya ridhonya Allah;
Mim asal kata Mahabbahu artinya cintanya Allah;
Dal asal kata Dlamanahu artinya jaminan Allah;
Alif asal kata Ulfatuhu, kemaha lembutannya Allah; dan
Nun asal kata Nurruhu, artinya Cahayanya Allah.

Apapun usaha kita dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt takkan sia-sia, Allah meridhainya karena Allah mencintai kita, melalui Kemaha Lembutan-Nya Allah menjamin akan memberikan Cahaya-Nya untuk  menerangi kalbu/bashirah kita. Agar lurus jalannya... Amin

Doa hari – 2

Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dan kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih!!.

آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن

Dahsyatnya SAHUR !!!
Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 10 Juli 2013

Doa Harian Ramadhan

DOA HARIAN DI BULAN RAMADHAN

Doa hari � 1

Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidunya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku � Wahai Tuhan sekalian alam!!
Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.

Doa hari � 2

Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dan kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih!!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dzikir di Bulan Ramadhan

Baginda Nabi berpesan kepada umatnya :�Perbanyaklah pada bulan ini melakukan 4 (empat) hal. Yang dua sangat disukai Allah SWT dan yang dua lagi sangat Anda butuhkan.� (HR. Ibnu Huzaimah, Imam Al-Baihaqi, Ibnu Hibban)
Dua hal yang disukai Allah yaitu Bersaksi akan Keesaan Allah dan beristiqhfar. Asyhadu �allaaha illallaah dan Astaqfirullah. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah.
Dua hal yang sangat kita butuhkan yaitu :
Memohon ridho dan surga Allah serta berlindung dari murka Allah dan siksa api neraka.
Nas�aluka ridhooka wal jannata. Wa na�uudzu bika min sakhotika wan naar. Kami memohon keridhoanMU dan masuk surga. Dan kami berlindung kepada MU dari kemurkaan MU dan dari api neraka.

Do�a lain yang harus kita perbanyak pada bulan Ramadhan yaitu :
ALLAHUMMA INNAKA �AFUWWUN KARIIM,TUHIBUL �AFWA, FA�FU�ANNAA
(Ya Allah , sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemaaf dan maha Pemurah. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah (kesalahan) kami).

aamiin ya qobul farma, istajib du'ana
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Fadhilah (Keutamaan) Berpuasa dan Beramal Shaleh di Bulan Ramadhan

Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'd:
Berikut ini beberapa hadits sahih atau hasan –insya Allah- yang menerangkan keutamaan berpuasa dan beramal di bulan Ramadhan. Semoga Allah menjadikan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.
Keutamaan berpuasa Ramadhan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
"Semua amal anak Adam untuknya selain puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya." (sampai di sinilah hadits qudsinya). Puasa itu perisai, maka jika kamu sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan berteriak-teriak. Jika ada yang memaki atau mengajak bertengkar, katakanlah, "Saya sedang puasa", kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Demi (Allah) yang nyawa Muhammad di Tangan-Nya, sungguh bau mulut  orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wangi kesturi. Bagi orang  yang berpuasa ada dua kegembiraan; kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya dengan puasanya itu." (HR. Bukhari dan Muslim, lafaz ini adalah lafaz Bukhari)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari, Muslim, dll)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَتَاكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيْهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنِ فِيْهِ لَيْلَةٌ هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, di mana Allah mewajibkan puasa di bulan itu kepada kamu. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan durhaka dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Barang siapa dihalangi mendapatkan kebaikannya, maka ia telah terhalangi." (HR. Ahmad, Nasa'i, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jaami' no. 55)
Tentang dibelenggu setan-setan, Al Mundziriy dalam At Targhib wat Tarhib berkata, "Bisa maksudnya bahwa para setan tidak bisa mengacaukan manusia secara murni, tidak seperti  di bulan lainnya karena kaum muslimin sibuk berpuasa yang dapat mengalahkan syahwat, demikian juga sibuk membaca Al Qur'an dan menjalankan ibadah lainnya."
Ancaman meninggalkan puasa Ramadhan
Abu Umamah Al Bahiliy radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أَتَانِيْ رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبُعِيْ فَأَتَيَا بِي جَبَلًا وَعْرًا فَقَالاَ اِصْعَدْ فَقُلْتُ إِنِّيْ لاَ أُطِيْقُهُ فَقَالاَ إِنَّا سَنُسَهِّلُهُ لَكَ فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ قُلْتُ مَا هَذِهِ اْلأَصْوَاتُ قَالُوْا هَذَا عَوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ثُمَّ انْطَلَقَ بِيْ فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلِّقِيْنَ بِعَرَاقِيْبِهِمْ مُشَقَّقَّةً أَشْدَاقُهُمْ تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا قَالَ قُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ قَالاَ الَّذِيْنَ يُفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ
"Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba ada dua orang yang menghampiriku dan memegang  lenganku, kemudian membawaku ke sebuah gunung yang sulit didaki. Keduanya berkata, "Naiklah" aku berkata, "Aku tidak sanggup mendaki." Keduanya berkata, "Kami akan memudahkannya untukmu." Maka aku pun naik. Ketika aku telah berada di tengah gunung tiba-tiba terdengar suara keras. Aku bertanya, "Suara apa ini?" Mereka menjawab, "Ini adalah longlongan penghuni neraka." Lalu aku diajak berjalan, tiba-tiba aku bertemu dengan beberapa orang yang menggantungkan urat kakinya, sedangkan rahang mereka robek mengucurkan darah. Aku pun bertanya, "Siapakah mereka?" Keduanya menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba waktunya." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kedua shahihnya, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihut Targhib no. 1005)
Ancaman tetap bermaksiat di bulan Ramadhan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ لمَ ْيَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْس ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barang siapa yang tidak mau meninggalkan kata-kata dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak lagi butuh ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
Anjuran makan sahur
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً » . 
"Bersahurlah, karena dalam makan sahur ada keberkahan." (HR. Bukhari-Muslim)
اَلسَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَ لَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ  .
"Makan sahur itu berkah, maka jangan kamu tinggalkan meskipun hanya meminum seteguk air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur." (HR. Ahmad, dihasankan oleh  Al Albani dalam Shahihul Jaami' no. 3683)
Amr bin Maimun berkata, "Para sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling menyegerakan berbuka dan menunda makan sahur." (HR. Baihaqi dengan sanad yang sahih)
Catatan:
Batas akhir makan sahur adalah sampai terbit fajar, bukan dengan imsak (lihat surat Al Baqarah: 187).
Anjuran berdoa ketika berpuasa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ  :  دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
"Ada tiga doa mustajab: doa orang yang berpuasa, doa orang yang dianiaya dan doa musafir." (HR. Al 'Uqaili dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami' no. 3030)
Makan dan minum karena lupa ketika berpuasa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَكَلَ نَاسِياً وَهْوَ صَائِمٌ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
"Barang siapa makan karena lupa, sedangkan ia dalam keadaan puasa, maka lanjutkanlah puasanya, karena sesungguhnya Allah memberinya makan dan minum." (HR. Bukhari)
Anjuran menyegerakan berbuka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
« لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ » . 
"Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Anjuran mengawali berbuka dengan kurma, atau dengan air jika tidak ada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ فَإِنْ لَمْ يَجِدِ
التَّمْرَ فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُوْرٌ
"Jika salah seorang di antara kamu berpuasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak mendapatkan kurma, maka dengan air, karena air itu pembersih." (HR. Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi, Shahihul Jaami' no. 746)
Doa berbuka puasa
Ibnu Umar berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berbuka mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَ اْبتَلَّتِ اْلعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ اْلاَ جْرُ اِنْ شَاء َاللهُ
"Telah hilang rasa haus, telah basah tenggorokan dan semoga pahala tetap didapat Insya Allah." (Hasan, HR. Abu Dawud dan Nasa'i)
Keutamaan melakukan shalat Tarawih bersama imam hingga sselesai
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ اْلِإمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
"Sesungguhnya barang siapa melakukan qiyamullail bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat shalat semalam suntuk." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, Shahihul Jaami' no. 2417)
Anjuran bersedekah di bulan Ramadhan dan memperbanyak membaca Al Qur'an
Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan Beliau lebih nampak lagi di bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril biasa menemui Beliau di setiap malam bulan Ramadhan lalu Beliau bertadarus Al Qur'an dengannya. Sungguh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dermawan terhadap kebaikan melebihi angin yang berhembus." (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala orang yuang berpuasa itu." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dll. Shahihul Jaami' no. 6415)
Keutamaan berumrah di bulan Ramadhan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
عُمْرَةٌ في رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً - أَوْ حَجَّةً مَعِي
"Berumrah di bulan Ramadhan (pahalanya) seperti berhajji atau berhaji bersamaku." (HR. Bukhari-Muslim)
Mempergiat ibadah ketika bulan Ramadhan hampir selesai
عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ . 
Dari Aisyah  radhiyallahu 'anha ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh (terakhir bulan Ramadhan), menghidupkan malamnya, membangungkan keluarganya, serius beribadah dan mengencangkan sarungnya." (HR., Muslim)
Anjuran beri'tikaf di bulan Ramadhan
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ : كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْماً . 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf selama sepuluh hari pada setiap bulan Ramadhan. Namun pada tahun di mana Beliau akan wafat, Beliau melakukannya selama dua puluh hari." (HR. Bukhari)
Marwan bin Musa
Maraaji': Shahih At Targhib wat Tarhib (Syaikh Al Albani), Shahihul Jaami' (Syaikh Al Albani), Fiqhus Sunnah (Syaikh Sayyid Saabiq), Al Adzkaar (Imam Nawawi), dll.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 08 Juli 2013

