Laman

Senin, 21 Maret 2016

Sholat Dahsyat

Sholat Dahsyat

Dari Abu Utsman r.a., Ia berkata, "Saya dan Salman berada di bawah sebatang pohon, lalu ia mengambil sebatang ranting kering dari pohon itu dan mengguncang-guncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran. Ia berkata, "Hai Abu Utsman, mengapa engkau tidak bertanya kepada saya, mengapa saya berbuat begini?" Saya bertanya, "Mengapa engkau berbuat demikian?" Jawabnya, "Beginilah Rasulullah saw. melakukannya di hadapan saya ketika saya bersama beliau di bawah sebatang pohon. Beliau mengambil ranting kering dan mengguncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran. Lalu beliau bersabda, "Wahai Salman, mengapa kamu tidak bertanya kepadaku mengapa aku berbuat begini?" Saya bertanya, "Mengapa engkau berbuat demikian?" Sabda Beliau,

"Sesungguhnya jika seorang muslim berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat lima waktu, niscaya dosa-dosanya gugur sebagaimana daun-daun ini berguguran."

Dan beliau membacakan satu ayat yang artinya, "Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam, sesungguhnya amal kebaikan menghapuskan kejahatan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat (kepada Allah)." (Q.s. Huud : 114). (Ahmad, Thabrani, Nasa'i).

Perbuatan Salman r.a. yang ia tunjukkan dalam hadits di atas merupakan sebagian kecil dari bukti rasa cinta para sahabat kepada Nabi saw.. Siapa pun yang mencintai orang lain, ia akan meniru tingkah laku orang yang dicintainya. Orang yang telah merasakan manisnya cinta tentu memahami hakikat ini dengan baik. Begitu juga para sahabat, mereka sering mengulangi sabda-sabda Nabi saw. dengan menirukan perbuatan beliau ketika beliau menerangkannya.

Hadits-hadits mengenai pentingnya shalat dan ampunan dosa bagi yang mengerjakannya tidak terhitung banyaknya, sehingga sulit untuk disebutkan semuanya di sini. Hadits-hadits mengenai hal itu telah diriwayatkan sebelumnya. Alim ulama telah membatasi pengampunan tersebut pada dosa-dosa kecil saja, sebagaimana telah kita ketahui sebelumnya. Padahal, di sini tidak ada pembatasan dosa kecil atau besar, tetapi mutlak disebutkan dosa-dosa saja.

Ayah saya (Syaikh Maulana Muhammad Yahya rah.a.- pent.) memberikan dua penjelasan ketika mengajarkan bab ini:

1. Tanda-tanda seorang muslim diantaranya ialah, jika ia menyadari telah melakukan dosa besar, maka ia akan menangis dan ia benar-benar menyesali atas dosanya serta tidak mengulangi dosa itu lagi. Seorang muslim juga tidak akan meremehkan dosa-dosa kecil dan akan selalu berharap agar dosa-dosanya dapat diampunkan ALLAH melalui shalatnya. Sebaliknya, jika tanpa memperhatikan shalatnya, seseorang akan sulut mengenali dosa-dosa besarnya. Sehingga apabila ia melakukan dosa-dosa, ia akan tetap sulit untuk bertaubat.

2. Seseorang yang shalat dengan ikhlas dan menunaikan adab serta sunahnya berarti ia sudah bertaubat dan beristighfar beberapa kali, sebab di akhir bacaan Tahiyyaat terdapat doa yang diajarkan Rasulullah ke Abu Bakar ;

"Abu Bakr radhiallahu 'anhu pernah berkata kepada nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai rasulullah, ajarilah aku sebuah do'a yang bisa kupanjatkan dalam shalatku." Nabi menjawab, "Katakanlah, Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira wa laa yaghfirudz dzunuba illa anta faghfirli min 'indika maghfiratan innaka antal ghafurur rahim"

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan maha penyayang." [HR. Bukhari : 6839]

