لا نعلم بعد رحمة الله ما الذي سيدخلنا الجنة أهي ركعة أو صدقة أو سقيا ماء أو حاجة مسلم قضيناها أو دعوة أو ذكر فاعمل ولا تستصغر .
Kita tidak mengetahui setelah Rahmat Allah apa yg akan memasukan kita kedalam surga, apakah itu sholat, shodaqoh, memberikan minum, membantu muslim yg lain, doa atau dzikir..maka ber-amal-lah dan jangan mengecilkan/meremehkannya...#Subhanallah
Jumat, 04 Maret 2016
Ber amalah sobat ...
Kamis, 03 Maret 2016
NAFSU TERSEMBUNYI
💬Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:
🍂Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.
Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.
Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "Berikan makanan ini kepada keluargamu."
Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:
"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."
Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.
Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.
Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.
Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.
Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.
🍂Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.
"Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.
"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"
"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta," ujarnya.
"Terus?", tanyaku keheranan.
"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.
Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.
Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."
🍃Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:
"Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.
Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.
Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.
🌒Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat. Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.
Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.
Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.
Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.
Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!
Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.
Namun alangkah ruginya aku. Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.
Aku putus asa.
Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.
Tiba-tiba, aku mendengar suara, "Masihkah orang ini punya amal baik?"
"Masih...", jawab suara lain. "Masih tersisa ini."
Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.
Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.
Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.
Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.
Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.
Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.
Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat. Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, "Orang ini selamat dari siksa neraka..!"
🔺🔻🔺🔻
Saudara-saudariku tercinta...
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?
Subhanallah
Minggu, 28 Februari 2016
ILMU
Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tidak memiliki ilmu biasanya akan di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan, orang yang tak berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi kelangsungan hidup yang lebih baik.
Ilmu memiliki banyak keutamaan, diantaranya:
1. Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: "jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,"
(HR Bukhori dan Muslim)
2. Menjadi saksi terhadap kebenaran sebagaimana dalam firman Alloh SWT: (Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu,).
(QS. Ali Imran 18)
3. Alloh memerintahkan kepada nabinya Muhammad SAW untuk meminta ditambahkan ilmu sebagaimana dalam firman Alloh, (… dan katakanlah: Ya Rabb ku, tambahkanlah kepadaku ilmu) (QS.Thahaa 114)
4. Alloh mengangkat derajat orang yang berilmu. Sebagaimana firman Alloh, (… Alloh mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan). (QS. Mujadilah 11)
5. Orang berilmu adalah orang yang takut Alloh SWT, sebagaimana dalam firmannya:
(…. sesungguhnya yang takut kepada Alloh diantara hambanya hanyalah orang-orangyang berilmu).
(QS. Fathir 25).
6. Ilmu adalah anugerah Alloh yang sangat besar, sebagaimana firman-Nya: (Alloh menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Alloh)). ( QS. Al-Baqarah 269)
7. Ilmu merupakan tanda kebaikan Alloh kepada seseorang "Barang siapa yang Alloh menghendaki kebaikan padanya, maka Alloh akan membuat dia paham dalam agama," (HR Bukhari dan Muslim).
8. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, "Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju surge," (HR Muslim)
9. Diperbolehkannya "hasad" kepada ahli ilmu,"Tidak hasad kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang Alloh beri harta dan ia menggunakannya dalam kebenaran dan orang yang Alloh beri hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya," (HR Bukhari )
10. Malaikat akan membentangkan sayap terhadap penuntut ilmu,"Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayapnya karena ridho atas apa yang dicarinya," (HR. Ahmad dan Ibnu majah).
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
Jadi muslim yg kaafah bisa
Semoga Bermanfaat.
Jumat, 29 Januari 2016
Tanda Bahwa Kemunafikan Telah Menghampiri Hati Ini
"Tanda Bahwa Kemunafikan Telah Menghampiri Hati ini"
Apabila engkau merasa shalat begitu berat bagimu, walaupun itu shalat nafilah (sunnah) maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan.
Karena hal ini merupakan keadaan orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:
" وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ "
"Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas"
[QS. An-Nisaa‘: 142]
Namun jika engkau merasa bahwa shalat begitu ringan, kemudian hatimu pun gembira karenanya, maka itu merupakan tanda akan kuatnya imanmu.”
[sumber: Syarh Shahih muslim, jilid 15].
Akhil karim wa ukhtil karimah yang kucintai karena-Nya.
Jangan pernah engkau merasa aman dari kemunafikan di hatimu.
Sungguh mereka hamba-hamba Allah yang telah dijamin masuk Surga sangat takut akan terselubungnya kemunafikan di hati mereka.
Berkata Ibnu Abi Mulaikah -رحمه الله- (ulama taabi'in):
"أدركت ثلاثين من أصحاب النبي -صلى الله عليه وسلم- كلهم يخاف النفاق على نفسه"
"Aku telah mendapatkan tiga puluh dari Shahabat Nabi -صلى الله عليه وسلم- semua mereka takut dari penyakit nifaq (kemunafikan) pada diri mereka"
[Riwayat Bukhari secara mu'allaq]
Akhil karim wa uktil karimah, takut dari kemunafikan merupakan sifat seorang mukmin sejati.
Al-Imam Hasan Al-Bashri -رحمه الله-:
"لا يخاف النفاق إلا مؤمن،ولا يأمنه إلا منافق"
"Tidaklah yang takut dari kemunafikan melainkan seorang mukmin (yang sejati) dan tidak ada yang merasa aman darinya kecuali seorang munafik"
Merupakan do'a yang sangat sering nabi kita ucapkan adalah:
"اللهم مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك"
(Allahumma muqollibal quluub tsabbit quluubana 'alaa diinik)
Artinya:
"Ya Allah yang memutar-balikkan hati, kokohkanlah hati kami di atas agama-Mu"
[H.R Imam Tirmizi, no. 2140, dishahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Tirmizi no:2140]
Berkata penyair Arab:
فَإِنْ تَنْجُ مِنْهَا تَنْجُ مِنْ ذِي عَظِيمَةٍ
وَإِلاَّ فَإِنِّي لا إِخَالُكَ نَاجِيَا
"Maka jika engkau bisa selamat darinya, Maka sungguh dirimu telah selamat dari perkara yang sangat besar.
Namun jika tidak, maka sungguh aku tidak akan menyangka engkau selamat (dunia dan akhirat)."
Semoga Allah membersihkan dari hatiku dan hatimu dari kemunafikan.
Allahumma aamiin.
Wallahul muwaffiq.
