Laman

Jumat, 04 Juli 2014

LIFE BEGAN AT FORTY

LIFE BEGAN AT 40

Cukup banyak dalam al-Quran  membahas tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan ditelaah dgn serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim." (al-Ahqaf: 15)

Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung uraian yang jelas bahwa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah

Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempo yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan "umur panjang dalam tempo yang cukup untuk berfikir" dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.

Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.

Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidaklah heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn 'Abbas:

"Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun" (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)

Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, "Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka."

Imam asy-Syafi'i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, "Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara' lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah."

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.

Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sadar bahwa kematian memanggil kita kapan pun tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulai kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".

Banyak manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak peduli kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang sukses di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk perbekalan menghadapi kematian, karena kematian akan datang tiba tiba tanpa diduga.

Subhanallah


LIFE BEGINS AT 40

TAFAKUR ATAS USIA 40TAHUN

Ramai tidak sedar dalam al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim." (al-Ahqaf: 15)

Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung penghuraian yang jelas bahawa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah

Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan "umur panjang dalam tempoh yang cukup untuk berfikir" dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.

Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.

Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn 'Abbas:

"Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun" (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, iaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)

Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, "Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka."

Imam asy-Syafi'i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, "Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara' lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah."

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.

Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sedar bahawa kematian memanggil kita bila-bila masa tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulakan kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".

Ramai manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak kira kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, kerana mati boleh datang pada bila-bila masa..

Subhanallah

Kamis, 03 Juli 2014

Renungan Tidak Terbangun utk Sholat Malam

Sufyan Ats Tsauri rah berkata, " Aku tidak bisa sholat malam lima bulan lamanya hanya lantaran  satu dosa yg kulakukan. "
Dikatakan kepadanya," Dosa apakah itu? "
Beliau menjawab, " Aku pernah melihat seorang lelaki menangis,  lalu aku membatin dalam hati, " Ini adalah karena riya'. "

Hasan Al Basri rah ditanya," Wahai Abu Sa'id aku tidur malam dalam kondisi sehat dan aku ingin sholat malam,  aku juga menyiapkan wudhuku sebelumnya,  tetapi mengapa aku tidak bisa bangun juga?  " Beliau menjawab, " Dosa dosamu menjeratnya. "

Subhanallah

Rabu, 02 Juli 2014

Doaku di Ramadhan Hari Kelima

Bismillahirohmannirrahiim

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

ALLAHUMAJ 'ALNII FIIHI MINAL MUSTHAGHFIRIINA, WAJ'AL NII FIIHI MIN 'IBAADIKAS SHOOLIHIINAL QOONITIINA, WAJ'ALNII FIIHI MIN AULIYAAIKAL MUQORROBIINA, BIRO'FATIKA YAA ARHAMARR ROOHIMIIN.

Ya Allah.. Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon keampunan, dan jadikanlah aku sebagai hambaMu yang soleh dan setia serta jadikanlah aku diantara auliya'Mu yang dekat disisi Mu, dengan kelembutanMu, wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.

Aamiin ya robbal alamiin

Renungan Diri Memilih Pemimpin

Sebuah Renungan ....


Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl : 90)


Dari Abu Musa al-Asy'ari ra., ia berkata: bersama dua orang saudara sepupu, saya mendatangi Nabi Saw. kemudian salah satu diantara keduanya berkata: Wahai Rasulullah, berilah kami jabatan pada sebagian dari yang telah Allah kuasakan terhadapmu. Dan yang lain juga berkata begitu. Lalu beliau bersabda: Demi Allah, aku tidak akan mengangkat pejabat karena memintanya, atau berambisi dengan jabatan itu. (HR. Bukhari dan Muslim)


Al-Muhallab berkata sebagaimana dinukilkan dalam "Fathul Bari", "Ambisi untuk memperoleh jabatan kepemimpinan merupakan faktor yang mendorong manusia untuk saling membunuh. Hingga tertumpahlah darah, dirampasnya harta, dihalalkannya kemaluan-kemaluan wanita yang itu semuanya sebenarnya diharamkan oleh Allah, dan karenanya terjadi kerusakan yang besar di permukaan bumi." 


Betapa rakus dan semangatnya orang-orang yang menginginkan jabatan ini, sehingga Rasulullah  menggambarkan kerakusan terhadap jabatan melebihi dua ekor serigala yang kelaparan lalu dilepas di tengah segerombolan kambing. Beliau bersabda: "Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi." (HR. at-Tirmidzi).


untuk direnungkan & dipikirkan: ....janganlah berambisi meraih kedudukan tertentu, khususnya bila ia tidak pantas mendapat kedudukan tersebut................."Apabila amanah telah disia-siakan, maka nantikanlah tibanya hari kiamat. Ada yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanat?' Beliau menjawab, 'Apabila perkara itu diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah tibanya hari kiamat'."

Selain itu, jabatan tidak boleh diberikan kepada seseorang yang memintanya dan berambisi untuk mendapatkannya. Abu Musa berkata, "Aku dan dua orang laki-laki dari kaumku pernah masuk menemui Rasulullah. Maka salah seorang dari keduanya berkata, 'Angkatlah kami sebagai pemimpin, wahai Rasulullah'. Temannya pun meminta hal yang sama. Bersabdalah Rasulullah: "Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.".


"Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya." 

Hikmah dari hal ini, kata para ulama, adalah orang yang memangku jabatan karena permintaannya, maka urusan tersebut akan diserahkan kepada dirinya sendiri dan tidak akan ditolong oleh Allah.


Dari Abdurrahman ibn Smurah ra. Ia berkata : Rasulullah bersabda :"Wahai Abdurrahman Ibn sammurah, janganlah kamu meminta jabatan. Jika kau diberi jabatan karena memintanya, jabatan itu diserahkan sepenuhnya. Dan Apabila kamu diberi dan tidak memintanya, kamu akan mendapat pertolongan Allah dalam melaksanakannya. Apabila kamu bersumpah terhadap satu perbuatan, kemudian kamu melihat ada perbuatan yang lebih baik, maka kerjakanlah perbuatan yang lebih baik itu." (HR Bukhari dan Muslim).


Subhanallah

Jumat, 27 Juni 2014

DAHSYATNYA DOA ULYAH BIN YAZID DALAM PERANG TABUK

Doa Yang Menggetarkan

Kisah ini merupakan salah satu episode kisah perang Tabuk...
tapi tidak byk yg mengupas kisah yg satu ini...
utk mengetahui kronologis & konsideran lengkapnya, saya tak akan ngupas disini, krn cukup panjang...
baiknya teman2 disini buka2 n baca kembali kisah perang Tabuk..
kebetulan perang tsb juga terjadi di bulan Sya'ban...

sebagaimana kita tau, bhw perang Tabuk adalah satu2nya perang dimana Rasulullah saw mengumumkan dan memobilisir seluruh kaum muslimin dan potensi2nya...
ini karena peperangan tsb memang sangat berat...
berat dari sisi cuaca, berat juga dari sisi logistik...
makanya rasulillah berulang kali memotivasi sahabat2nya utk menginfakkan apa saja yg bisa diinfakkan utk 'membiayai' perang tabuk ini...

perang ini juga menjadi FILTER bagi kelompok munafiq dan org2 yg gampang mengajukan alasan/uzur agar diijinkan tidak ikut perang...
sekali lagi, edisi lengkapnya, bacalah kisah perang tabuk di buku2 sirah yg ada..

disini, di perang ini, terdapat satu sahabat yg luar biasa...
dia bukan sahabat utama rasul...
bahkan namanya pun jarang disebut di buku2 sirah...
tapi, ketika kita membaca kisahnya, niscaya bisa menguras air mata kita...

disaat sahabat2 nabi & kaum muslimin lainnya menyiapkan diri utk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam perang tabuk, Maka pada saat itu tersebutlah Ulyah bin Yazid, seorang yang sangat faqir, tidak memiliki apa-apa diatas dunia ini, seorang dari golongan Anshor dari kabilah Aus, tatkala dia menyaksikan kesibukan kaum muslimin dalam persiapan jihad ke Tabuk, melihat seluruh kaum muslimin dari berbagai pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya Madinah, datang berbodong-bondong kemudian memancang kemah, sambil membawa apa yang mereka miliki dari senjata dan kendaraan, memancang kemahnya menunggu hari keberangkatan.

Dia juga melihat transaksi di pasar-pasar Madinah banyak transaksi yang terjadi dialog berhubungan dengan persiapan perang, dari mulai kuda, unta, panah, pedang, tameng besi dsb. Dia menyaksikan itu semua dengan kesedihan yang sangat mendalam. Semua orang telah membeli perlengkapan perangnya, sedangkan dirinya... apa yang dia mau persiapkan..? kalau hendak membeli, mau beli pakai apa? Uang satu dirham pun ia tidak punya. Apalagi pagi itu dia mendengar Nabi shallallohu 'alaihi wasallam mengatakan : man jahhaza jaisyul usroh ghufiro Allahu lahu falahul jannah

من جهز جيش العسرة غفر الله له فله الجنة

"Barang siapa yang membantu perbekalan pasukan yang kesulitan, Allah mengampuninya dan baginya surga"

Maka semakin terbenamlah serasa dirinya ke dalam bumi, hancur luluh serasa hatinya, sedih hatinya, semua orang mendapatkan surga kecuali dirinya.
Semakin panas dingin badannya mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam demi melihat kefaqiran dirinya, ditambah lagi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mensyaratkan siapa yang mau ikut berperang harus membawa alat dan kendaraan perang sendiri.

Dilihat juga oleh Ulyah bin Yazid ketika dia duduk di masjid Nabawi, dia melihat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam dikelilingi para sahabat, ketika datang Umar bin Khattab dengan membawa setengah dari harta yg dimilikinya.

Tak lama setelah itu, datanglah Abu Bakar sambil membawa semua harta yang dia punya.
Ketika ditanya oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, " Ya Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?"
Abu Bakar menjawab, "aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Nabi -NYA shallallahu 'alaihi wasallam".
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda," Tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku sebagaimana bermanfaatnya harta Abu Bakar".

Tak ketinggalan sahabat Utsman bin Affan membawa seribu dinar dalam pakaiannya, bahkan kafilah dagangnya yang hendak berangkat ke Syam sejumlah dua ratus ekor unta lengkap dengan barang-barangnya dia keluarkan sedekahnya, ditambah lagi dengan seratus ekor unta, lalu ditambahnya lagi seribu dinar uang kontan. Maka Nabi shallallohu 'alaihi wasallam pun bersabda

اللهم ارض عن عثمان فإنى عنه راض

"Ya Allah, (aku mohon padaMu) ridhoilah Utsman, sesungguhnya aku telah ridho padanya "

tentang Utsman ini, ada kisah menarik. Ketika perniagaan Utsman ditawar oleh pedagang2 (tengkulak) Quraisy dan kabilah arab lainnya.