Di dalam hadits di atas, kita juga dianjurkan untuk menyempurnakan wudhu dengan memperhatikan adab dan sunah-sunah wudhu. Adapun satu sunnahnya adalah bersiwak. Bersiwak adalah sunah wudhu yang sering diabaikan. Padahal disebutkan dalam sebuah hadits, "Dua rakaat dengan bersiwak lebih utama daripada tujuh puluh rakaat tanpa bersiwak." Dalam hadits yang lain dinyatakan, "Jagalah siwak, karena dalam miswak terdapat sepuluh keutamaan: 1. Membersihkan mulut 2. Menyebabkan Allah ridha 3. Membuat syaitan marah 4. Membuat Allah dan para malaikat-Nya mencintainya 5. Menguatkan gigi 6. Menghilangkan kotoran 7. Mewangikan mulut 8. Mengurangi kekuningan 9. Memperjelas penglihatan 10. Menghilangkan bau mulut, dan bersiwak adalah sunah Rasulullah saw.." (Al-Munabbihat – Ibnu Hajar).

Para ulama telah mengumpulkan sampai tujuh puluh kelebihan bersiwak, salah satu di antaranya adalah akan dimudahkan mengucapkan syahadat ketika meninggal dunia. Sebaliknya, menghisap candu mengandung tujuh puluh madharat, salah satu di antaranya adalah akan menyebabkan lupa mengucapkan kalimat syahadat ketika meninggal dunia. Masih banyak pahala lainnya jika wudhu dikerjakan dengan sempurna. Sebuah hadits menyebutkan bahwa pada hari Kiamat, anggota tubuh yang dibasahi air wudhu akan bercahaya. Dan dengan cahaya inilah Nabi saw. akan mudah mengenali umatnya.

niat amal dan sampaikan alhamdulillah...

Minggu, 20 Maret 2016

Lillahi ta'ala

اتقن عملك ليس ليمدحك الناس بل ليحبك الله قالﷺ"إن الله يحب إذاعمل أحدكم عملا أن يتقنه"  (الحبيب علي)
Yakinkan amalmu bukan untuk mendapat pujian orang lain tetapi supaya dicintai Allah Ta'ala, bersabda Rosulullah SAW: Sesungguhnya Allah mencintai salah satu dari kalian yg beramal dengan menyakinkan...#Subhanallah

Berdoalah

تمسّك بالدُعاء .. كأنكّ ماعرّفت دواءً ولَا علاجًا ولا مُستراحًا إلا هُو
Berpeganglah dengan DOA, seolah-olah kamu tidak mengetahui Obat, Penyembuh dan Pemberi Kebahagiaan kecuali-nya...#Subhanallah

Sabtu, 19 Maret 2016

Kemudahan Hati

من أحب أن تفتح له فرجة في قلبه وينجو من غمرات الموت وأهوال القيامة فليكن عمله في السر أكثر منه في العلانية . (الإمام مالك)
Barangsiapa yg ingin di bukakan kemudahan pada hatinya, selamat dari kesusahan-kesusahan sakarotul maut, selamat dari kesusahan hari kiamat maka hendaknya amal yg rahasia lebih banyak dari amal yg jelas (Imam Malik)...#Subhanallah

Jumat, 18 Maret 2016

Ketika Harta Menghancurkan Keluarga maka Agama dan Anak Sholeh Yg Menyelamatkan Keluarga

Cerita Inspiratif

Jangan Menangis ..sangat Indah cerita panjang penuh makna, mohon sempatkan waktu utk membaca nya:

Hanya sebuah kisah ... Namun bisa jadi untuk kita ambil nasehatnya. 

Goblok kamu ya…" Kata Suamiku sambil melemparkan buku lapor sekolah Doni.

Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis.

Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu.

Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis " Ampun, ayah ..ampun ayah.." Katanya dengan suara terisak isak.

Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doniku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku.

"Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he " Kata suamiku dengan suara terengah engah kelelahan memukul Doni. Suamiku terduduk di kursi.

Matanya kosong memandang kearah Doni dan kemudian melirik kearah ku " Kamu ajarin dia. Aku tidak mau lagi lihat lapor sekolahnya buruk. Dengar itu. " Kata suamiku kepadaku sambil berdiri dan masuk kekamar tidur.