Subhanallah
Shalat subuh hari jumat adalah shalat yang paling utama
عَنِ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ فُقِدَ حُمْرَانَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: مَا شَغَلَكَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ. أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ أَوْجَهَ الصَّلِاةِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى غَدَاةُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ. (رواه سعيد بن منصور في سننه)
"Diriwayatkan dari Ibn 'Umar ra, sungguh ia tidak menjumpai Humran dalam shalat Subuh, kemudian ketika dia datang, beliau menegur: "Apa yang menyibukkanmu dari shalat Subuh ini? Ketahuilah, sungguh shalat yang paling utama di sisi Allah adalah shalat Subuh hari Jumat dari hari Jumat dalam berjamaah." (HR. at-Thabarani)
عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَنَّ أَفْضَلَ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ الله صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الجُمُعَةِ في جَماعَةٍ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان وأبو نعيم في الحلية. حسن)
"Diriwayatkan dari Abu 'Ubaidah al-Jarrah, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Sungguh shalat yang paling utama menurut Allah adalah shalat Subuh hari Jumat dengan berjamaah." (HR. al-Baihaqi dalam Syi'ab al-Iman dan Abu Nu'im dalam al-Hilyah. Hasan)
عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنَ الصَّلَوَاتِ صَلَاةٌ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ وَمَا أَحْسِبُ مَنْ شَهِدَهَا مِنْكُمْ إلَّا مَغْفُورًا لَهُ. (رواه البزار والطبراني. صحيح)
"Diriwayatkan dari Abu 'Ubaidah al-Jarrah, beliau berkata: "Rasulullah saw bersabda: " Tidak ada dari shalat-shalat yang lebih utama daripada shalat Subuh pada hari jum'at dengan berjamaah. Tidaklah aku menganggap orang yang mendatanginya dari kalian melainkan ia adalah orang yang mendapat ampunan." (HR. at-Thabarani. Shahih)
Sumber:
1. As-Suyuthi, al-Lum'ah fi Khasa'is Yaum al-Jum'ah, h. 2;
2. As-Suyuthi, al-Jami' as-Shaghir min Hadits al-Basyir an-Nadzir,juz I, h. 97.
3. at-Thabarani,
subhanallah
Kamis, 28 Januari 2016
Jangan Cela Orang Krn Dosanya
Saudaraku...
Janganlah engkau meremehkan saudaramu, sebesar apapun dosanya, seburuk apapun rupanya, sekeji apapun akhlaknya, karena engkau tidak tau siapa yg paling dekat Allah pada hari kiamat kelak.
Cukuplah perkataan DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah ini sebagai bahan renungan untuk kita, Beliau raimahullah mengatakan :
لا تحتقر شخصا لو رأيته من أهل الكبائر، فإنك لا تدري من هو أقرب إلي الله يوم القيامة أنت أم هو.
“Janganlah kamu mencela seseorang walaupun dia pelaku dosa besar, karena kamu tidak tau siapa yg paling dekat dgn Allah pada hari kiamat kelak, kamu atau dia.”
Subhanallah...
Betapa indah nasehat beliau... DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah
Agar kita selalu menjaga diri dari sifat sombong dan ujub, merasa bangga dgn amalannya sehingga gampang meremehkan orang lain.
Sebagian Ulama Salaf Berkata :
“Sesungguhya seorang hamba ada yg mengerjakan dosa dan karenanya ia masuk surga.
Sebalikya, ada yg melakukan kebaikan yg karenanya ia masuk neraka.”
Orang2 bertanya : “Bagaimana bisa terjadi ?”
Ulama salaf itu menjawab : “Sebab dosa yg dilakukan senantiasa berada di pelupuk matanya, lalu ia takut, menangis, menyesal, malu kepada Rabb nya, serta tunduk di hadapan-Nya dalam keadaan hati berharap pada-Nya.
Maka dosa itu lebih bermanfaat baginya ketimbang ketaatan yg banyak, sebab ia melahirkan seluruh perkara terpuji yg merupakan jalan kebahagiaan dan kejayaan hamba, hingga kemudian menjadi sebab ia masuk surga.
Sebaliknya, hamba yg beramal kebaikan senantiasa merasa puas di hadapan Rabb nya, congkak, ujub, memandang diri baik, dan berkata : Aku telah mengerjakan amalan ini dan itu.
Sikap ini kemudian melahirkan dalam dirinya rasa ujub, takabbur dan sombong, hingga menjadi sebab kebinasaannya”.
[Ibnul Qayyim, Al Wabil Al Shayyib, 1/14]
Subhanallah
--
Dikirim dari smartphone OPPO saya
Rabu, 27 Januari 2016
Bangun Tidur Mikirin Apa ?
(2016/01/27) - Menjelang siang :
BANGUN TIDUR MIKIRIN APA???
Saudara & sahabatku, apa yg anda pikirkan pagi ini? Jawabannya pasti macam2, ada yg mikir bagaina mendapatkan murid dan santri, bagaimana ruang belajar semakin banyak, ada yg mikirin kerjaan numpuk di kantor, mikirin harga dan dollar yg naik trs, mikirin utang, mikir mau kemana hari ini dll.
Semua yg dipikiran adlh lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi.
Rasululloh shalallahu alaihi'wassalam bersabda :
" Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yg dipikirkannya, shg seolah2 dia tdk melihat hak Alloh dlm dirinya maka Alloh akn menanamkan 4 penyakit dlm dirinya: kebingungan yg tiada putusnya, kesibukan yg tidak ada ujungnya, kebutuhan yg tdk terpenuhi & keinginan yg tidak tercapai". (HR. Ath Thabrani).
Karenanya tdk heran, jika dipagi hari yg cerah ini, banyak org sdh stress, bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya, krn pikirannya hanya utk dunia!.
Maka mulailah pagi harimu dg menjaga hak Alloh pd dirimu, & bersyukhur krn Dia msh memberi umur dan kesempatan utk hidup, dg demikian Alloh akn menjaga 'dunia'mu.
Apa yg perlu dikhawatirkan jika anda tlh mendapatkan yg lbh baik dr dunia dan seisinya?
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya."(HR. Muslim725).
Apa yg anda takutkan jika Alloh yg Maha memiliki alam semesta ini tlh menjamin hari mu?
"Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Alloh..."
(HR. Muslim no. 163).
Dan apa yg perlu diresahkan jika dg dzikir pagimu, Alloh akn mengangkat derajatmu?
"Maukah kamu aku tunjukkan perbuatanmu yg terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Alloh), & paling mengangkat derajatmu; lbh baik bagimu dari infak emas atau perak, ..."
Beliau bersabda: "Dzikir kepada Alloh Yang Maha tinggi." (HR. At-Tirmidzi no. 3377)
Dgn berdzikir maka pagi mu akn mjd lbh indah & berseri.
"…Ingatlah, hanya dg mengingati Alloh-lah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Lalu tutup pagimu dg sholat dhuha, bersedekah utk 360 persendianmu, maka Alloh akn mencukupimu hingga sore hari :
"Alloh Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, jgn-lah engkau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR. Ahmad (5/286),
"Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah." Para sahabat pun mengatakan, "Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasululloh?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengatakan,
"Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka'at." (HR. Ahmad, 5: 354)
Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dg memelihara hak Alloh. Allahu a'lam.
Selamat siang,
selamat bersyukur
selamat menjemput rahmat dan karunia-Nya.
Alhamdulillah.
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Saling mendoakan satu sama dengan yang lain, yang lagi tertimpa musibah atau cobaan semoga di berikan kesabaran, yang hari ini ada sakit semoga di berikan kesembuhan,
Semoga Alloh SWT memudahkan dan melancarkan segala urusan.
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Jadi muslim yg kaafah bisa
Semoga Bermanfaat.