Tak lama setelah itu sampailah perniagaannya yang baru datang dari Syam sejumlah 1000 ekor unta beserta isinya. Tiba-tiba datanglah tengkulak-tengkulak hendak membeli perniagaan tersebut. Salah seorang dari mereka berkata:

"Ya Utsman,kami beli 2x lipat..!!"
"Tidak..tidak..!! karena ada yang berani membeli lebih tinggi dari penawaran kalian" jawab Utsman
"Kami beli 3x lipat dari harga yang kamu dapatkan" kata si tengkulak
"Tidak..belum cukup kalau cuma 3x lipat..!!" jawab Utsman
Akhirnya tawar menawar "kami beli 10x lipat Ya Utsman..!!"

Utsman pun berkata, "tuan-tuan sekalian, ada diantara tuan-tuan yang hendak membelinya 700x lipat..??!!"
Apa kata mereka,"gila engkau Utsman..!! siapa pula yang sampai menawar hingga 700x lipat ?!"
Utsman pun menjawab,"akan tetapi Allah telah menawarnya lebih dari 700x lipat.!!"
Allahu Akbar...!!!…Utsman pun membacakan ayat

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al Baqoroh : 261)

"Saksikanlah wahai para tengkulak…semua barang perniagaan yang ada ini, seluruhnya aku infaqkan di jalan Alloh Ta'ala" seru Utsman.

Subhanallah..Allahu Akbar..dari generasi mana mereka ini muncul, dari makhluk mana mereka ini saudaraku..dari planet mana mereka datang..?? apakah mereka diciptakan dari daging yang penuh dengan nafsu dunia dan ketamakan, yang penuh dengan kebakhilan dan ketakutan akan miskin karena berinfaq dan bersedekah..?! bukan saudaraku…tapi mereka adalah para sahabat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam.

Tidak lama kemudian datang pula Abdurahman bin Auf sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak, datang pula 'Abbas bin Abdul Mutholib paman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Tholhah bin 'Ubaidillah, Sa'ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, yang mereka semua berinfaq di depan mata Ulyah. Dia juga melihat kedatangan orang-orang yang kurang berada membawa infaq semampunya, dimulai oleh 'Ashim bin Adiy mebawa 70 wasaq kurma, ada yang membawa dua mud bahkan satu mud kurma, tidak satu pun kaum muslimin yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin. Alloh pun menyindir mereka

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. " (QS. At Taubah 79)

Apa yang dirasakan oleh Ulyah selain kesedihan yang sangat. Apa yang bisa diperbuat sementara ia tidak punya apa-apa, sementara orang berbondong berinfaq. Melihat hal itu pulanglah Ulyah membawa semua kesedihannya. Di zaman sekarang ribuan jutaan orang membawa kesedihan dunia, Ulyah pulang membawa kesedihan karena teringat akhirat. Adakah di zaman sekarang ini sosok seperti Ulyah..?? Memikirkan kemana nanti hendak dia di tempatkan di akhirat, apakah di surga ataukah neraka, kalau ternyata di surga di tempat yang mana, di tingkatan ke berapa dan bersama-sama siapa ??

Ketika senja telah beralu dan malam pun tiba, Ulyah berusaha memejamkan matanya, tapi bagaimana mau dipejamkan matanya sementara hati masih berdebar-debar, pikiran masih galau, apa yang bisa dilakukannya selain membolak-balikkan badannya di atas tikar yang lusuh hingga tengah malam.

Akhirnya dia bangkit, timbul sebuah ide, sebuah pemikiran dalam dirinya, yang kiranya apabila dia melaksanakan idenya ini mudah-mudahan dapat mengurangi kegundahan hatinya. Lantas Ulyah berwudhu dan melaksanakan sholat malam, apalagi yang bisa dilakukan oleh orang yang sengsara dan bersedih hati selain bermunajat kepada Allah Yang Maha Pemurah..?? bagi orang yang mendapatkan kesusahan kecuali dia mengadukan kepada Sang Khaliq…(do'a Nabi shallallohu 'alaihi wasallam Ya'qub, sebagaimana surat Yusuf : 86)

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ


"Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku..."

Di dalam sholatnya dia pun menangis, adakah antum pernah melihat seorang yang gundah mengadukan semua keluhan dan kegundahannya dengan menangis kepada Rabb Yang Memiliki isi langit dan bumi..? dia sebutkan kefaqirannya, dia sebutkan kelemahannya, dia sebutkan ketidakberdayaannya, dia minta kepada Allah jangan sampai kefaqirannya dan ketidakmampuannya berinfaq pada persiapan perang Tabuk ini menggeser kedudukannya dibanding sahabat-sahabatnya kelak di surga " jikalau aku Engkau buat susah di dunia, janganlah pula Engkau jauhkan aku dari surgamu".

Diantara doanya adalah:

"Ya Allah, Engkau perintahkan kami untuk berjihad, Engkau perintahkan kami untuk berangkat ke Tabuk, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu apapun untuk bekal berangkat berperang bersama Nabi-MU  shallallohu 'alaihi wasallam...
maka malam ini saksikanlah ya Allah...
sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari perlakuan zhalim mereka terhadap diriku, maka inilah kehormatanku aku infaqkan di jalan-Mu,
jika ada seorang muslim menghinakan dan merendahkan diriku,
maka aku infaqkan itu semua di jalanMu
Ya Allah..tidak ada yang dapat aku infaqkan sebagaimana orang lain telah berinfaq, kalau sekiranya aku punya sebagaimana mereka punya akan aku infaqkan untukMu,
maka yang aku punya hanya kehormatan sebagai seorang muslim, kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah kehormatan ini aku sedekahkan untukMu malam ini…"

Alangkah jernihnya doa tersebut…keluar dari hati seseorang yang tidak punya apapun di dunia ini melainkan kehormatan, alangkah teduhnya ucapan di malam hari yang gelap, terangkat doanya ke langit ke tujuh, menggetarkan Arsy Allah Ta'ala, semua sedekah tidak sehebat sedekahnya.


Esok subuh Nabi shallallohu 'alaihi wasallam memimpin sholat berjama'ah, hadir pula Ulyah. Telah ia lupakan air mata yang tumpah bercucuran di tikar lusuhnya tadi malam, ia lupakan karena telah dibasuh oleh air wudhu yang baru. Akan tetapi Aloh tidak pernah lupa, Alloh tidak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Kejadian di tempat yang sepi tersebut dikabarkan oleh Alloh kepada Nabi shallallohu 'alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril. Selesai sholat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam pun berdiri kemudian Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bertanya

من يتصدق بصدقة مقبولة في هذه الليلة ؟


"siapakah (diantara kalian) yg bersedekah tadi malam dan sedekahnya diterima oleh Allah"?

Ternyata tidak ada yang berdiri, karena merasa tidak bersedekah tadi malam, atau merasa yakin betul sedekahnya diterima oleh Alloh Ta'ala.
Ulyah bin Yazid pun tidak merasa bahwa dirinya telah bersedekah.
Akan tetapi Nabi shallallohu 'alaihi wasallam mendekati Ulyah dan berkata, "sungguh ya Ulyah, sedekahmu malam tadi telah diterima oleh Allah Ta'ala sebagai sedekah yang maqbul..!!"Bagaikan aliran listrik yang langsung mengalir ke jantung Ulyah bin Yazid, laksana halilintar dahsyat menghantam dirinya, karena dia sama sekali tidak mengira, cahaya kebahagiaan langsung memancar dari dirinya.
"Benarkah ya Nabi shallallohu 'alaihi wasallam..benarkah sedekahku yang tadi malam yang tidak ada apa-apanya itu diterima Alloh...??" tanyanya penasaran seolah-olah tidak percaya.

Maka Nabi pun menyerahkan 6 ekor unta kepada Ulyah bin Yazid dan tujuh orang temannya untuk berangkat ke medan jihad, peperangan Tabuk…peperangan yang atas izin Allah dimenangkan oleh kaum muslimin, ditandai dengan menyerahnya negara-negara boneka Romawi, dan semakin berkurangnya daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

Wallahu a'lam

Nasehat Ali bin Abi Thalib

Nasehat ALI bin Abi Thalib

Ali r.a. menasihati seorang lelaki yang meminta nasihat kepadanya, maka Ali RA pun menasehatinya dengan berucap :

"Jangan menjadi orang yang mengharap akhirat tanpa persiapan amal. Jangan mengundur taubat kerana panjang angan-angan. Jangan bertutur kata seperti orang zuhud,tetapi beramal seperti orang durhaka. Jika diberi, tidak pernah puas, jika tidak diberi,selalu menuntut. Tidak mensyukuri pemberian, selalu mengharap tambahan. Melarang, tetapi dia terus melakukan. Menyuruh sesuatu yang tidak dia lakukan. Mencintai orang saleh,tetapi tidak beramal seperti mereke. Benci terhadap orang yang melakukan dosa,padahal dia selalu melakukannya. Takut terhadap kematian,kerana banyaknya dosa yang dia lakukan.

Ketika sakit, dia sangat menyesal. Ketika sehat, dia merasa aman untuk berbuat dosa. Merasa sombong ketika diberi maaf. Berputus asa bila ditimpa cobaan. Ketika diuji dengan musibah, dia berdoa seperti orang yang sangat memerlukan. Ketika dalam keadaan lapang, dia berpaling dengan kesombongan. Dia dikalahkan oleh hawa nafsu melebihi dugaannya. Dia tidak mampu menundukkan hawa nafsunya. Dia takut menghadapi orang lain walau kerana sedikit kesalahan. Dia selalu mengharapkan imbalan melebihi amal yang dia lakukan.

Ketika diberi kekayaan, dia masih merasa kurang dan merasa selalu mendapat cobaan. Ketika dalam keadaan fakir, dia berputus asa dan takut menghadapi mati. Jika beramal, dia melakukannya sedikit saja. Ketika bertanya, dia ber tele-tele(buat bodoh). Dia selalu berbuat maksiat dan menunda-nunda taubat.

Subhanallah

Selasa, 10 Juni 2014

Nasehat menjelang Musim Ketaatan (romadhon)


Bismillah,
Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity -hafidzahullah- ditanya, "Wahai syaikh.. Dengan amalan apa anda menasehati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan (romadhon)...?

Syaikh menjawab:
"Sebaik-baik amalan yang dilakukan dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak istigfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Allah (untuk melakukan ketaatan).
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.

Istigfar merupakan benteng aman yang tersisa bagi kita (dari adzab Allah) sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ibnu katsir -rahimahullah- berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istigfar....)

Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengatakan, "Bila engkau berdo'a dan waktu begitu sempit sementara dadamu dipenuhi hajat yang begitu banyak, maka jadikan seluruh isi do'amu agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.
Ya Allah..Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami.