Sunnah Rosululloh : Menjaga dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, �Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.� (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 07 Juli 2013

Ya Allah sampaikan kami di bulan Ramadhan

والله الذي لا إله غيره لايُحسن عبدٌ الظن بالله إلا أعطاه الله ظنه وذلك لأن الخير كله بيد الله..(عبد الله بن مسعود)
Demi Allah, yang tidak Tuhan selain-Nya, Seorang hamba tdk berbaik sangka kpd Allah kecuali Allah berikan sesuai prasangkanya, karena semua Kebaikan ada pada Kekuasaan-Nya (Abdullah Bin Mas'ud RA)...#Subhanallah
:
اللهم بلغنا رمضان واعنا فيه على الصيام والقيام وتلاوة القرآن و احفظنا من المعاصي و الآثام
Yaa Allah, Sampaikan kami ke bulan Ramadhan dan bantulah kami untuk berpuasa, beribadah dan membaca Al-Quran dan jauhkan kami dari Maksiat dan Dosa...#aamiin ya robbal 'alamin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pilih Teman ?

Wasiat Ali bin al hasan as sulami :

" Ambilah teman yg membuatmu zuhud dalam kehidupan dunia dan memberimu motivasi kepada akhirat.
Jauhilah olehmu ahli dunia yg pembicaraannya sebatas dunia, karena mereka akan merusak agama dan hatimu." (Kitab Hilyatul Aulia 7/82-85)

Salam Hirah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 05 Juli 2013

Dahsyatnya Memulai Segala Sesuatu dgn memohon pertolongan dan bertawakal kpd Allah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-RAḪMAANIR-RAḪIIM = Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama Dzat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Raḫmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar-Raḫiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

Setiap orang hendaknya selalu berkata, "Aku memulai (segala sesuatu) dengan memohon pertolongan kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, dan menyebut nama-Nya". Karena, sesungguhnya nama-nama Allah merupakan nama-nama paling agung dan mulia menunjukkan kesempurnaan Ulûhiyyah-Nya dan keberhakkan-Nya untuk disembah. Ar-Raḫmân (Yang Maha Pengasih) artinya adalah Dzat yang keluasan rahmat-Nya meliputi semua makhluk. Adapun ar-Rahîm (Yang Maha Penyayang) artinya bahwa Dia menyayangi para kekasih-Nya yang terdiri dari para Nabi dan orang-orang shaleh.

Nama-nama dan sifat-sifat Allah itu menggambarkan apa yang sebenarnya tentang Allah. Adapun maksud dari setiap nama dan sifat tersebut telah dijelaskan oleh al-Qur'an dan Sunnah.

"BISMILLAHI" = Dengan nama Allah. Susunan kalimat yang demikian ini dalam bahasa Arab berarti ada susunan kata-kata yang mendahuluinya yaitu: "Aku mulai perbuatan ini dengan nama Allah" atau "Aku mendahului perbuatanku kini dengan nama Allah, untuk mendapat berkah dan pertolongan rahmat Allah sehingga dapat selesai dengan sempurnya dan baik". Hal itu juga untuk menumbuhkan kembali kesadaran sebagai makhluk Allah, bahwa segala-galanya tergantung pada rahmat dan karunia Allah, Hidup, mati, dan semua daya semata-mata terserah rahmat dan karunia Allah.

"ALLAH" = Nama Dzat Allah Ta'ala, karena itu disebut Ismul A'zham, karena nama Allah menghimpun semua sifat, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Hasyr ayat 22-24:
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ .هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam surah Al-A'raaf ayat 180 juga disebutkan:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا
"Hanya milik Allah asmâ-ul Ḫusna Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmâ-ul Ḫusna itu"

Dalam surah Al-Isrâ' ayat 110 terdapat kalimat yang artinya:
ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى
"Serulah Allah atau serulah Ar-Raḫman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmâul Ḫusna (nama-nama yang terbaik)".