Tiada Kebaikan Jika
Tiada Kebaikan Jika
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
عن عليّ رضي اللّه عنه :
Dari 'Ali RA :
لا خير في صلاة لا خشوع فيها
1. Tidak ada kebaikan didalam sholat yang tidak disertai dengan khusyu'
( Khusyu'nya sholat didorong oleh rapihnya bacan dan gerakan sholat)
ولا خير في صوم لا امتناع فيه عن الّلغْو
2. Tidak ada kebaikan didalam puasa yang tidak mencegah dari perbuatan sia.
( Ketika kita puasa gunakan waktu-waktu kita untuk membaca Al-Qur'an Zikir atau ta'lim dan ta'alum)
ولا خير في قراءة لا تدبُّرَ فيها
3. Tidak ada kebaikan didalam membaca Al-Qur'an yang tidak disertai berfikir terhdp ma'nanya
( Membaca Al-Qur'an yang dibarengin memikirnya ma'nanya, akan lebih yakin pada kandungan Al-Qur'an itu sendiri)
ولا خير في علم لا ورعَ فيه
4. Tidak ada kebaikan didalam 'ilmu yang tidak disertai waro'i.
( Akan lebih punya wibawa dan harga diri jika orang yang berilmu bersifat Waro hati-hati dan apik dalam gaya hidup)
ولا خير في مال لا سخاوة فيه
5. Tidak ada kebaikan didalam harta yang tidak disertai dg sifat pemurah
( Yakini orang-orang yang dermawan hartanya tidak akan berkurang)
ولا خير في اخوة لا حِفظَ فيها
6. Tidak ada kebaikan didalam persaudaraan yang tidak ada saling menjaga harga diri
( Hiasi pergaulan dan persaudaraan kita dengan saling mengasihi, menghormati menyayangi dan menghargai)
ولا خير في نعمة لا بقاءَ فيها
7. Tidak ada kebaikan didalam ni'mat yang tdk kekal
(Bersyukur terhadap ni'mat jalan untuk menembah dan mengekalkan ni'mat)
ولا خير في دعاء لا إخلاصَ فيه
8. Tidak ada kebaikan didalam do'a yang tidak disertai keikhlasan
( Keikhlasan adalah intisari dalam amal ibadah )
واللّه اعلم بالصّواب
Nashoihul'Ibad hal 55.
Subhanallah
Selasa, 26 Januari 2016
Manfaat Tinggal kan 8 Perkara
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
قال عمر رضي اللّه عنه :
Umar RA Berkata :
من ترك فُضولَ الكلام مُنِحَ الحكمة
1. Barangsiapa meninggalkan ucapan yang berlebihan maka akan diberi anugrah berupa hikmah ('ilmu manfa'at)
(Jangan bicara kecuali yang bermanfaat buat dunia akhirat atau salah satunya)
ومن ترك فُضولَ النّظر مُنِح خُشوعَ القلب
2. Barangsiapa meninggalkan banyak melihat maka ia akan diberi anugrah berupa kekhusyu'an dalam hati
( Banyak melihat sangat mempengaruhi hati dan pikiran kita sebab kehendak mata itu sangat banyak)
ومن ترك فُضول الطّعام منح لذّة العبادة
3. Barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan maka ia diberi anugrah berupa keni'matan dalam 'ibadah
( Berlebihan makan akan mewariskan tamak dan rakus)
ومن ترك فُضول الضّحك منح الهيبة
4. Barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan maka ia akan diberi anugrah harga diri
( Banyak ketewa akan mengakibatkan keras hati)
ومن ترك المزاح منح البهاء
5. Barangsiapa meninggalkan humor maka ia akan diberi anugrah berupa wibawa
( Tetap benar dan tidak bohong, walau dalam humor)
ومن ترك حُبَّ الدّنيا منح حُبَّ الأخرة
6. Barangsiapa meninggalkan cinta terhadap dunia maka akan diberi anugrah berupa cinta terhadap akhirat
( Dunia dan harta amat bisa. dijadikan modal buat mencintai akhir, koncinya iman dan taqwa)
ومن ترك الإشْتغالَ بعيوب غيره منح الإصلاح بعُيوب نفسه
7. Barangsiapa meninggalkan memperhatikan 'aib orang lain maka ia akan diberi anugrah kemaslahatan berupa perbaikan terhadap 'aib dirinya sendiri
(Carilah teman yang bisa dan berani mengoreksi aib kita )
ومن ترك التّجسُّس في كيفية اللّه تعالي منح البراءة من النّفاق
8. Barangsiapa meninggalkan penelitian secara mendalam tentang bagaimana wujud Alloh yang sebenarnya maka ia akan diberi hadiah berupa terhindar dari sifat munafiq
( Pikirkan makhluk jangan berpikir tentang Alloh)
واللّه اعلم بالصّواب
Nashoihul'Ibad hal 54.
Subhanallah
Minggu, 27 Desember 2015
Nikmatnya di Ghibah
Pernah dighibah orang?
Bagaimana rasanya?
Gak enak kan? Hati panas dan geram rasanya..
Padahal bila kita pikirkan..
Dighibah itu enak..
Karena kita dapat pahala dari dia tanpa harus beramal..
Dalam hadits: "Apabila seseorang mencelamu dengan aib yang ada pada dirimu..
Janganlah kamu mencelanya dengan aib yang kamu tahu ada padanya..
Niscaya pahalanya untukmu dan dosa untuk dia.. (HR Ibnu Mani').
Subhanallah
Kamis, 24 Desember 2015
Bing Voucher Code
Sabtu, 19 Desember 2015
Dear Glad to know you.
I am glad to know you, but Allah knows you better and he knows why he
has directed me to you at this point in time so do not be afraid, You
should not be surprised as you receive this mail due to my intense
search on country's chamber of commerce/industry database, you were
highly recommended to me with the believe that you are competent,
reliable, trust Worthy and honest, am writing this mail to you with
heavy sorrow in my heart, My Name is Mrs Justina Savadoogo
I want to tell you this because I don't have any other option than to
tell you as I was touched to open up to you, I am married to Late Mr.
Hassian Savadoogo who worked with Australia embassy in Burkina Faso
for nine years before he died in the year 2008.We were married for
eleven years without a child. He died after a brief illness that
lasted for three months.
Since his death I decided not to remarry, When my late husband was
alive he deposited the sum of US$ 8.2 (Eight million two hundred
thousand dollars) in a bank here Ouagadougou the capital city of
Burkina Faso in west Africa Presently this money is still in bank. He
made this money available for exportation of Gold from Burkina Faso
mining. Recently,
My Doctor told me that I would not last for the period of some months
due to cancer sickness. Whoever that wants to serve Allah must serve
him in spirit and Truth because Allah is the Most High, Please always
be prayerful all through your life. I don't have any child that will
inherit this money i decided to hand you over this money to take care
of the less-privileged people, i want you to take 60 % Percent of the
total money for your personal use While 40% of the money will go to
charity" people in the street and helping the orphanage.
Am doing this so that Allah will forgive my sins and accept my soul
because this sickness has suffered me so much, more details will be
forward to you as you respond.
Best Wish
Mrs Justina Savadogo
Rabu, 16 Desember 2015
Parfum Yg Paling Mewah
Tahukah kamu jenis parfum yang paling mewah ?
Ibnul Qoyyim al Jauziyah berkata," Pakailah parfum istighfar, karena sungguh bau busuk dosa telah berhembus darimu. Harumkan dirimu dan hapuslah dosamu dengan berkata,' Astaghfirullah wa atubu ilaih'.