"Barangsiapa yg beristighfar maka Allah akan menganugrahkan kebahagiaan dr setiap duka yg menimpanya, akan memberi jalan keluar dr setiap kesempitan dan memberi rizki dr jalan yg tdk disangka sangka". (HR. Ibnu Madjah)

"Barangsiapa yg mengucapkan istighfar di awal hingga akhir siang dan malam maka ia adalah ahli surga". (HR. Bukhari)

Senin, 09 Juni 2014

Cukuplah dgn Al Quran

"Siapa yang tidak cukup dengan Al Quran, Allah tidak akan membuatnya cukup dengan yang lain (Ibn Al Qayyim)"

" Tidaklah seorang berprasangka kepada Allah, melainkan akan Dia beri sesuai prasangkanya" (Ibn Mas'ud)

Rabu, 04 Juni 2014

Istri yg di ridhoi suami

Perih, penat, sakit seorang istri dalam menjaga rumah tangga dan harta keluarga dan amanah dari suami yang ridho maka Allah gantikan dgn jannah dan bertemu dgn Rabb di mihrabnya.
= subhanallah = 

Senin, 02 Juni 2014

La Tahan...

لا تحْزن إذا أرهقتك الهُموم .. وضاقت بك الدّنيا بما رحُبت .. فربّما أحبّ الله أن يسْمع صوتك وأنتَ تدعوه .. ! . (محمد الشعراوي)
Jangan sedih ketika kebingungan melandamu..Dunia terasa sempit bagimu..Mungkin Allah ingin mendengar suaramu tuk Berdoa kepada-Nya (Imam Sya'rawy RA)...#Subhanallah

Rabu, 28 Mei 2014

Istri Yg Baik

Istri yang Baik

Fadly - Sabtu, 8 Safar 1429 H / 16 Februari 2008 06:09

Sangat penting bagi seorang laki-laki untuk mengerti kualitas dan sifat-sifat seorang wanita sebelum dia dipertimbangkan sebagai seorang istri. 

Dilaporkan dalam Musnad Imam Ahmad, dari Sa'ad bin Abi Waqqas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Tiga sebab kebahagiaan anak Adam dan tiga hal penyebab penderitaan. Penyebab kebahagiaan anak Adam adalah : (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus dan (3) Kendaraan yang bagus. Hal yang menyebabkan menderita : Istri yang jelek, rumah yang buruk dan kendaraan yang buruk."

Dilaporkan juga dalam Shahih al-Jaami' bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Empat hal yang menyebabkan kebahagiaan: (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus, (3) Tetangga yang baik, dan (4) Kendaraan yang bagus. Empat hal yang menyebabkan menderita: Istri yang buruk, tetangga yang buruk, kendaraan yang jelek dan rumah yang sempit/kecil."

Sangat penting dan perlu atas seorang laki-laki untuk melihat seorang wanita yang bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik bagi anak-anaknya (di masa depan). Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah)." (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No. 1467)

Saat ini sangat sulit untuk menemukan istri yang baik karena dia merupakan harta benda yang jarang ditemukan. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu 'Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:

"Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya."

Hadits ini merupakan pernyataan yang jelas bahwa istri yang baik adalah orang (1) yang membuat senang dan bahagia hati suami ketika suaminya melihatnya, (2) mematuhi suaminya ketika dia memerintah mengerjakan sesuatu, dan (3) melindungi kehormatannya, rahasianya, keluarga (anak-anak) dan hartanya ketika suami tidak ada di sisinya.

Diriwayatkan dalam Shohih al-Jaami' bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Hati yang bersyukur, lisan yang mengingat Allah dan istri yang baik (zaujah shalihah) yang akan menolong kamu dalam urusan hidupmu dan agamamu, inilah harta benda terbaik yang dapat dimiliki manusia."

Sangat penting bagi seorang wanita-orang yang akan menjadi istrimu dan membantu kamu menegakkan dien (agama) memiliki sifat-sifat dan kualitas tersebut sebelum kamu mempertimbangkan/memutuskan untuk menikahinya.

Allah meminta kita untuk menikah dengan orang yang baik, shalehah dan bertaqwa:

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS An-Nur: 32)

Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman tentang sifat-sifat wanita jannah (surga):

"Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS An-Nisaa': 34)

Shalihat artinya mereka adalah wanita yang baik agamanya. Qaanitaat artinya mereka patuh terhadap suaminya. Dan Haafizaat lil-Ghaib artinya mereka menjaga harta, kekayaan, anak-anak suaminya dan seterusnya tatkala suaminya pergi.

Dilaporkan dalam Mu'jam ath-Thabraani al-Kabiir dan Shahih al-Jaami', dari Abdullah bin Salaam Radliallahu Anhu bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu."

Wanita yang patuh (taat) kepada Allah, Rasul-Nya dan suaminya maka tidak diragukan lagi dia layak mendapatkan jannah. Dilaporkan dalam Musnad al-Imaam Ahmad bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :

"Jika seorang wanita menegakkan sholat 5 waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kesuciannya dan mematuhi suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di hari pengadilan), masuklah ke dalam surga dari pintu yang kamu sukai."

Oleh karena itu, sifat-sifat dari wanita yang baik yang telah disebutkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala dan Rosul-Nya adalah:

* Shaalihat, mereka melaksanakan dien dan memiliki dien/agama yang baik

* Qaanitaat (mutii'aat), patuh kepada suaminya sepanjang dia tidak memerintahkan untuk tidak patuh kepada Allah.

* Menjaga diri mereka tatkala suaminya tidak ada

* Menjaga harta, kekayaan dan anak-anak suami

* Membahagiakan hati suami (yaitu dengan aktif untuk menyayangi dan bersosialisasi dengannya)

Dilaporkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :

"Wanita (pada umumnya) dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, karena statusnya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang baik agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir-pasir (kebaikan)." (Shahih Muslim, Hadist No. 1466)

Taribat Yadaak (maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir) artinya bahwa jika seseorang memilih seorang wanita yang memiliki kebaikan dien dalam pernikahan mereka maka tangan mereka akan dipenuhi kebaikan dan mereka menjaga diri mereka dari sesuatu yang tidak menyenangkan hidup.

Jika seorang wanita memiliki agama yang baik, maka dia akan membawa ketenangan di rumahnya dan akan menyebabkan kebahagiaan pada suaminya. Dia akan menjadi lahan yaitu melahirkan anak-anak yang baik dan mereka akan mewarisi sifat-sifatnya dan karakter-karakternya. Bagaimanapun, jika dia menyimpang maka anak-anaknya akan mewarisi karakternya yang buruk dan personalitasnya, pernikahan akan mengalami petaka kegagalan, adapun suami akan gagal memenuhi apa yang diperintahkan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala yaitu untuk memilih wanita yang baik.

Wanita yang baik akan selalu menyesuaikan apa yang dia katakan dengan lakukan, dia adalah penjaga harta suaminya, rahasianya, kehormatan dan reputasinya. Reputasinya sebagai seorang wanita yang baik akan membawa kehormatan kepada keluarga.

Tidak diragukan, kecantikan, karakternya, personalitas, ketaqwaan dan agamanya melebihi kecantikan wajah dan fisiknya yang nampak. Hal tersebut akan tinggal selamanya. Adapun kalau kecantikan wajah maka akan berubah (yaitu kerena faktor usia) hanya dalam ukuran tahun.

Untuk wanita yang buruk akhlaqnya, kalau dia tua maka dia akan mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia masih muda dan merasa seperti wanita-wanita yang berumur belasan tahun. Dia tidak akan punya waktu untuk membaca Al-Qur'an, mengurus anak-anak atau bahkan suaminya. Sebaliknya dia akan berada di depan kaca, menggunakan make-up, dan mencoba menyembunyikan keriput dan noda-noda di wajahnya.

Wanita yang baik, akan selalu ingat akan tanggung jawab terhadap suaminya dan kewajibannya kepada Allah. Dia akan selalu mengingatkannya untuk sholat, mendorongnya untuk berdakwah dan mendukung jihad serta mengerjakan kewajiban-kewajibannya tanpa diminta. Jika suaminya baik maka suaminya akan memenuhi kebutuhannya dan memperhatikannya, dia tidak akan pernah melirik wanita lain karena istrinya tertambat di dalam hatinya.

Abdullah bin Rawaahah Radliallahu Anhu memiliki seorang budak hitam. Dia pernah memukulnya dan kemudian dia merasa bersalah karena telah melakukannya. Dia kemudian pergi menemui Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam dan mengatakan kepadanya apa yang terjadi. Nabi bertanya kepada Abdullah tentang gambaran karakternya. Abdullah menginformasikan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bahwa dia (budak wanitanya) berpuasa, sholat dan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bertanya lagi, "Berarti dia adalah seorang yang beriman." Abdullah Radliallahu Anhu berkata, "Saya akan pergi untuk membebaskannya dan menikahinya."

Ada beberapa orang yang mulai mencela Abdullah karena menikahi seorang budak wanita, karena mereka masih sering melirik orang-orang kafir untuk mereka nikahi. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala kemudian menurunkan ayat :

"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu." (QS. Al-Baqarah, 2:221)

Dilaporkan juga bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan wanita berkulit hitam yang berada di bawah kekuasaan Hudaifah bin al-Yaman Radliallahu Anhu. Hudaifah berkata kepada Khansaa', budak wanitanya : "Wahai Khansaa', Allah telah berfirman tentang kamu. Oleh karena itu, saya akan membebaskanmu, kemudian menikahimu."

Dalam ayat ini subyek utamanya adalah agama yang baik. Kecantikan tubuh atau wajah bersifat subyektif tiap orang. Beberapa orang menyukai wanita dengan hidung yang mancung, yang lainnya menyukai wanita dengan hidung yang pendek. Beberapa orang juga menyukai wanita yang bermata lebar, adapun yang lain lebih tertarik pada wanita yang bermata sipit. Beberapa laki-laki menyukai wanita yang besar, yang lainnya menyukai yang langsing. Beberapa diantaranya menyukai wanita yang pendek, yang lainnya suka yang tinggi. Jadi kecantikan itu tergantung mata yang melihat. Apakah keumuman setiap laki-laki menyukai wanita yang baik agamanya, personalitas dan karakternya? Atau lebih menyukai wanita yang cantik di luar sana akan tetapi dia suka menyumpah, berteriak-teriak dan memiliki karakter yang buruk?

Dilaporkan dalam Shohih Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Tiga orang yang akan mendapatkan pahala ganda yaitu:

(1) Seseorang dari golongan ahlul kitab (Yahudi atau Nasrani) yang beriman kepada nabinya (Isa atau Musa) kemudian beriman kepada Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam (yaitu masuk Islam).

(2) Seorang budak yang memenuhi kewajibannya kepada Allah dan juga kepada majikannya.

(3) Seorang majikan (pemilik budak) yang memiliki budak wanita kemudian mengajarinya jalan yang terbaik (dien/agama), membebaskannya kemudian menikahinya. Bagi dirinya (orang majikan tersebut) akan mendapatkan 2 pahala."

(Kitab Ilmu, Bab 31, Hadist No. 97).