Yakni apabila kita membutuhkan rezeki, panggillah nama Allah: YᾹ RAZZAQQ = Yang Memberi Rezeki, YᾹ GHANI = Yang Maha Kaya, YᾹ WAKῙL = Yang Menjamin, dan seterusnya. Karena Nabiﷺ bersabda: "Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa mencatatnya (mengingatnya) pasti masuk surga." Yakni dalam segala hajat ia menyebut nama Allah sebagai tanda bahwa ia sangat percaya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 04 Juli 2013

Doa Memohon Cinta Mu

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
"Yaa Allah, sesungguhnya Aku memohon cinta Mu, cinta orang-orang yang mencintai Mu. Dan amal yang dapat mengantarku pada cinta Mu.
Yaa Allah jadikan Cinta Mu, lebih aku cintai dari diriku sendiri, keluargaku, dan dari air yang dingin."
( HR. Tirmidzi)
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 03 Juli 2013

Keutamaan Sifat Tawadhu

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda," Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kpd seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu' (rendah diri) krn Allah, melainkan Allah akan meninggikannya. (HR Muslim no 2588)

" Orang yg paling tinggi kedudukannya adalah orang yg tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yg paling mulia adalah orang yg tidak pernah menampakkanan kemuliaannya." (Imam as syafi'I dalam syu'abul Iman, Al Baihaqi 6:304)

" Puncak dari tawadhu adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yg lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya." (Abdullah bin al Mubarok dalam syu'abul Iman, Al Baihaqi,6:298)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 02 Juli 2013

Dahsyatnya Doa Setelah wudhu & sholat 4 rakaat dlm keadaan sulit/tidak

Imam Hasan Al Bashri," Barangsiapa berwudhu, sholat 4 rakaat & berdoa dgn doa ini, doanya dikabulkan baik ia dalam keadaan sulit/tidak."

Setelah ambil air wudhu dan sholat empat rakaat. Dan diucapkan dalam sujud terakhir adalah:
" Ya waduud, ya dzal arsyi majid, ya fa'al lima yuriid, as aluka bi izzikalladzi laa yuram, wabimilkika ladzi la yudham, wabinuurika ladzi malaa arakaana arsyika."
(Wahai Yg Maha Pengasih, wahai pemilik arsy yg agung, wahai yg Maha mengerjakan kehendak Nya, aku meminta kpd Mu dgn kekuatan Mu yg tidak terkalahkan, dgn kerajaan Mu yg tidak tertandingi, dgn cahaya Mu yg memenuhi tiang tiang arsy Mu)
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن

Salam Hijrah, UniQ
Yuk Jemput Nusrorullah
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dahsyatnya Nusrotullah (Pertolongan Allah)

Memohon pertolongan hanya kpd Allah (nusrotullah) merupakan ikrar yg selalu kita lafadz dlm setiap sholat kita," Hanya kpd Mu lah kami menyembah dan hanya kpd Mu lah kami memohon pertolongan."

Sholat adalah rahmat Allah yg sangat besar. Oleh krn itu, seseorang yg melaksanakan sholat ketika mengalami kesusahan, berarti bersegera menuju kpd rahmat Allah. Dan apabila rahmat Allah datang membantu  dan menolongnya (nusrotullah) maka kesusahan apa lagi yg tersisa?

Hudzaifah ra berkata," Apabila Rasulullah saw mengalami kesulitan maka beliau segera melaksanakan sholat." (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Abdullah bin salam ra berkata," Apabila suatu kesusahan menimpa keluarga nabi saw maka beliau saw memerintahkan mereka utk melaksanakan sholat dan membaca ayat ini," Perintahkanlah keluargamu utk melaksanakan sholat dan bersabarlah atasnya. Kami tidak meminta rezeki kpdmu, bahwa Kamilah yg memberi rezeki kpdmu. Dan akibat yg baik bagi orang orang yg bertakwa." (QS Thaha : 132).

Ayo Sholat !!! Dahsyat !!!
Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Senin, 01 Juli 2013

Dahsyatnya Kesedihan Puncak/Musibah Menyesakkan Tenggorokan

Ketika kesedihan mencapai puncaknya saat itulah kemudahan. Ketika musibah menyesakan tenggorokan saat itulah datang kemudahan (Ali bin Abi Thalib)

Saat itu beristighfarlah :
Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampunan Nya) niscaya Allah akan menjadikan utk setiap kesedihannya jalan keluar dan setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah mengaruniakan rezeki dari arah yg tiada disangka sangka.( HR Ahmad)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dahsyatnya Kesedihan

Ketika kesedihan mencapai puncaknya saat itulah kemudahan. Ketika musibah menyesakan tenggorokan saat itulah datang kemudahan (Ali bin Abi Thalib)

Salam Hijrah, UniQ
Powered by Telkomsel BlackBerry®