Subhanallah
Selasa, 08 Desember 2015
Belajar Dari Cerita Nabi Musa As
Belajar Dari Cerita Nabi Musa
Allah menceritakan Nabi Musa, salah satunya, ada di QS Al-Qashas mulai ayat 3 sampai dengan 43. Nabi Musa diliputi ketakutan dan rasa cemas. Mungkin bagi manusia awam seperti kita ini, ini adalah ujian yang sudah pada puncaknya, seolah tiada harapan lagi.
Ketika itu Fir’aun menjajah habis-habisan Bani Israil, membantai setiap bayi lelaki, membuat lemah setiap sendi kehidupan Bani Israil. Nabi Musa lahir dan Allah perintahkan ibunda Nabi Musa untuk melabuhkan Musa (kecil) ke sungai agar terhindar dari pembantaian. Ndilalahnya, Musa kecil ditemukan keluarga Fir’aun dan diasuh oleh mereka. Setelah dewasa Nabi Musa melarikan diri dari kerajaan Fir’aun. Dan Fir’aun mencari Nabi Musa yang berlari menuju kota Madyan.
Di tengah pelariannya, Nabi Musa berdoa
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).
Ini doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami Nabi Musa. Di saat itu Nabi Musa merasa sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan. Tapi tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak ada tempat untuk curhat dan mengadu dan tidak mungkin kembali ke kandang Fir’aun di Mesir.
Kemudian datanglah dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka kesulitan. Nabi Musa pun membantunya. Kala itu ia berdoa dengan doa tersebut di atas.
فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).
Allah sedikit demi sedikit menghilangkan keresahan Nabi Musa. Salah satu dari wanita itu menawarkan agar Nabi Musa bersedia mampir ke rumahnya dan bertemu ayahnya. Singkat cerita beliau menikah dengan salah satu putri dari ayah tersebut. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan. Nabi Musa mendapatkan tongkat mukjizatnya.
Kemudian, Nabi Musa kemudian diajak Allah untuk menuju lembah berkah dan Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa dan menjadikannya sebagai Nabi. Nabi Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun. Allah mengangkat Harun, saudara Nabi Musa, sebagai Nabi untuk membantu Nabi Musa dalam berdakwah. Dan puncaknya Allah memenangkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun di laut Merah.
Kesuksesan bertubi-tubi dimulai dari doa kepada Allah dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah memberikan banyak kebaikan. Doa yang menghadirkan hati, bukan sekedar lisan, menjadi doa yang mustajab. Karena kita bisa menjadi merasa sangat dekat dengan Allah sehingga doa menjadi sangat berkualitas.
Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 ).
Semoga setelah membaca ini, kita berdoa dengan melibatkan hati dan penuh keyakinan untuk dikabulkan. Percayalah bahwa Allah selalu membantu kita . Semoga yang sedang menemui masalah, segera diringankan masalahnya. Aamiin.
Minggu, 06 Desember 2015
WITH DUE RESPECT/ Please read carefully and quickly reply me on this email (mr.kafando.zida@gmail.com)
DIRECTOR IN CHARGE OF AUDITING
AND ACCOUNTING SECTION
BANK OF AFRICA (B.O.A)
OUAGADOUGOU, BURKINA FASO,
WEST AFRICA.
Dear Friend,
STRICTLY CONFIDENTIAL
I know that this mail will come to you as a surprise as we never met before. I am the Director in charge of Auditing section of Bank of African (B.O.A), I Hoped that you will not expose or betray this trust and confident that I am about to repose on you for the mutual benefit of our both families. I need your urgent assistance in transferring the sum of Ten million united state dollars (US$10,000,000.00) immediately to your account.
The fund has been dormant (in-active) for some years in our Bank here without any body coming for it. I want to apply for release of the fund to you as the nearest person to our deceased customer Dr. George Brumley Jr from Atlanta America (the owner of the account) who died a long with his supposed next of kin in air crash since on July 21 2003. I don't want the fund to go into our Bank treasury as an abandoned fund, so this is the reason why I contacted you, so that my Bank will release the fund to you as the nearest person to the deceased customer.
Note: i have website for more information about the deceased which i will send to you in my nest mail.
It is therefore upon this discovery that I now decided to make this business proposal to you because a nationality of my country can not apply or stand as the nest of Kin or the nearest person to the deceased; since the deceased was a foreigner.
Please I would like you to keep this proposal as a top secret and delete it if you are not interested. Upon receipt of your reply, I will send you the application form you will fill and send to the bank for transfer of the fund into your bank account and also note that you will have 40% of the above mentioned amount if you agree to help me execute this business. And 60% is for me. Please contact me through my private email (mr.kafando.zida@gmail.com) so we can commence all arrangements and I will give you more information on how we would handle this project. I need your information so that I will send you the application form.
YOUR FULL INFORMATIONS
Your Name.
Your Home Addresses.
City.
Country.
Home Telephone.
Private Telephone.
Fax No.
Marital Status.
Age.
Occupation.
Religion.
Your picture.
Waiting for your urgent reply so that we will starts immediately,
Best Regards,
Mr Kafando Zida
BANK OF AFRICA
(B.O.A)
VERY
N.B: please contact me through my private email (mr.kafando.zida@gmail.com) so we can commence all arrangements as soon as possible.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Sabtu, 28 November 2015
Orang Paling Lemah Menurut Rasulullah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu
, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ
"Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam"
(HR. Abu Ya'lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan 'Abdul Ghani al-Maqdisi).
Maka, sangatlah mengherankan, mengapa makhluk yang lemah seperti ini (kita semua) tidak memohon kekuatan, kemudahan dan pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Kuat?!.
Orang yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Ta'âla untuk memohon sesuatu, memuji dan menyanjung-Nya, sebenarnya ia sedang berada dalam kebaikan dan ibadah yang besar. Di antara dalil yang menguak aspek kebaikan doa, hadits Abu Sa'id al-Khudri radhiyallâhu 'anhu bahwa Nabi shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:ا
"Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal."
(HR. Ahmad no. 10709 dengan sanad hasan).
Atas dasar itu, rugilah orang yang enggan dan bermalas-malasan dalam berdoa kepada Allah Ta'âla , padahal Allah Ta'âla Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dzat Yang Mengatur alam semesta, segala perkara ada di Tangan-Nya. Sementara itu, disadari atau tidak, seorang manusia adalah makhluk yang lemah; lemah fisik, jiwa dan hati, penuh kekurangan, memiliki permasalahan di dunia, dan harapan selamat di dunia dan akhirat. Dan yang tak boleh dilupakan juga, syaithan selalu mengintai untuk menjerumuskannya ke lembah kenistaan, memalingkannya dari setiap kebaikan dan dzikrullah.
Allâh Ta'âla telah memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan doa kepadaNya, karena memuat kemaslahatan bagii mereka. Allâh Ta'âla berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Dan Rabbmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghâfir/40:60).
Untuk itu, Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah mengungkap rasa keprihatinannya, "Kasihan, kasihan, orang yang malas untuk berdoa. Sungguh orang itu sudah menutup banyak akses menuju kebaikan dan karunia (dari Allah) bagi dirinya" (Tash-hihu ad-Du'a hlm. 61).