Pasangan yang terbaik dalam hidup ini adalah wanita yang beriman (muslim) dengan kebaikan agamanya maka ia akan dapat menolong suaminya untuk menempuh kehidupan yang sesuai dengan Islam.

Istri yang baik adalah seperti Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anhu, istri Nabi Salallahu Alaihi Wasallam, wanita yang mengimaninya ketika orang-orang mengkufurinya; mempercayainya ketika orang-orang tidak mempercayainya; menerima apa yang beliau katakan ketika orang-orang mengingkarinya; melindunginya ketika beliau membutuhkannya; menolongnya ketika orang-orang mencoba untuk mencelakakannya. Khadijah mendampinginya dalam kehidupan yang susah maupun senang.

Wanita yang baik adalah seperti Asma' binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, wanita yang sangat bangga akan agamanya. Dia mengirimkan anak laki-lakinya ke jalan surga dengan syahid, dan dia mendorongnya untuk berdiri teguh di depan Thaghut sampai mati dengan kematian yang mulia.

Istri yang baik adalah seperti Shafiyyah binti Abdil Muthalib Radhiyallahu Anhu, wanita yang sibuk ke medan perang untuk memerangi Yahudi yang ingin menyerang kehormatan orang-orang yang beriman.

Istri yang baik adalah seperti Sahaabiyyah Khansaa' Radhiyallahu Anhu, wanita yang mengirim semua anak laki-lakinya yang berjumlah 4 untuk pergi berjihad. Ketika datang berita bahwa keempat anak laki-lakinya syahid, dia berkata: "Terima kasih ya Allah karena telah menjadikan mereka semua syahid dan aku berdo'a agar aku dapat bertemu dengan mereka di hari pengadilan nanti!"

Istri yang baik adalah Waluud yang artinya dia ingin memiliki anak. Dia bukanlah seseorang yang mengatakan, "Aku ingin menjaga penampilanku dan tidak ingin memiliki anak." Istri yang baik adalah orang yang ingin memiliki banyak anak.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Menikahlah dan perbanyaklah anak-anakmu, sesungguhnya aku akan membanggakan kamu di hari pengadilan nanti." (Shahih al-Jaami', Hadist No. 3366)

Jadi tujuan dari pernikahan bukan hanya untuk memperoleh kenikmatan akan tetapi juga untuk meneruskan ras manusia.

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS Al-Kahfi: 46)

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala juga berfirman:

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali Imran: 14)

Ada banyak hal yang diingini oleh manusia-manusia: wanita, anak-anak, emas, perak (harta), kuda dan seterusnya; akan tetapi apa yang Allah berikan kepada kita di akhirat adalah jauh lebih baik.

Dalam Surat Maryam dikatakan bahwa Zakariyyah Alaihi Salam memohon kepada Allah:

"Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." (QS Maryam: 4-6)

Jadi alasan menikah adalah memiliki anak. Inilah kenapa sangat penting bagi wanita untuk memahami hal ini sebelum dia menikah, yaitu dia diharapkan untuk memiliki anak, bukan untuk menyelesaikan pendidikannya atau belajar mengendarai mobil.

Jika dia tidak tahu bagaimana cara untuk memasak, bersih-bersih, mencuci atau menjahit, tidak juga ingin memiliki anak, lantas untuk apa dia sebagai seorang istri?

Wanita yang baik adalah yang lembut, bijaksana dan lemah lembut. Jika suaminya berbicara kepadanya, dia tidak membantah atau berteriak kembali kepadanya. Sekiranya dia seorang istri, dia bukanlah pegulat atau petinju.

Mukmin yang baik, suami yang baik dan istri yang baik akan meminta dan memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang sholeh:

"Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Furqaan: 74)

Bahkan malaikat-malaikat beristighfar dan memohonkan ampun kepada Allah untuk manusia, istrinya dan anak-anaknya serta menjadikan mereka bahagia:

"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al-Mu'min: 8)

Kenikmatan dunia adalah istri dan anak. Jika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak disebabkan dia sakit maka ini bukanlah kekuasaan-Nya. Akan tetapi jika dia sangat menginginkan untuk memiliki anak maka dia adalah wanita yang baik agamanya. Dia tidak harus cantik (sesuai dengan pandangan beberapa orang), akan tetapi dia dapat menawan hati suaminya dengan karakternya dan personalitasnya. Daripada menggunakan kecantikannya akan tetapi di setiap waktu dia berbicara dengan suara seperti George Bush atau Khaddafi.

Dilaporkan dalam Sunan Abu Dawud bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam dan berkata kepadanya, "Aku mencintai seorang wanita yang baik nama (statusnya) yaitu cantik, akan tetapi tidak bisa punya anak. Apakah anda menyarankan aku untuk menikah dengannya?" Nabi Salallahu Alaihi Wasallam berkata, "Jangan." Laki-laki tadi datang kembali 2 kali akan tetapi setiap kesempatan Nabi Salallahu Alaihi Wasallam menjawabnya, "Jangan." Setelah waktu yang ketiga kalinya Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Nikahilah wanita yang waduud (patuh, takut kepada suami) dan waluud (bisa punya anak). Aku akan membanggakan kamu (di hari pengadilan nanti)." (Sunan Abu Dawud, Kitabun Nikaah, Hadist No. 2050)

Wanita yang waluud yaitu bisa punya anak dan memiliki kesehatan yang bagus. Biasanya jika ibunya atau bibinya punya anak banyak maka dia akan mampu memiliki anak juga.

Wanita yang waduud adalah wanita yang bijaksana dan baik terhadap suaminya. Dia tersenyum kepadanya, berbicara dengan bijak dan ingin suaminya menjadi bahaga. Dia akan tersenyum dengan cinta dan kasih sayang.

Dilaporkan dalam hadits shahih al-Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Di antara semua wanita-wanita yang menunggang onta (yaitu wanita-wanita Arab); wanita dari Bani Quraisy adalah yang terbaik. Mereka penyayang dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan penjaga terbaik atas kekayaan suami mereka." (Al-Bukhari, Kitab 60, Bab 46, Hadist No. 3434)

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menggambarkan mereka sebagai yang terbaik karena mereka lemah lembut dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan secara otomatis akan disayang dan diridhai suami mereka.

Wanita yang baik adalah penjaga dan pelindung harta kekayaan dan rahasia-rahasia suami mereka. Apa yang suaminya katakan terhadapnya secara pribadi, dia tidak seharusnya mempublikasikan atau mengatakan kepada temannnya.

Mudah untuk mendapatkan suami yang baik saat ini, akan tetapi tidak mudah untuk mendapatkan istri yang baik.

Istri yang baik akan mengikuti pendapat (hukum) dari suaminya, bukan dengan pendapatnya sendiri. Dia tidak akan mengatakan kepadanya, "Kamu dapat merayakan I'ed hari ini, akan tetapi aku akan merayakannya besok."

Seorang suami tidak akan pernah hidup dalam ketenangan jika menikah dengan wanita yang agamanya sesat, seorang Habashi, Deobandi atau Tahriiri. Inilah kenapa begitu penting bagi dirinya untuk menikahi seorang wanita yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (mengikuti nabi dan sahabat-sahabatnya).

Keduanya idealnya memiliki agama yang sama dan aqidah (keyakinan) yang sama. Jika seorang istri mengimani bahwa Allah berada di atas 'Arsy-Nya, sementara suaminya mengimani bahwa Allah ada dimana-mana, maka akan selalu terjadi perselisihan pendapat dan debat argumen, adapun pernikahannya tidak akan bisa melakukan kerjasama diantara keduanya.

Agama yang baik bukan hanya shalat atau berpuasa. Jika seorang laki-laki memiliki agama yang baik, dia akan mengimani bahwa Yahudi dan Nasrani adalah kafir, dan jika wanita memiliki agama yang buruk maka dia akan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman.

Lebih lanjut, wanita tersebut akan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah negara sekuler, dimana pikiran-pikiran mereka akan diracuni dengan pemikiran kufur.

Jika seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita Barelwi atau pelaku bid'ah maka istrinya akan mengajarkan anak-anaknya untuk menyembah kuburan dan meminta bantuan dari orang yang sudah meninggal dunia.

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS Ar-Ruum: 21)

Bagaimana mungkin akan ada ketenangan dalam pernikahan jika istrinya menekan suaminya untuk membelikannya baju-baru baru, sepatu berhak tinggi, tas dan barang-barang perhiasan setiap hari? Setiap hari dia butuh waktu berjam-jam untuk bermake-up (berhias) dan jika suaminya mengomentarinya mengenai satu hal maka dia akan membuat hidup suaminya sedih. Itu bukanlah sifat seorang istri yang seharusnya.

Wanita butuh untuk meraih cinta dari suaminya dan menginginkan untuk dapat meraih surga melaui taat pada suaminya. Dia akan memasak untuknya, membersihkan baju-bajunya, menyetrika pakaian-pakaiannya dan menyiapkan makanan. Dia bukanlah seorang budak atau pembantu, akan tetapi ini adalah peran normal dari seorang istri.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Aku akan informasikan kepadamu tentang wanita ahli surga! (mereka adalah) waduud (penuh kasih sayang dan sayang kepada suami mereka), waluud (subur) dan bermanfaat. Jika dia berpamitan kepadamu maka dia akan mengatakan, "Disini tanganku yang ada dalam tanganmu. Saya tidak bisa tidur hingga kamu senang." (Shohih al-Jaami')

Hadits ini menggambarkan seorang wanita jannah (surga) yang digambarkan sebagai seorang yang tidak akan beranjak tidur (setelah berpamitan kepada suaminya) hingga dia memegang tangannya dan berkata, "Saya akan beranjak tidur hingga kamu ridha terhadapku." Atau hingga dia dimaafkan. Di manakah macam wanita jenis ini sekarang ini? Sekarang, jika suami berpamitan kepada istrinya maka istrinya akan mengatakan kepadanya pergilah ke neraka dan membuat suaminya tidur dalam kebun.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menyarankan para pengikut-pengikutnya untuk menikah dengan wanita yang perawan. Konsep ini memberi tekanan bagi seorang wanita agar mempertimbangkan dengan benar masalah perceraian karena dia akan mengetahui bahwa akan sulit baginya untuk menikah lagi.

Inilah salah satu cara bahwa Islam melindungi keluarga; seorang istri tidak bisa lari hanya karena dia tidak memiliki televisi (sebagai contoh) karena dia tahu bahwa perceraian adalah sebuah pantangan dalam pernikahan.

Saat ini jika seorang suami mencoba menasehati disiplin kepada istrinya maka istrinya akan berteriak kepadanya atau berpikir bahwa suaminya mencoba untuk mengontrolnya.

Lebih lanjut jika dia (suaminya) berpamitan kepada istrinya maka dia tidak akan menemaninya karena dia pergi untuk melihat TV dan melihat laki-laki lain yang dia sukai.

Pada masa lalu, seorang ibu menasehati anak perempuannya, "Jadilah sebagai pembantu/hambanya, maka dia akan menjadi hambamu. Jadilah lahannya, dan dia akan menjadi akarmu."

Saya berdoa kepada Allah semoga pelajaran ini dapat memberi pencerahan atas kriteria untuk memilih patner yang baik. Selalu perhatikanlah kebaikan agamanya karena orang yang mengetahui hukum syari'ah maka diapun juga akan mengetahui mana yang halal dan yang haram.

Wallahu'alam bis showab!

Jadikan Dunia Bekal Akhirat

Betapa baiknya dunia ini sebagai tempat tinggal bagi orang yang menjadikannya sebagai bekal untuk akhirat dan menyebabkan Allah Ridha.  Dan betapa buruknya dunia ini sebagai tempat tinggal bagi orang yg terpikat dgnnya sehingga melalaikannya dari akhirat,  dan menyebabkan kelalaiannya dalam mencari ridha Allah. ( Kanzul 'Ummal)

Selasa, 27 Mei 2014

Syair sayyidina Ali R.A. Utk Sayyidah Fatimah R.A

Bismillahirahmannirrahiim
ﺍﺣﺒﻚ ﻣﺜﻠﻤﺎ ﺍﻧﺘﻲ
Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu
ﺍﺣﺒﻚ ﻛﻴﻔﻤﺎ ﻛﻨﺘﻲ
Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻬﻤﺎ ﺻﺎﺭ
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro
Apapun yang terjadi dan selamanya
ﺍﻧﺘﻲ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺍﻧﺘﻲ
Antii habiibatii anti
Engkaulah cintaku
ﺯﻭﺟﺘﻲ
Zaujatii
Duhai istriku
ﺍﻧﺘﻲ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺍﻧﺘﻲ
Antii habiibatii anti
Engkaulah kekasihku
ﺣﻼﻟﻲ ﺍﻧﺖ ﻻ ﺍﺧﺸﻰ ﻋﺰﻭﻻ ﻫﻤﻪ ﻣﻘﺘﻲ
ﻟﻘﺪ ﺍﺫﻥ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻟﻨﺎ ﺑﻮﺻﻞ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﺒﺘﻲ
Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu
maqti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin
ghoiri
munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli
celaan orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya.
ﺳﻘﻴﺖ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻲ ﺑﺤﺴﻦ ﺍﻟﻔﻌﻞ
ﻭﺍﻟﺴﻤﺖ ﻳﻐﻴﺐ
ﺍﻟﺴﻌﺪ ﺇﻥ ﻏﺒﺖ ﻭﻳﺼﻔﻮ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﺇﻥ ﺟﺌﺖ Saqoitil
hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in
ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan
indahnya perangaimu. Kebahagiaanku lenyap
ketika kamu menghilang lenyap ,
Hidupku menjadi terang ketika kamu disana.
ﻧﻬﺎﺭﻱ ﻛﺎﺩﺡ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻋﺪﺕ ﻟﻠﺒﻴﺖ
ﻟﻘﻴﺘﻚ ﻓﺎﻧﺠﻠﻰ ﻋﻨﻲ ﺿﻨﺎﻯ ﺍﺫﺍ ﻣﺎ ﺗﺒﺴﻤﺖ Nahaarii
kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa
tabassamti
Hari2ku berat sampai aku kembali ke rumah
menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu
Tersenyum.
ﺗﻀﻴﻖ ﺑﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﺫﺍ ﺑﻬﺎ ﻳﻮﻣﺎ ﺗﺒﺮﻣﺘﻲ ﻓﺄﺳﻌﻰ ﺟﺎﻫﺪﺍ
ﺣﺘﻰ ﺍﺣﻘﻖ ﻣﺎ ﺗﻤﻨﻴﺘﻲ
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman
tabarromti
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa
tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka
aku akan berusaha keras untuk hilangkan
rasa sedihmu.."

Minggu, 25 Mei 2014

Ibu Baik

#IBUBAIK MELAHIRKAN GENERASI BAIK

1| Ibu adalah madrasah pertama seorang anak, dan AYAH adalah kepala sekolahnya

2| Hak anak terhadap AYAHnya adalah mendapatkan #ibubaik. Sehingga awal menikah, AYAH bukan sekedar mencari istri namun juga ibu bagi anaknya nanti

3| Rasulullah mengatakan : nikahilah wanita yg subur (walud) dan punya jiwa pengasuhan (wadud). Ini standar dasar mencari #ibubaik untuk anak

4| Keluarga nabi nuh jadi ibrah. Betapapun beliau seorang nabi, tak mampu ajak anaknya kepada jalan Allah. Bermula dari istri yg bukan #ibubaik

5| Sementara keluarga Ibrahim dijadikan Allah sebagai teladan. Ibrahim yg super sibuk melahirkan generasi berkualitas. Bermula dari #ibubaik

6| Seorang Imran yg bukan Nabi pun digelari sbg keluarga terbaik. Tersebab pilihan ia memilih seorang wanita utk jadi #ibubaik bagi anaknya

7| Adalah Hana binti Fakhudz profil #ibubaik yg melahirkan anak wanita baik bernama maryam. Ditinggal mati oleh Imran saat mengandung anaknya

"" Saat hamil, ia jaga lisan dan pikiran dari hal yg dibenci Tuhan. Hingga ia hanya berharap satu hal : anaknya kelak jadi hamba yg taat

9| Tak sedikitpun keluar kalimat buruk dari lisannya saat hamil. Sebab keburukan lisan saat hamil mmpengaruhi kejiwaan anak saat lahir

10| Tak ada pikiran nakal saat anak dalam kandungan. Sebab pikiran jahat saat hamil memberi peluang setan tuk jadi teman anak saat lahir

11| Hana adalah contoh bagaimana seorang #ibubaik hendaklah jaga pikiran, tindakan dan lisannya dari hal buruk saat hamil agar tak pengaruhi jiwa anak

12| Dan usaha hana terbukti. Lahirlah sosok maryam yg Allah pilih sebagai wanita suci. Wanita yg terbaik dan pilihan di masanya

13| Kalaulah saat hamil, hana hanya pikirkan uang, popularitas dan kecantikan untuk bayinya. Bisa jadi, akan lahir anak yg gila dunia

14| Maka sekali lagi, penting bagi ibu yg sedang hamil untuk jaga lisan, pikiran dan tindakannya dari hal-hal yang tidak disukai Allah

15| Tugas AYAH saat ibu hamil adalah menjaga agar apa-apa yg diucap dan dipikirkan oleh istrinya adalah hal yang baik-baik

16| Jika ibu hamil ngidam, maka pastikan bahwa ngidamnya adalah sesuatu yg baik. Misalnya ngidam umroh dan haji. Itu ngidam yg baik ""

17| Ibu hamil jangan ngidam yg aneh-aneh. Semisal ngidam jadi personil JKT48 "". Agar si bayi kelak tidak berbuat yg aneh-aneh saat lahir

18| Termasuk hindari kebiasaan atau tradisi yg bertentangan dengan syariat. Agar anak sejak dalam kandungan benar-benar dididik jadi anak taat

19| Kembali ke profil hana sebagai #ibubaik yg kisahnya diabadikan dalam quran. Beliau lalui proses kehamilan dgn baik hingga anak terlahir ke dunia

20| Anak yg semula diharap lelaki ternyata adalah wanita. Tak muncul protes atau keluh kesah kepada Allah. Yang ada hanyalah rasa syukur

21| Bersyukur kepada Allah terhadap apapun kondisi bayi saat kelahiran adlh adab dan ciri dari #ibubaik. Jangan kotori dengan keluh kesah apalagi umpatan

22| #ibubaik meyakini bahwa setiap bayi yg lahir punya rencana hidup masing-masing yg ditetapkan Allah. Maka tak ada alasan utk berkeluh kesah

23| Pun saat anak telah lahir, hana sbg profil #ibubaik dalam quran juga memikirkan hak anak utk dapat pengasuhan AYAH selepas imran tiada

24| Hana paham bahwa di usia dini seorang anak tidak hanya butuh figur ibu tapi juga AYAH. Agar memiliki karakter tangguh di masa depan

25| Terpilihlah Nabi Zakaria yg masih kerabat sebagai AYAH asuh bagi anaknya maryam. Hana sebagai single parent menitipkan hak asuh kepadanya

26| Sehingga sosok maryam sebagai wanita terbaik di masanya, tak lepas dari peran AYAH mengasuh di masa kecil. Ini jadi perhatian bagi kita

27| #ibubaik tetap memikirkan agar anaknya tetap dapat figur AYAH di masa kecil yg ajarkan kemandirian, keberanian dan ketegasan

28| Status single parent tak jadi alasan utk mengabaikan hak anak terhadap kebutuhannya akan figur AYAH

29| #ibubaik bisa meminta kerabat terdekat untuk menggantikan peran AYAH yg hilang bagi anak di usia dini. Hal ini pula yg dialami oleh Rasulullah

30| Selepas kepergian Abdullah saat Rasulullah dalam kandungan, nilai keayahan tidak terhenti. Beliau segera diasuh oleh kakek dan pamannya

31| Ini jadi pelajaran juga bagi para AYAH yg masih hidup, agar jangan kehilangan momen untuk mengasuh anaknya sedari dini

32| Agar tak muncul generasi ALAY alias Anak kehiLangan AYah. Ada ayah tapi serasa yatim. Ayah tak pernah bermain dengannya di masa kecil

33| Maryam contoh anak yatim yg sukses. Sebab saat lahir ia tak kehilangan figur AYAH. Ada nabi zakaria yg jadi ayah asuhnya

34| Kisah lengkap tentang profil #ibubaik yakni istri imran ini ada di dalam Quran surah ali imran ayat 33 - 41. Sila ditadabburi

35| Semoga makin banyak #ibubaik di negeri ini. Begitu juga ayah baik. Agar muncul generasi berkarakter tangguh di masa depan. Sekian

Subhanallah 

Jumat, 23 Mei 2014

Renungan Jumat

Peliharalah harta hartamu dengan berzakat, dan obatilah penyakit penyakitmu dengan bershodaqoh, dan hadapilah segala gelombang musibah dan penderitaan dgn banyak banyak mendekatkan diri dengan kerendahan diri kpd Allah dgn banyak berdoa kepada Allah ( Al Hadits )

Jumat, 02 Mei 2014

Motivasi Jumat

Jumat Barokah


Jika Allah mencintai seseorang, maka Dia akan mengujinya. Jika ia sabar, Allah akan memilihnya. Jika ia ridho, Allah akan mensucikannya. Wahai pejuang Allah, surga telah menanti. Jika kita rasakan beratnya kaki menapak dan letihnya bersabar, itulah indikasi jawaban dari pertanyaan "mengapa perjuangan itu pahit?" Tentu karena surga itu manis. Janganlah meminta Allah untuk meringankan bebanmu, tapi mintalah Allah untuk menguatkan pundakmu. Dalam kesakitan teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan .. Semoga Istiqamah ! (Ahmad bin Hanbal) Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutanlah yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah, dan jangan pernah menyerah untuk mencoba! Maka janganlah katakan pada Allah. "Aku punya masalah!" Namun katakanlah pada masalah itu, "Aku punya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.                   