Wallahu a'lam.
Jumat, 27 November 2015
Buy SEMrush Pro and SEMrush Pro Guru Account
Selasa, 24 November 2015
Harta Bisa dibawa Mati Kok
Ternyata harta bisa dibawa mati..
Setetes Hikmah, Menata Hati.
"SAYA TAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA...".
(HARTA DIBAWA MATI)
Haji Usman, sebutlah begitu nama beliau.
Mungkin orangtuanya dulu berdo'a agar sang putra mewarisi kemuliaan Sayyidina Utsman ibn Affan Radhiyallahu 'Anhu.
Pemilik salah satu usaha batik terkemuka di Yogyakarta ini memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak persediaan, gampang baginya menyeluk kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
"Ajarkan pada kami, Ji," kata mereka, "bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bershadaqah terasa ringan".
"Wah", sahut Haji Usman tertawa, "salah alamat!"
"Lho?"...
"Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah. Lha saya ini SANGAT MENCINTAI HARTA SAYA je. Saya ini sangat mencintai kekayaan saya je".
"Lho?"..
"Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu...
TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada madrasah,
TITIP pada pesantren,
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
Alhamdulillah ada yg berkenan dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.
Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI.
Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di akhirat".
"Lah...!" Siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ... Minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin..dll....
Subhanallah..
Minggu, 22 November 2015
Bukan Sekedar Taubat
BUKAN SEKEDAR TAUBAT
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن واله
Menurut Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamā'ah, iman itu ada pasang surutnya.
Kadang naik, kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang.
'Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamā'ah mengatakan:
◆ الإيمان يزيد وينقص; يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية
◆ Iman itu bertambah dan berkurang; bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Sementara itu, tidak ada manusia yang lepas dari maksiat.
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُالْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
"Semua anak Ādam pasti bersalah (berbuat dosa), akan tetapi sebaik-baik orang yang berbuat salah (dan berdosa) adalah yang (menaikkan kembali imannya dengan) bertaubat."
(HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Mājah, Dārimi)
⇒ Sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang segera bertaubat, kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Maka, iman itu sudah pasti akan mengalami penurunan, namun belum tentu naiknya.
Karena tidak semua orang berdosa mengiringi/mengimbangi dosanya itu dengan bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Hanya hamba-hamba yang diberi anugerah dan hidayah oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang tergerak hatinya untuk bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Dan sedikit pula orang-orang yang bertaubat ini yang bersungguh-sungguh taubatnya (taubatan nashūhah).
Yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla katakan di dalam kitab-Nya:
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ
"Kecuali orang-orang yang bertaubat lalu dia iringi taubatnya dengan iman dan amal shalih.
Merekalah orang-orang yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla ganti keburukan-keburukan mereka menjadi kebaikan."
(QS Al Furqān: 70)
⇒ Dosa-dosa mereka berubah menjadi pahala,
Berubah (yaitu) dicatat oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadi catatan pahala pada hari kiamat kelak.
Itu berlaku pada orang yang sungguh-sungguh bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, yang meminta ampun kepada Allāh dan Allāh (adalah) Ghafūrur Rahīm.
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
"Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengampuni semua dosa."
(QS Az Zumar: 53)
⇒ Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengampuni semua dosa selama pintu taubat belum tertutup.
Kesempatan bertaubat masih terbuka lebar bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Salah satu contohnya adalah seorang yang telah membunuh 100 jiwa. Lalu dia bertanya kepada seorang 'alim:
"Adakah kesempatan bagiku untuk bertaubat?"
Orang 'alim itu mengatakan:
"Apa yang menghalangimu dari taubat?"
Maka orang ini pun segera bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan taubatan nashūhah, dia:
✓Berhenti dari perbuatan dosanya.
✓Menyesali segala perbuatan-perbuatannya.
✓Ber-azzam untuk tidak kembali lagi melakukan dosa yang sama.
✓Mengiringi taubatnya itu dengan amal shalih.
Orang 'alim ini berkata kepada orang yang baru bertaubat tadi:
"Sesungguhnya kamu tinggal di negeri yang buruk. Pindahlah dari negerimu. Hijrahlah kamu ke negeri yang lainnya.
Di sana ada orang-orang yang menyembah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Maka sembahlah Allāh Subhānahu wa Ta'āla bersama mereka."
Dan mantan tukang jagal ini segera berhijrah (tidak menunda-nunda/menunggu-nunggu lagi).
Dia tidak menunda-nunda amal shalihnya ini.
Karena inilah amal shalih yang akan menyelamatkannya.
Sebagai bukti dia benar-benar bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Ini adalah bukti bahwasanya dia benar-benar bertaubat (taubatan nashūhah), yaitu taubat yang diiringi dengan iman dan amal shalih.
Dan ciri orang yang bertaubat itu adalah dia segera bangkit memperbaiki diri.
Dengan apa?
Dengan menuntut ilmu, bersungguh-sungguh untuk memahami agama Allāh.
Karena dia tahu dan sadar (bahwa) dengan memahami agama Allāh ini (maka) dia akan mengetahui,
✓Apa yang Allāh ridhai
✓Apa yang Allāh murkai
Sehingga dia dapat memperbaiki diri dan dapat bangkit dari keterpurukannya.
Inilah tanda orang yang benar-benar bertaubat atau dalam istilah lain disebut taubatan nashūhah.
Bukan taubat sambal; di bibir bertaubat tapi (di) kelakuan tidak.
Baru kemarin bilang taubat tapi besok sudah diulangi lagi.
Ini namanya bukan taubat
Orang ini telah bermain-main, tidak menunjukkan azzam (kesungguhan) yang kuat untuk kembali kepada jalan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Maka syarat taubat itu salah satunya adalah ber-azzam (bertekad kuat/bersungguh-sungguh) untuk tidak kembali kepada dosa yang sama berkali-kali dan dia tidak mempertahankan dosanya itu.
Maka dengan taubat ini, iman hamba yang semula turun dari levelnya, akan kembali lagi ke levelnya.
Dia akan menormalkan kembali grafik iman itu.
Dan apabila dia iringi taubatnya itu dengan amal shalih, maka imannya pun akan naik/bertambah.
Itulah iman dalam pandangan Ahlu Sunnah wal Jamā'ah.
Maka, kita harus benar-benar memperhatikan bagaimana fluktuasi (naik turunnya) iman kita.
--
Dikirim dari smartphone OPPO saya
Kamis, 19 November 2015
CARA MENGHINDARI MAKSIAT
Alkisah. Seorang lelaki mendatangi Ibrahim bin Adham dan berkata: "Wahai Abu Ishak, aku telah melakukan perbuatan maksiat (penyimpangan). Terangkan kepadaku bagaimana caranya agar aku berhenti melakukannya!"
Ibrahim bin Adham bertanya, "Jika engkau menerima dan melakukan 5 perkara berikut ini, maka engkau tak akan terkena bahaya maksiat."
"Apakah 5 perkara itu, wahai Abu Ishak?" tanya lelaki itu.
"Pertama, jika engkau ingin bermaksiat kepada Allah, maka jangan memakan rezeki-Nya!"
"Lalu, darimana aku bisa makan? Bukankah semua yang ada di bumi adalah rezeki-Nya."