Salam Perubahan, UniQ
www.shalatdahsyat.com

Rabu, 30 April 2014

Puasa Rajab

Puasa Rajab

ﺳَﻌِﻴﺪَ ُ ﺳَﺄَﻟْﺖ َ: ﻗَﺎل ُّ ، اﻷَﻧْﺼَﺎرِي ٍ ﺣَﻜِﻴﻢ ُ ﺑْﻦ ُ ﻋُﺜْﻤَﺎن ﺣَﺪﱠﺛَﻨَﺎ ٍ. رَﺟَﺐ ﻓِﻲ ٍ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬ ُ وَﻧَﺤْﻦ ٍ؟ رَﺟَﺐ ِ ﺻَﻮْم ْ ﻋَﻦ ٍ ﺟُﺒَﻴْﺮ َ ﺑْﻦ ﻛَﺎنَ ُ: ﻳَﻘُﻮل ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ُ اﻟﻠّﻪ َ رَﺿِﻲ ٍ ﻋَﺒﱠﺎس َ اﺑْﻦ ُ ﺳَﻤِﻌْﺖ َ: ﻓَﻘَﺎل ﺣَﺘﱠﻰ ُ وَﻳُﻔْﻄِﺮ ُ. ﻳُﻔْﻄِﺮ َﻻ َ: ﻧَﻘُﻮل ﺣَﺘﱠﻰ ُ ﻳَﺼُﻮم ِ اﻟﻠّﻪ ُ رَﺳُﻮل ُ. ﻳَﺼُﻮم َﻻ َ: ﻧَﻘُﻮل

Sesungguhnya Ustman Ibn Hakim Al-" Anshori, berkata: "Aku bertanya kepada Sa'id Ibn Jubair tentang puasa di bulan Rajab dan ketika itu kami memang di bulan Rajab", maka Sa'id menjawab: "Aku mendengar Ibnu 'Abbas berkata: "Nabi Muhammad SAW berpuasa (di bulan Rajab) hingga kami katakan beliau tidak pernah berbuka di bulan Rajab, dan beliau juga pernah berbuka di bulan Rajab, hingga kami katakan beliau tidak (berpuasa di bulan Rajab." (H.R Muslim

Dari riwayat tersebut di atas bisa dipahami bahwa Nabi SAW pernah berpuasa di bulan Rajab dengan utuh, dan Nabi-pun pernah tidak berpuasa dengan utuh. Artinya di saat Nabi SAW meninggalkan puasa di bulan Rajab itu menunjukan bahwa puasa di bulan Rajab bukanlah sesuatu yang wajib . Begitulah yang dipahami para ulama tentang amalan Nabi SAW, jika Nabi melakukan satu amalan kemudian Nabi meninggalkannya itu menunjukan amalan itu bukan suatu yang wajib, dan .hukum mengamalkannya adalah sunnah

Dalil Kedua

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah :meriwayatkan ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﻋﻦ ٌ ﺣَﻤﱠﺎد أﺧﺒﺮﻧﺎ َ إﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞ ُ ﺑﻦ ﻣُﻮﺳَﻰ ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﻦ َ اﻟْﺒَﺎﻫِﻠﻴﱠﺔ َ ﻣُﺠِﻴﺒَﺔ ﻋﻦ ِ اﻟﺴﱠﻠِﻴﻞ أﺑﻲ ﻋﻦ ِّ اﻟْﺠُﺮَﻳْﺮِي ﻋﻠﻴﻪ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ َ رَﺳُﻮل أﺗﻰ ُ أﻧﱠﻪ : » ﻋَﻤﱢﻬَﺎ ْ أو ، أﺑِﻴﻬَﺎ ﺣَﺎﻟُﻪُ ْ ﺗَﻐَﻴﱠﺮَت ْ وَﻗَﺪ ٍ ﺳَﻨَﺔ َ ﺑَﻌْﺪ ُ ﻓَﺄﺗَﺎه َ اﻧْﻄَﻠَﻖ َّ ﺛُﻢ ، وﺳﻠّﻢ وَﻣَﻦْ : ﻗﺎل ؟ ﺗَﻌْﺮِﻓُﻨِﻲ أﻣَﺎ ﷲ َ ﻳَﺎرَﺳُﻮل : ﻓﻘﺎل ُ، وَﻫَﻴْﺌَﺘُﻪ : ﻗﺎل ِ، اﻷوﱠل َ ﻋَﺎم َ ﺟِﺌْﺘُﻚ اﻟﱠﺬي ُّ اﻟْﺒَﺎﻫِﻠﻲ أﻧَﺎ : ﻗﺎل َ؟ أﻧْﺖ أﻛَﻠْﺖُ ﻣَﺎ ُ ﻗُﻠْﺖ ِ؟ اﻟْﻬَﻴْﺌَﺔ َ ﺣَﺴَﻦ َ ﻛُﻨْﺖ ُ وَﻗَﺪ َ ﻏَﻴﱠﺮَك ﻓَﻤَﺎ ﺻﻠﻰ ﷲ ُ رَﺳُﻮل ﻓﻘﺎل ٍ، ﺑِﻠَﻴْﻞ َّ إﻻ َ ﻓَﺎرَﻗْﺘُﻚ ُ ﻣُﻨْﺬ ً ﻃَﻌَﺎﻣﺎ ﺷَﻬْﺮَ ْ ﺻُﻢ : ﻗﺎل َّ ﺛُﻢ َ، ﻧَﻔْﺴَﻚ َ ﻋَﺬﱠﺑْﺖ َ ﻟِﻢ وﺳﻠّﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﷲ ً، ﻗُﻮﱠة ﺑِﻲ َّ ﻓﺈن زِدْﻧﻲ : ﻗﺎل ٍ، ﺷَﻬْﺮ ِّ ﻛُﻞ ْ ﻣِﻦ ً وَﻳَﻮْﻣﺎ ِ اﻟﺼﱠﺒْﺮ ٍ، أﻳﱠﺎم َ ﺛَﻼَﺛَﺔ ْ ﺻُﻢ : ﻗﺎل ، زِدْﻧِﻲ : ﻗﺎل ِ، ﻳَﻮْﻣَﻴْﻦ ْ ﺻُﻢ : ﻗﺎل ﻣِﻦَ ْ ﺻُﻢ ْ، وَاﺗْﺮُك ِ اﻟْﺤُﺮُم َ ﻣِﻦ ْ ﺻُﻢ : ﻗﺎل ، زِدْﻧِﻲ : ﻗﺎل ﺑِﺄﺻَﺎﺑِﻌِﻪِ وَﻗﺎل ْ، وَاﺗْﺮُك ِ اﻟْﺤُﺮْم َ ﻣِﻦ ْ ﺻُﻢ ْ، وَاﺗْﺮُك ِ اﻟْﺤُﺮُم أرْﺳَﻠَﻬَﺎ َّ ﺛُﻢ ﻓَﻀَﻤﱠﻬَﺎ ِ اﻟﺜﱠﻼَﺛَﺔ

Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya" atau pamannya sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rasulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian dating lagi kepada rasulullah setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata : Yaa Rasululallah apakah engkau tidak mengenalku? Rasulullah SAW menjawab : siapa engkau? Dia pun berkata : Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu. Rasulullah SAW bertanya : apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar-bugar), ia menjawab : aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rasulullah SAW bersabda : mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan, lalu ia berkata : tambah lagi (yaa Rasulallah) sesungguhnya aku masih kuat. Rasulullah SAW berkata : berpuasalah 2 hari (setiap bulan), dia pun berkata : tambah lagi ya Rasulalloh. Rasulullah SAW berkata : berpuasalah 3 hari (setiap bulan), ia pun berkata: tambah lagi (Yaa Rasulallah), Rasulullah SAW bersabda :jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rajab, Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah dan Muharrom) dan jika engkau menghendaki maka tinggalkanlah, beliau mengatakan hal itu tiga kali sambil menggemgam 3 jarinya kemudian .membukanya

Imam nawawi menjelaskan hadits tersebut, Sabda Rasulullah SAW : "Berpuasalah di bulan haram kemudian tinggalkanlah "Sesungguhnya nabi saw memerintahkan berbuka kepadaorang tersebut karena dipandang puasa terus-menerus akan memberatkannya dan menjadikan fisiknya berubah. Adapun bagi orang yang tidak merasa berat untuk melakukan puasa, maka berpuasa dibulan Rajab seutuhnya adalah sebuah keutamaan. Majmu' Syarh Muhadzdzab juz 6 hal. 439

Dalil Ketiga

Hadits riwayat Usamah Bin Zaid ﻳَﺎ ُ: ﻗُﻠْﺖ َ: ﻗَﺎل ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ُ اﻟﻠﱠﻪ َ رَﺿِﻲ ٍ زَﻳْﺪ ِ ﺑْﻦ َ أُﺳَﺎﻣَﺔ ْ ﻋَﻦ ﻣَﺎ ِ اﻟﺸﱡﻬُﻮر َ ﻣِﻦ ٍ ﺷَﻬْﺮ ْ ﻣِﻦ ُ ﺗَﺼُﻮم َ أَرَك ْ ﻟَﻢ ِ اﻟﻠﱠﻪ َ رَﺳُﻮل ﻋَﻨْﻪُ ُ اﻟﻨﱠﺎس ُ ﻳَﻐْﻔُﻞ ٌ ﺷَﻬْﺮ َ ذاك َ: » ﻗَﺎل َ. ﺷَﻌْﺒَﺎن ْ ﻣِﻦ ُ ﺗَﺼُﻮم اﻷَﻋْﻤَﺎلُ ِ ﻓِﻴﻪ ُ ﺗُﺮْﻓَﻊ ٌ ﺷَﻬْﺮ َ وَﻫُﻮ َ، وَرَﻣَﻀَﺎن ٍ رَﺟَﺐ َ ﺑَﻴْﻦ ٌ«. ﺻَﺎﺋِﻢ وَأَﻧَﺎ ﻋَﻤَﻠِﻲ َ ﻳُﺮْﻓَﻊ ْ أَن ُّ وَأُﺣِﺐ َ، اﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ ِّ رَب إﻟَﻰ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ رواه

Aku berkata kepada Rasulullah : Yaa" Rasulallah aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya'ban. Rasulullah SAW menjawab : bulan sya'ban itu adalah bulan yang dilalaikan di antara bulan Rajab dan Ramadhan, dan bulan sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah SWT dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaaan aku berpuasa". ((HR. Imam An-Nasa'I Juz 4 Hal. 201

Imam Syaukani menjelaskan bahwa secara tersurat yang dipahami dari hadits yang diriwayatkan oleh Usamah, :Rasulullah SAW bersabda