"Maka dari itu, layakkah engkau memakan rezeki-Nya, tapi di sisi lain kau bermaksiat kepada-Nya?!!"
"Hmmm. Tentu saja tidak. Lalu, apa yang kedua?"
"Kedua, jika kau hendak bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di negeri-Nya!"
"Hmmm. Ini lebih sukar daripada yang pertama, wahai Ibrahim bin Adham. Jika penjuru timur dan barat serta yang ada di antara keduanya merupakan milik Allah, dimanakah aku bisa tinggal?!"
"Maka, pantaskah engkau memakan rezeki-Nya dan tinggal di negeri-Nya, lalu kau bermaksiat kepada-Nya?" Ibrahim bin Adham balik bertanya.
"Hmmm. Tentu saja tidak. Lalu, apa perkara yang ketiga?"
"Ketiga, jika kau ingin bermaksiat, carilah tempat yang tidak terlihat oleh-Nya. Lakukan maksiat di tempat tersebut!"
"Wahai Ibrahim bin Adham, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bukankah Dia mengetahui segala yang tersembunyi?!"
"Kalau begitu, apakah kau layak memakan rezeki-Nya, tinggal di negeri-Nya, tapi bermaksiat kepada-Nya padahal Dia melihat dan mengetahui apa yang kau lakukan."
"Hmm. Apa yang keempat?"
"Keempat, jika malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu, katakan kepadanya, 'Tundalah sampai aku bertobat!"
"Hahaha. Mana mungkin permintaanku diterima?!"
"Wahai fulan, jika kau tak mampu menolak datangnya kematian sebelum bertobat serta sadar bahwa kematian tidak bisa ditunda, bagaimana mungkin kau berharap selamat?"
"Hmmm. Apa yang kelima?"
"Jika malaikat Zabaniyyah mendatangimu pada Hari Kiamat untuk menyeretmu ke neraka, maka jangan mau pergi bersamanya!"
"Tentu aku tak akan sanggup melakukannya."
"Kalau begitu, bagaimana mungkin kau berharap kesalamatan?!"
"Wahai Ibrahim bin Adham, cukup! Cukup! Aku memohon ampun dan bertobat kepada Allah."
--Syekh Ibrahim bin Adham dalam Ma'a Allah
Rabu, 18 November 2015
MENGAPA ALLAH TIDAK MENGHUKUM KITA ?
🍀☀🌴💦🐠🌵🌙🍀
Renungan..
💎💠MENGAPA ALLOH TIDAK MENGHUKUM KITA?💎💠
ﻗﺎﻝ ﺍﺣﺪ ﺍﻟﻄﻼﺏ ﻟﺸﻴﺨﻪ :
ﻛﻢ ﻧﻌﺼﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﻗﺒﻨﺎ ..
Seorang Santri bertanya kepada Syeikhnya:
Berapa kali kita durhaka kepada Alloh dan Dia tidak menghukum kita?
ﻓﺮﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ :
Maka Syaikh menjawab:
ﻛﻢ ﻳﻌﺎﻗﺒﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ .. ﺃﻟﻢ ﻳﺴﻠﺒﻚ ﺣﻼﻭﺓ ﻣﻨﺎﺟﺎﺗﻪ .. ﻭﻣﺎ ﺍﺑﺘﻠﻲ ﺍﺣﺪ ﺑﻤﺼﻴﺒﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻗﺴﻮﺓ ﻗﻠﺒﻪ ..
Berapakali Alloh menghukummu sedangkan kamu tidak mengetahuinya?
Bukankah dihilangkan darimu rasa manis Munajah kepada-Nya?
Tidak ada cobaan yang lebih besar menimpa seseorang dari kerasnya hati...
ﺍﻥ ﺍﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﻤﻜﻦ ﺍﻥ ﺗﺘﻠﻘﺎﻩ ﻫﻮ ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺍﻟﻰ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ..
Sesungguhnya hukuman yang paling besar dan mungkin kamu temui adalah sedikitnya Taufik kepada perbuatan baik...
ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻻﻳﺎﻡ ﺩﻭﻥ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻟﻠﻘﺮﺍﻥ ..
Bukankah telah berlalu hari-harimu tanpa bacaan Al Quran?
ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻄﻮﺍﻝ ﻭﺃﻧﺖ ﻣﺤﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ..
Bukankah telah berlalu malam malam yang panjang sedangkan engkau terhalang dari shalat malam?
ﺍﻟﻢ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺨﻴﺮ .. ﺭﻣﻀﺎﻥ .. ﺳﺖ ﺷﻮﺍﻝ .. ﻋﺸﺮ ﺫﻱ ﺍﻟﺤﺠﺔ .. ﺍﻟﺦ ﻭﻟﻢ ﺗﻮﻓﻖ ﺍﻟﻰ ﺍﺳﺘﻐﻼﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ .. ﺍﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ؟
Bukankah telah berlalu musim-musim kebaikan, Ramadhan, enam hari Syawwal, sepuluh hari Dzulhijjah, dan lainnya..., sedangkan engkau tidak mendapatkan taufik untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya... hukuman manalagi yang lebih banyak dari ini...?
ﺍﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﺜﻘﻞ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ ..
Tidakkah engkau merasakan beratnya ketaatan?
ﺍﻻ ﺗﺤﺲ ﺑﻀﻌﻒ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ..
Tidakkah engkau merasa lemah dihadapan hawa nafsu dan syahwat?
ﺍﻟﻢ ﺗﺒﺘﻠﻰ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﺸﻬﺮﻩ ..
Bukankah engkau diuji dengan cinta harta, kedudukan, dan popularitas..?
ﺃﻱ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ..
Hukuman mana yang lebih banyak dari itu?
ﺍﻟﻢ ﺗﺴﻬﻞ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ ﻭﺍﻟﻨﻤﻴﻤﺔ ﻭﺍﻟﻜﺬﺏ ..
Bukankah engkau merasa ringan untuk berghibah, namimah dan dusta..?
ﺍﻟﻢ ﻳﺸﻐﻠﻚ ﺑﺎﻟﻔﻀﻮﻝ ﻭﺍﻟﺘﺪﺧﻞ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻚ ..
Bukankah engkau tersibukkan untuk campur tangan pada hal yang tidak bermanfaat untukmu..?
ﺍﻟﻢ ﻳﻨﺴﻴﻚ ﺍﻵﺧﺮﺓ ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻛﺒﺮ ﻫﻤﻚ ..
Bukankah akhirat dilupakan dan dunia dijadikan sebagai tujuan utama?
ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻻ ﺻﻮﺭ ﻣﻦ ﻋﻘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ..
Ini adalah tipuan,,, tidaklah itu semua kecuali bentuk hukuman dari Alloh...
# ﺇﺣﺬﺭ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻓﺎﻥ ﺍﻫﻮﻥ ﻋﻘﺎﺏ ﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺴﻮﺳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﺤﺔ ..
Hati-hatilah anakku, sesungguhnya HUKUMan Alloh yang paling RINGAN adalah yang terletak pada MATERI, harta, anak, kesehatan ...
ﻭﺍﻥ ﺍﻋﻈﻢ ﻋﻘﺎﺏ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ..
Sesungguhnya HUKUMan terBESAR adalah yang ada pada HATI...
ﻓﺎﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﺬﻧﺒﻚ ..
Maka, mintalah keselamatan kepada Alloh, dan mintalah ampunan untuk dosamu...
ﻓﺎﻥ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻟﻠﻄﺎﻋﺎﺕ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻳﺼﻴﺒﻪ
Sesungguhnya seorang hamba diHARAMkan TAUFIQ untuk melakukan keTAATan karena sebab DOSA yang menimpanya.
🙏 ASTAGHFIRULLOOH....
Ya Robb, tolonglah kami....
⚡🌲⚡💦🐠🌲⚡🌒
Semoga bermanfaat...
Selasa, 17 November 2015
SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM KUBUR
**Silahkan share untuk teman2 terbaik kita**
Merinding bacanya... Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini...aamiin
Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.
- Dari Sa'id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: "Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur'an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya." (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
Bazzar meriwayatkan dalam kitab La'aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.
Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.
Tetapi si tampan itu berkata: "Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga."
Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,"Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.
Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan."
Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala'il A'la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.
Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa'at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin..
Inilah 10 Ciri-ciri Istri yang Mendatangkan Rezeki bagi Sang Suami
Memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini 'membantu' mendatangkan rezeki bagi suaminya,
1. Istri yang pandai bersyukur
Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih" (QS. Ibrahim: 7)
2. Istri yang tawakkal kepada Allah
Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath Thalaq: 3)
Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut.
Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.
3. Istri yang baik agamanya
Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung" (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.
Coba kita perhatikan, Insyaa Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan.
Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.
4. Istri yang banyak beristighfar
Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu" (QS. Nuh : 10-12)
5. Istri yang gemar silaturahim
Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
6. Istri yang suka bersedekah
Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.
Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Baqarah: 261)
7. Istri yang bertaqwa
Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka" (QS. At Thalaq: 2-3)
8. Istri yang selalu mendoakan suaminya
Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan" (QS. Ghafir: 60)
9. Istri yang gemar shalat dhuha
Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka'at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjami rezekinya sepanjang hari.
فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ
"Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya." Mereka (para sahabat) bertanya, "Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?" Beliau menjawab, "Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka'at Dhuha sudah mencukupimu." (HR. Abu Dawud)
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu." (HR. Ahmad)
10. Istri yang taat dan melayani suaminya
Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.
Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, insya Allah.
Senin, 16 November 2015
Indahnya Bacaan Shalat & Sholawat
Tanpa bermaksud menggurui, ini baguuss sekali supaya kita lebih menghayati arti dalam shalat..
INDAHNYA BACAAN SHALAT & SHALAWAT
Mengapa kita shalat buru2 kalaulah tahu bacaan shalat itu trnyata bisa m'buat kita spt di Surga spt makna sebagian bacaan shalat ini.......
Mari kita camkan dan renungkan insya Allah akan berlinang air mata kita :
Allahumma shalli ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad...SAW....
MAKNA BACAAN SHALAT YANG LUAR BIASA.
(Bisa dijadikan renungan dan pelajaran utk melaksanakan shalat yg lebih baik)
Singkatnya, pd malam itu Jibril mngantar Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun krna Jibril tdk diperkenankan utk mncapai Sidratul Muntaha, maka Jibril pun mengatakan kpd Rasulullah SAW utk melanjutkan tanpanya...
Rasulullah melanjutkan berjalan perlahan sambil ter-kagum2x melihat indahnya istana Allah hingga tiba di hadapan Arsy [singgasana Allah]
Stelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Nabi Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara lngsung dgn Allah SWT.
[Bayangkanlah, indah dan dahsyatnya momen ini]
PERCAKAPAN Antara Rasulullah Muhammad SAW dgn Allah Subhanahu wata'ala :
a. Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi sapaan pnghormatan kpd Allah SWT:
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH
("Semua ucapan penghormatan, pengagungan, dan pujian《 hanyalah milik Allah.”)
b. Kemudian Allah SWT membalas sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
(”Segala pemeliharaan dan pertolongan Allah untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segala karunia-Nya”)
《
c. Mendptkan jwban spt ini, Rasulullah SAW tdk merasa jumawa berbesar diri, justru beliau tdk lupa dgn umatnya (ini yg membuat kita sngat terharu).
Beliau menjwb dgn ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN. (”Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang shalih.”)
Bacalah prcakapan mulia itu sekali lagi…
itu adalah prcakapan Sang Tuhan dan hambaNya,
Sang Pencipta dan ciptaanNya… dan mereka saling mnghormati satu sama lain… mnghargai satu sama lain…. dan lihat betapa Rasulullah mencintai kita umatnya… bahkan beliau tdk lupa dgn kita ketika ia di hadapan Allah.
d. Melihat peristiwa ini, para malaikat yg mnyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum2x betapa mulianya Allah… betapa mulianya Muhammad…. dan kmudian para malaikat pun mngatakan dgn kyakinan penuh :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(”Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah… dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya”)
Jadilah rangkaian percakapan dlm peristiwa ini mnjadi suatu bacaan dalam shalat yaitu pada posisi Tahiyat Awal dan Akhir...yang kita ikuti dgn shalawat kpd Nabi sebagai sanjungan sebagai seorg individu yg mnyayangi umatnya.
(Dulu sewaktu belum bisa memaknainya, kita sendiri bingung atas kalimat dlm bacaan ini, tapi mudah2an dgn penjelasan ini bisa menjadi modal dalam lebih meresapi makna shalat kita... merasakan getaran yg dirasakan malaikat saat peristiwa itu).
Assala'mu alaikum .... sugeng enjing, sugeng makaryo ....
Subhanallah
Sabtu, 14 November 2015
RAHASIA KEBAHAGIAAN
❤
" ﻋﻦ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ "
RAHASIA KEBAHAGIAAN
Nasehat Syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ : ( ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ )
Wahai ananda, ulangi terus membaca Al-Qur'an, jangan sampai melupakannya, kelak hari kiamat akan ada acara penghargaan yang tidak sama dengan acara-acara di dunia, oleh karena itu jangan sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah, naiklah dan tartilkanlah.. "
ﺟﺎﻟﺲ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﻌﻘﻠﻚ
Duduklah bersama ulama dengan akalmu
ﻭﺟﺎﻟﺲ ﺍﻻﻣﺮﺍﺀ ﺑﻌﻠﻤﻚ
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu
ﻭﺟﺎﻟﺲ ﺍﻻﺻﺪﻗﺎﺀ ﺑﺄﺩﺑﻚ
Duduklah bersama teman dengan etikamu
ﻭﺟﺎﻟﺲ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻚ ﺑﻌﻄﻔﻚ
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu
ﻭﺟﺎﻟﺲ ﺍﻟﺴﻔﻬﺎﺀ ﺑﺤﻠﻤﻚ
Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu
ﻭﻛﻦ ﺟﻠﻴﺲ ﺭﺑﻚ ﺑﺬﻛﺮﻙ
Jadilah teman Allah dengan mengingatNYA
ﻭﻛﻦ ﺟﻠﻴﺲ ﻧﻔﺴﻚ ﺑﻨﺼﺤﻚ
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu
ﻻ ﺗَﺤﺰﻥْ ﻋﻠﻰ ﻃﻴﺒﺘﻚ؛ ﻓَﺈﻥ ﻟَﻢ ﻳُﻮﺟَﺪ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﺽ ﻣَﻦ ﻳﻘﺪﺭﻫﺎ؛ ﻓﻔﻲ ﺍﻟﺴَﻤﺎﺀ ﻣَﻦ ﻳﺒﺎﺭﻛﻬَﺎ ...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya
ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﻛﺎﻟﻮﺭﻭﺩ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻤﺎﻝ ﻣﺎ ﻳﺴﻌﺪﻧﺎ ﻭﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻮﻙ ﻣﺎ ﻳﺆﻟﻤﻨﺎ .
Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang membuat kita bahagia, juga memiliki duri yang membuat kita tersakiti
ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺳﻴﺄﺗﻴﻚ ﺭﻏﻢ ﺿﻌﻔﻚ .!!
Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya
ﻭﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻟﻚ ﻟﻦ ﺗﻨﺎﻟﻪ ﺑﻘﻮﺗﻚ .!!
Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu
ﻻ ﺃﺣﺪ ﻳﻤﺘﺎﺯ ﺑﺼﻔﺔ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻠﮧ . ﻟﺬﺍ ﻛﻒ ﻋﻦ ﻧﺒﺶ ﻋﻴﻮﺏ ﺍﻵﺧﺮﻳﻦ
Tidak seorangpun yang memiliki sifat sempurna selain Allah, oleh karna itu berhentilah dr menggali aib orang lain
ﺍﻟﻮﻋﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻮﻝ ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻷﻋﻤﺎﺭ، ﻓﺎﻷﻋﻤﺎﺭ ﻣﺠﺮﺩ ﻋﺪﺍﺩ ﻷﻳﺎﻣﻚ، ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻌﻘﻮﻝ ﻓﻬﻲ ﺣﺼﺎﺩ ﻓﻬﻤﻚ ﻭﻗﻨﺎﻋﺎﺗﻚ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻚ ..
Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu
ﻛﻦ ﻟﻄﻴﻔﺎً ﺑﺘﺤﺪﺛﻚ ﻣﻊ ﺍﻵﺧﺮﻳﻦ، ﻓﺎﻟﻜﻞ ﻳﻌﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭﺃﻧﺖ ﻻﺗﻌﻠﻢ .
Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya
ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻳﻨﻘﺺ ﺇﺫﺍ ﻗﺴﻤﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﺇﻻ
" ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ "
ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﺰﻳﺪ ﺇﺫﺍ ﺗﻘﺎﺳﻤﺘﻬﺎ ﻣﻊ ﺍﻵﺧﺮﻳﻦ .
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali KEBAHAGIAAN, justru akan bertambah jika anda bagi kepada yang lain
Subhanallah
Jumat, 13 November 2015
Jadilah seperti air hujan
كن كالمطر إذا أقبل استبشر الناس به وإذا حط نفعهم وإذا رحل ترك أثرا نافعا فيهم وإذا غاب اشتاقوا إليه
Jadilah kamu seperti Air Hujann, ketika datang maka orang-orang bergembira, ketika turun maka memberikan manfaat, ketika pergi memberikan dampak yg baik, ketika tidak ada maka dirindukan orang-orang...#Subhanallah
Selasa, 13 Oktober 2015
Menyambut Muharram 1437 H
Sebentar lagi kita akan masuk Bulan Muharram 1437 H. Beberapa amalan yang hendaknya dilakukan pada bulan Muharram.
1. Perbanyak Amalan Shalih dan Jauhi Maksiat
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang tafsir firman Alloh Ta'ala dalam Surat At Taubah ayat 36: "…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…"; Alloh telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Alloh menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, Ibnu Katsir)
Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Alloh melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Alloh pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur'an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.
Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Alloh dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.
Qotadah rahimahullah juga mengatakan, "Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapiAlloh Ta'ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya."
2. Perbanyaklah Puasa
Dari Abu Hurairah ra, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya), "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Alloh, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim)
Para salaf pun sampai-sampai sangat suka untuk melakukan amalan dengan berpuasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan, "Pada bulanbulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya." (Lathaa-if Al Ma'arif, Ibnu Rajab)
3. Puasa 'Asyuro (Tanggal 10 Muharram)
Para pembaca yang dirahmati Alloh, hari'Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamannya oleh Rasululloh, sebagaimana hadits dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan, "Aku tidak pernah melihat Rasululloh shalallahu 'alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari'Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu bentuk menjaga keutamaan hari 'Asyuro adalah dengan berpuasa pada hari tersebut. Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan, Ketika Nabishallallahu 'alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa 'Asyuro, mereka mengatakan, "Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir'aun." Kemudian Nabishallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat, "Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah" (HR. Bukhari)
Rasululloh menyebutkan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah 'Asyuro,sebagaiamana riwayat dari Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, Nabi shalallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyuro, kemudian beliau menjawab, "Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat" (HR. Muslim)
4. Muhasabah dan Introspeksi Diri
Hari berganti dengan hari dan bulan pun silih berganti dengan bulan. Tidak terasa pergantian tahun sudah kita jumpai lagi, rasa-rasanya sangat cepat waktu telah berlalu. Semakin bertambahnya waktu, maka semakin bertambah pula usia kita. Perlu kita sadari, bertambahnya usia akan mendekatkan kita dengan kematian dan alam akhirat.
Sebuah pertanyaan besar, "Semakin bertambah usia kita, apakah amal kita bertambah atau malah dosakah yang bertambah??!" Maka pertanyaan ini hendaknya kita jadikan alat untuk muhasabah dan introspeksi diri kita masing-masing. Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan, "Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, masa hidupku berkurang, namun amalanku tidak bertambah."
Wahai saudara & sahabatku, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk menuju perjalanan yang panjang di akhirat kelak dengan amalan-amalan shalih? Sudahkah kita siap untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah kita perbuat di hadapan Alloh kelak?
Alloh Ta'ala berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…" (QS. Al Hasyr: 18)
IbnuKatsir ra berkata tentang tafsir ayat ini, "Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian di-hisab (pada hari kiamat), dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian."
Semoga Alloh senantiasa memberikan kita taufik untuk tetap teguh berada di atas jalan kebenaran-Nya, bersegera untuk melakukan instrospeksi diri sebelum datang hari di-hisab-nya semua amalan, dan menjauhkan dari perbuatan maksiat yang bisa membuat noda hitam di hati kita. Wallahu Ta'ala a'lam.
Robbana Taqobbal Minna.
Ys Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Semoga Bermanfaat
Rabu, 07 Oktober 2015
Tahu Tapi Sayang Tak Mengamalkan
Anak perempuan itu menjawab: "Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Alloh, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu rakaat sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya... "
Berkata Ibnul Qayyim: "Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya ( sesungguhnya kita mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan..." ), akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya.."
🌺Kita mengetahui, bahwa ucapan سبحان الله وبحمده Subhanallahi wa bihamdihi sebanyak 100 kali akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang.. Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun..💬
🍀Kita mengetahui, bahwa pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqah, akan tetapi sayang.. Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha...💬
🌹Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Alloh satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar..💬 ..
Ya Alloh jadikan diri ini utk sll pandai berinstropeksi menjadi manusia yg lbh baik.
Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
Semoga Bermanfaat.
😊❤👍