Sesungguhnya Sya'ban adalah bulan" yang sering dilalaikan manusia di antara Rajab dan Ramadhan" ini menunjukkan bahwa puasa Rajab adalah sunnah sebab bisa difahami dengan jelas dari sabda Nabi Saw bahwa mereka lalai dari mengagungkan sya'ban dengan berpuasa karena mereka sibuk mengagungkan ramadhan dan Rajab dengan berpuasa". Naylul Author juz 4 hal 291

Dalam kitab Hawaasyi asy-syarwani ala :syarhil Muhtaj, juz.4 hal.631 disebutkan اﻟﺤﺮم اﻷﺷﻬﺮ ﺻﻮم ﻳﻨﺪب وﻏﻴﺮه اﻟﺠﺮﺟﺎﻧﻲ ﻗﺎل ﻛﻠﻬﺎ Al-jarjani dan ulama lainnya berkata bahwa berpuasa sebulan penuh di bulan-.bulan haram dianjurkan

Beberapa ulama salaf melakukan puasa di semua bulan haram, di antaranya: Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Subai'i. Imam Ats-Tsauri mengatakan, "Bulan-bulan haram, lebih aku cintai untuk dijadikan waktu .(berpuasa." (Lathaiful Ma'arif, hlm. 213 ﻣﻨﻬﻢ ﻛﻠﻬﺎ اﻟﺤﺮم اﻷﺷﻬﺮ ﻳﺼﻮم اﻟﺴﻠﻒ ﺑﻌﺾ ﻛﺎن ﻗﺪ و اﻟﺴﺒﻴﻌﻲ اﺳﺤﺎق أﺑﻮ و اﻟﺒﺼﺮي اﻟﺤﺴﻦ و ﻋﻤﺮ اﺑﻦ ﻓﻴﻬﺎ أﺻﻮم أن إﻟﻲ أﺣﺐ اﻟﺤﺮم اﻷﺷﻬﺮ : اﻟﺜﻮري ﻗﺎل

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan "Memang benar tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa khusus di bulan Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulanharam, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab" (Syarh Nawawi 'ala Shahih .(Muslim

Minggu, 27 April 2014

Kisah Taubat Orang yang mengingkari dan ingin membakar kitab ihya ulumuddin

Siapa yang tidak kenal dengan kitab Ihya' Ulumiddin ? Kitab fenomenal karya hujjatul islam Imam Ghazali ini sangat dikenal di seantero negeri. di pesantren-pesantren salaf, kitab ini menjadi rujukan dan kajian utama dan "makanan" sehari-hari para santri. Di kalangan ulama tasawuf, kitab ihya' juga menjadi kitab rujukan utama dari berbagai aliran thariqah yang ada. Namun demikian, ada sebagian kelompok yang mengingkari kitab ihya' ini dengan mengatakan bahwa di dalamnya banyak sekali hadist dhaif. Padahal jumhur ulama sepakat bahwa hadist dhaif masih dapat digunakan untuk berhujjah khususnya yang berkaitan dengan fadhailul 'amal.

Terlebih dengan ulama sekaliber imam Ghazali, tentu saja tidak serampangan menggunakan hadist dan dalam membuat karyanya tersebut. Beliau sangat berhati-hati dalam menulis karyanya tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya bahwa sebelum dimasukkan dan ditulis ke dalam kitab ihya', Imam Ghazali senantiasa konsultasi dulu secara bathiniyah dengan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. dan ini yang di kalangan sufi merupakan sesuatu yang lumrah sementara di luar mereka sangat sulit untuk mempercayainya.Seperti kisah seorang ulama bernama Abul Hasan Ali bin Harzahim al-Faqih atau lebih dikenal dengan al-Maghrabi yang mengingkari kitab Ihya'. Berikut kisah selengkapnya yang dikutip dari kitab ta'rifil ahya' bifadhailil ihya':

"Dikisahkan bahwa Abul Hasan Ali bin Harzahim al-Faqih adaah orang yang sangat mengingkari kitab ihya' ulumiddin. Saat itu dia adalah orang yang sangat ditaati dan didengarkan kata-katanya oleh masyarakat luas. Maka dia memerintahkan para santriny untuk mencari dan mengumpulkan naskah-naskah kitab ihya' dan bermaksud untuk membakar naskah-naskah kitab ihya' tersebut di masjid jami' pada hari jumat.

Dan ternyata pada malam hari jumatnya dia bermimpi seakan-akan sedang masuk ke masjid jami'. tiba-tiba di situ dia bertemu nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersama Abu Bakar dan Umar, dan Imam Ghazali juga sedang berada di hadapan nabi. Ketika Ibnu Harzahim datang, Imam Ghazali berkata, "Ya Rasulullah, dialah orangnya yang memusuhiku. Jika yang benar adalah seperti yang dia yakini, maka aku bertaubat kepada Allah. dan jika yang benar adalah apa yang aku tulis, karena mengharap berkahmu dan mengikuti sunnahmu, maka ambilkan untukku hakku dari orang yang memusuhiku."

Kemudian nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam meminta kitab ihya' dan dibukanya lembaran demi lembaran dari awal hingga akhir. Lalu berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ini adalah sesuatu yang bagus."

Kemudian Abu Bakar berganti membuka dan memandangi isinya. Demikian juga Umar, yang keduanya sama-sama berkomentar bagus. Maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar baju al-Faqih Ali bin Harzahim dilepas untuk menerima cambukan dan hadd (hukuman) sebagai pembohong. Ketika sampai cambukan kelima Abu Bakar meminta tolong untuknya dan berkata, "Ya Rasulullah, barangkali dia mengiria telah mengikuti sunnahmu dan ternyata ia keliru." Dan imam Ghazali berkenen serta menerima permintaan tolongnya Abu Bakar. Sampai disitu bangunlah Ibnu Harzahim dan di punggungnya terdapat bekas cambukan. Lalu ia memberitahukan hal tersebut kepada kawan-kawannya dan ia pun bertaubat kepada Allah atas keingkarannya terhadap imam Ghazali dan beristighfar kepada-Nya. Selama beberapa waktu Ibnu Harzahim masih merasakan kesakitan dari bekas cambukan itu. Maka iapun mengiba (tadlarru') kepada Allah dan memohon pertolongan Rasulullah sampai suatu ketika ia bermimpi lagi bertemu beliau yang datang kepadanya dan mengusapkan tangannya yang mulia pada punggungnya. Maka sembuhlah ia dengan izin Allah. Kemudian setelah itu ia menekuni mengkaji kitab Ihya' dan lewat itulah Allah memberikan futuh kepadanya serta memperoleh ma'rifatullah dan menjadi salah satu seorang pembesarnya para masyayikh, menjadi orang yang ahli ilmu dan ilmu bathin. Rahimahullah.

Sayyidis Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili yang hidup semasa dengan Ibnu Harzahim mengatakan, "Dan pada hari wafatnya syaikh Ibu Harzahim, bekas cambukan itu masih tampak jelas pada punggung beliau."

Berikut wejangan Habib Lutfi bin Yahya tentang menggunakan hadist dhaif:

"Hadist nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam ibarat air Zam-zam. Dan dhaifnya sebuah hadist adalah lemah dalam hal isnad (jalur perawian) bukan lemah dalam hal matan (isi hadist) yang juga tetap merupakan sabda nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam. Jada kalau diibaratkan isi hadist itu sebagai wadah air (gelas) sementara matan hadist itu sebagai air zam-zamnya, maka hadist sahih adalah seperti air zam-zam yang ditaruh di gelas yang utuh dan bagus, dan hadist dhaif adalah air zam-zam yang berada di gelas yang retak dan kotor. Kalau seseorang tahu ada air zam-zam dalam gelas yang tidak bagus itu, tentu dia tidak akan begitu saja membuangnya karena wadahnya yang jelek, tetapi dia akan tetap meminum atau memanfaatkan air zam-zam tersebut meskipun wadahnya dibuang. Seperti inilah kita mensikapi dan memposisikan hadist yang dinilai dhaif."

Semoga kisah di atas bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua…. 

Sabtu, 26 April 2014

Renungan Sahabat Baik


🌼 Sayyidina Umar bin Khaththab R.A berkata;
💧Tak ada kenikmatan setelah kenikmatan Islam yg lebih besar dari pada berteman dgn org shalih, jika kau mendapatkan maka jagalah pertemananmu dgn nya..

🌼 Asy-Syafi'i berkata:
💧Jika kau mempunyai teman yg setia padamu, membantu-mu dlm ketaatan maka jgn pernah kau putuskan dia!
💧Menjadi teman yg baik itu susah dan memutuskan nya gampang sekali..

🌼 Imam Hasan al-Bashri berkata:
💧Kami lebih mencintai teman yg shalih dari pada keluarga dan anak, krn keluarga dan anak lebih sering mengingatkan kita pada dunia, tapi teman yg baik akan selalu mengingatkan kita pada akhirat, dan ciri mereka adalah siap berkorban utk kita..

🌼 Lukman alhakim menasihati anaknya:

💧Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
💧 Perumpamaan teman yg baik seperti "pohon" jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungi-mu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..
💧Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu..

🌼 Ya Allah bimbing kami utk selalu mendapat teman yg baik hingga selalu bersama di dunia dan akhirat di bawah panji Rasulullah Saw..

Rabu, 23 April 2014

Kisah dan Hikmah = Kisah Anak Kebanggaan Ayah

Seorang ayah bernama Bakri berumur penghunjung 40-an
diundang sekolah anaknya untuk hadir pada 'Hari Ayah'.
Sungguh dia amat enggan perkara seperti ini. Merasa
sudah punya empat orang anak, bahkan yang tertua sudah
masuk kuliah. Ia merasa sudah gak umurnya lagi
bersenda gurau dengan anak pada Hari Ayah di sekolah.
Namun karena istri dan anaknya yang nomer empat
memintanya dengan sangat, ia pun datang ke sekolah
anaknya dengan hati berat.
Seperti yang ia duga, acara di kelas hari itu menampilkan
kebolehan masing-masing anak dihadapan para ayah
mereka. Terlihat di sana banyak para ayah yang berusia
sekitar 30-an. Kesemua ayah itu antusias melihat buah
hati mereka. Bakri hanya tersenyum, berkatalah ia dalam
hati; "Dulu aku juga seperti mereka saat punya anak
pertama. Tapi kini sudah gak zaman lagi baginya acara
anak-anak seperti ini."
Satu per satu murid dipanggil untuk tampil ke depan dan
menunjukkan kebolehannya Selama 5 menit. Usai
penampilan maka ayah mereka dipanggil ke depan untuk
menerima hadiah yang telah disiapkan oleh sang anak
untuk ayah mereka. Ada yang menampilkan kebolehan
bernyanyi. Ada yang menulis dan baca puisi. Berpidato
dengan bahasa asing. Atraksi permainan dan banyak lagi.
Kini giliran Umar, anak Bakri nomer empat yang berusia
10 tahun dipanggil namanya untuk tampil ke depan. Bakri
mengira bahwa Umar pasti akan menampilkan hal serupa
dengan kawan-kawannya. Diujung penampilan, Bakri
harus berpura-pura sumringah dan memberi pelukan
hangat kepada Umar buah hatinya. Agar semua orang di
kelas itu tahu bahwa ia adalah ayah yang layak
dibanggakan. Ehemmm, itulah pikirnya!
"Kamu ingin menampilkan apa untuk ayahmu, Umar?"
tanya ibu guru. "Aku akan tampil dengan Ustadz Amir di
depan" jawab Umar bersemangat. Ibu Guru pun
mempersilakan ustadz Amir untuk ke depan kelas dan tak
lupa ibu guru menjelaskan kepada para ayah bahwa
ustadz Amir adalah guru ekstra kurikuler yang
mengajarkan baca Al Quran di sekolah.
"Nah Umar, kini giliranmu untuk memulai penampilan..."
ujar ibu guru.
Umar mengucap salam. sedikit kata pembuka ia ucapkan.
Ia berkata bahwa ia akan membaca surat Al Kahfi yang
berjumlah 110 ayat. Sadar dengan waktu yang terbatas ia
meminta bantuan Ustadz Amir untuk memegang mushaf Al
Quran dan menyebutkan ayat mana saja untuk ia baca.
Para ayah yang hadir mulai berdecak kagum. Mereka
mengerti bahwa Umar bukan hanya akan membaca Al
Quran, namun dia malah sudah menghafalnya!
"Baik, sekarang coba kamu baca ta'awudz dan basmalah
dan mulai dari ayat pertama....!" pinta ustadz Amir.
Dengan memejamkan mata, Umar mulai membaca. Tak
disangka...., suara yang keluar dari mulut Umar terdengar
begitu merdu. Rupanya Umar membaca Al Quran
mengikuti lantunan Qari cilik bernama Muhammad Taha
Al Junaid yang terkenal itu. Ia membaca dengan hati yang
tenang lalu membawa kedamaian pada setiap telinga
yang mendengarnya.
Ayat 1-5 telah dibaca Umar. Ustadz Amir mengangguk-
anggukan kepalanya mengikuti bacaan Umar yang merdu
tanpa sekalipun beliau putus. Lalu Ustadz Amir meminta
Umar untuk membaca dari ayat 60. Umar pun membaca
dengan suara yang menenangkan jiwa.
Semua mata dari para ayah yang hadir kita mulai
berkaca-kaca. Seolah mereka penuh harap andai anak2
mereka bisa seperti Umar. Demikian pula dengan Bakri,
ayah Umar. Ia yang tadinya tidak sepenuh hati datang ke
sekolah. Kini malah ia begitu antusias!
Lalu ustadz Amir meminta Umar untuk pindah lagi ke ayat
107 -110 sebagai penutup penampilannya. Maka Umar
pun membacanya tanpa satu pun kesalahan.
Begitu Umar menyudahi bacaannya, belum juga
dipersilakan maka bangkitlah Bakri dari duduknya dan
langsung berjalan ke depan dan memeluk Umar.
Terlihat rasa bangga yang terpancar dari wajah Bakri usai
melihat penampilan buah hatinya. Para hadirin pun
menyaksikan bahwa Bakri beberapa kali menyeka air
mata yang berderai di pipinya.
Seisi ruangan terpukau dengan lantunan Al Quran yang
dibacakan dengan suara merdu Umar. Menyudahi
suasana yang haru itu, ibu guru membuka tanya kepada
Umar, "Mengapa engkau ingin membaca Al Quran untuk
ayahmu sedangkan semua temanmu tak ada yang terpikir
untuk melakukannya, Umar?"
Rupanya Umar pun turut haru usai dipeluk sedemikian
hangat oleh sang ayah. Dengan mata berkaca-kaca Umar
berkata, "Ustadz Amir pernah ajarkan aku untuk rajin
belajar Al Quran. Beliau sampaikan bahwa orang yang
hafal Al Quran membuat kedua orang tuanya mulia di
akhirat. Kedua orang tua akan mendapat mahkota dari
cahaya dimana cahayanya lebih indah dari sinar mentari
dunia... Aku ingin, ayah & ibuku mendapat kemuliaan
seperti itu dari Allah Swt karena itu aku belajar menghafal
Al Quran bersama ustadz Amir."
"Subhanallah...." terdengar suara para ayah
berkumandang di kelas itu. Semuanya berkeinginan anak-
anak mereka seperti Umar.
"Apakah saya boleh bicara?" tanya Bakri kepada para
hadirin. Semua orang mempersilakan.
"Hmmm...., hari ini adalah hari yang teramat bahagia
untuk saya. Anda semua para ayah tak ada bedanya aku
rasa. Kita menyekolahkan anak-anak kita di sekolah
terbaik seperti sekolah ini. Dengan biaya yang tak murah,
dengan segala fasilitas duniawi yang serba ada. Mungkin
dibenak kita para ayah adalah jangan sampai anak-anak
kita tidak bisa mengejar kemajuan dunia....
Terus terang aku sudah hampir 50 tahun. Aku punya
empat orang anak, dan Umar adalah putraku yang
terakhir. Dengan ambisi duniawiku, aku sekolahkan ia di
sini dengan harapan bahwa ia akan memiliki masa depan
gemilang.
Aku tersadar bahwa pemikiran putraku ini justru telah
membuat masa depanku gemilang. Ia mempelajari dan
menghafal Kitabullah Al Quran agar supaya kedua orang
tuanya memiliki masa depan yang gemilang di akhirat!
Terima kasih anakku... Maafkan ayah yang lupa untuk
mendidikmu untuk mempelajari Al Quran...."
Bakri pun lalu memeluk Umar kembali. Keduanya menagis
haru, dan seluruh kelas pun hening terdiam
menyaksikannya.....!
Subhanallah ....
-----------------------
Jika Anda tersentuh dengan Kisah di atas, tolong "share"
cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga
dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas.
Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita,
terimakasih. 

Bukalah Pintu Langit serta Kesulitanmu dgn Ridho dan doa Ibunda

كن لأمك خادماً وصديقاً ، فهي أجمل نساء الدنيا ، وأصدقهن حباً لك ، وأكثرهن خوفاً عليك ، وإن غضبت منك فهي تغضب لأجلك وليس للإنتقام كالآخرين !
Jadilah kamu Pelayan dan Pendamping bagi IBUMU, dia perempuan terindah di dunia, yg paling cinta kepadamu, paling banyak takut/hawatir atas dirimu, ketika dia marah itu karena sayang kepadamu bukan karena murka kepadamu...#Subhanallah

Sabtu, 19 April 2014

The cry of an orphan

Hello Dear,

I know that this proposal might be a surprise to you, but do consider it as an emergency. In a nut shell, my name is Miss Mariam Lorna. I am 26 years old from Sierra Leone, now seeking for refugee in Ouagadougou (Burkina Faso) under the (UNHCR). I am the only child of late Dr. Frank Lorna. I saw your email when i was Browsing here in the Internet and I have feelings that you can help me out from here. Meanwhile, I am looking for someone who can take me as a friend or anything. I promise to be obedient to you and I will bring happiness to your life. I want you to assist me in this transaction. My late father was a politician and the managing director of Gold & Mine Ind in Sierra Leone. But he was killed along side with my mother during the long civil war in our region.

However, after their death I managed to escape with very important files of my late father which contains a very huge amount of money. He has the sum of (US$10.6M) Ten Million Six Hundred Thousand U.S Dollars which was deposited by my late father in one of the financial institution here in Burkina Faso and of which the fund deposit documents indicate me as the next of kin. Presently, I am saddled with the problem of securing a trust worthy foreign personality to help me and claim the money since the bank denied me the right to claim the money as per my status as a refugee here in Burkina Faso West Africa. I will map out 30% for you by helping me to secure the money, and thus you will help me to come over there in your country to live with you after claiming the money, since my aim is to further my education in abroad. Now what i really want you to do for me is as stated below.

(1) Stand on my behalf as the beneficiary for the claim of the inheritance from the bank since the management of the bank advised that I should solicit for an individual or corporate organization to claim the deposit for me as they cannot release it directly to me due to my refugee status in Burkina Faso.

(2)Transfer the money over to your own country and into your possession pending my arrival to meet with you.

(3)Invest and manage my own share of the money for me in a good lucrative business pending when I am through with my education in any good university in your country.

(4) Help me secure my travelling documents to meet you as soon as my money is released to you as my trustee.

Furthermore, I am giving you this offers as mentioned with every confidence on your acceptance to assist me to recover the money from the bank and if possible manage the money for me in any lucrative business that you find profitable.
Conclusively, I wish you send me a reply immediately you receive this proposal through private email for more details: missmarialorna@yahoo.com
Until then, I remain with the best of my knowledge.
Stay Blessed,
Miss Mariam Lorna.

Selasa, 15 April 2014

Jangan Banyak Bicara Selain Dzikrullah

لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله فتقسو قلوبكم فلا ينفعها عظة ولا يثبت فيها حكمة فإن القلب القاسي بعيد من الله ولكن لا تعلمون. - (الإمام مالك)
Jangan banyak bicara selain Dzikir kpd Allah, maka jadi keras hatimu, sehingga tdk bermanfaat nasehat, tdk akan nempel hikmah, karena Hati Keras jauh dari Allah tetapi tdk mengetahuinya (Imam Malik RA)...#Subhanallah
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Selasa, 08 April 2014

Orang Besar Adalah?

لَيسَ الكَبيرُ مِن يَراهُ النَاس كَبيراً ؛بَل الكَبير ؛ مِن مَلأ قُلُوبَ أحبَابُه ؛ أدباً ؛ وَ خَلقاً ؛ وَ صِدقاً ؛ وَ تُوآضُعاً
Bukanlah Orang Besar orang yg terlihat oleh orang lain Besar, Tetapi Orang Besar ialah Orang yg Penuhi Hati kekasihnya dengan Adab, Akhlak, Kejujuran dan Kerendahan Hati...#Subhanallah

Minggu, 06 April 2014

Gak Dapet Keadilan Dunia, Ya Bawa Ke Pengadilan Akherat.

إذا لم تجد عدلاً في محكمة الدنيا فارفع ملفك لمحكمة الآخرة فإن الشهود ملائكة, والدعوى محفوظة, والقاضي أحكم الحاكمين..
Ketika kamu tidak mendapatkan Keadilan di Pengadilan Dunia ini, Maka bawa berkasmu ke Pengadilan Akherat, karena Saksinya adalah Malaikat, Kasus akan tetap terjaga dg baik dan Hakimnya ialah Dzat Yg Maha Adil dan Bijaksana...#Subhanallah

Kamis, 03 April 2014

Kejar Dunia atau Dunia Mengejarmu

"Dunia ini ibarat bayangan: kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya; balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu."
(Ibnu al-Qayyim)
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!