Kupeluk Doni. Matanya memudar. Aku tahu dengan nilai lapor buruk dan tidak naik kelas saja dia sudah malu apalagi di maki maki dan dimarahi didepan adik adiknya. Dia malu sebagai anak tertua. Kembali matanya memandangku. Kulihat dia butuh dukunganku. Kupeluk Doni dengan erat " Anak bunda, tidak tolol. Anak bunda pintar kok. Besok ya rajin ya belajarnya"

" Doni udah belajar sungguh sungguh, bunda, Bunda kan lihat sendiri. Tapi Doni memang engga pintar seperti Ruli dan Rini. Kenapa ya Bunda" Wajah lugunya membuatku terenyuh.. Aku menangis " Doni, pintar kok. Doni kan anak ayah. Ayah Doni pintar tentu Doni juga pintar. "

" Doni bukan anak ayah." Katanya dengan mata tertunduk " Doni telah mengecewakan Ayah, ya bunda "

Malamnya , adiknya Ruli yang sekamar dengannya membangunkan kami karena ketakutan melihat Doni menggigau terus. Aku dan suamiku berhamburan kekamar Doni. Kurasakan badannya panas.Kupeluk Doni dengan sekuat jiwaku untuk menenangkannya. Matanya melotot kearah kosong. Kurasakan badannya panas. Segera kukompres kepalanya dan suamiku segera menghubungi dokter keluarga. Doni tak lepas dari pelukanku " Anak bunda, buah hati bunda, kenapa sayang. Ini bunda,.." Kataku sambil terus membelai kepalanya. Tak berapa lama matanya mulai redup dan terkulai. Dia mulai sadar. Doni membalas pelukanku. ' Bunda, temani Doni tidur ya." Katanya sayup sayup. Suamiku hanya menghelap nafas. Aku tahu suamiku merasa bersalah karena kejadian siang tadi.

Doni adalah putra tertua kami. Dia lahir memang ketika keadaan keluarga kami sadang sulit. Suamiku ketika itu masih kuliah dan bekerja serabutan untuk membiayai kuliah dan rumah tangga. Ketika itulah aku hamil Doni. Mungkin karena kurang gizi selama kehamilan tidak membuat janinku tumbuh dengan sempurna. Kemudian , ketika Doni lahir kehidupan kami masih sangat sederhana. Masa balita Doni pun tidak sebaik anak anak lain. Diapun kurang gizi. Tapi ketika usianya dua tahun, kehidupan kami mulai membaik seiring usainya kuliah suamiku dan mendapatkan karir yang bagus di BUMN. Setelah itu aku kembali hamil dan Ruli lahir., juga laki laki dan dua tahu setelah itu, Rini lahir, adik perempuannya. Kedua putra putriku yang lahir setelah Doni mendapatkan lingkungan yang baik dan gizi yang baik pula. Makanya mereka disekolah pintar pintar. Makanya aku tahu betul bahwa kemajuan generasi ditentukan oleh ketersediaan gizi yang cukup dan lingkungan yang baik.

Tapi keadaan ini tidak pernah mau diterima oleh Suamiku. Dia punya standard yang tinggi terhadap anak anaknya. Dia ingin semua anaknya seperti dia. Pintar dan cerdas. " Masalah Doni bukannya dia tolol, Tapi dia malas. Itu saja. " Kata suamiku berkali kali. Seakan dia ingin menepis tesis tentang ketersediaan gizi sebagai pendukung anak jadi cerdas. " Aku ini dari keluarga miskin. Manapula aku ada gizi cukup. Mana pula orang tuaku ngerti soal gixi. Tapi nyatanya aku berhasil. " Aku tak bisa berkata banyak untuk mempertahankan tesisku itu.

Seminggu setelah itu, suamiku memutuskan untuk mengirim Doni kepesantren. AKu tersentak.

" Apa alasan Mas mengirim Doni ke Pondok Pesantren "

" Biar dia bisa dididik dengan benar"

" Apakah dirumah dia tidak mendapatkan itu"

" Ini sudah keputusanku, Titik.

" tapi kenapa , Mas" AKu berusaha ingin tahu alasan dibalik itu.

Suamiku hanya diam. Aku tahu alasannya.Dia tidak ingin ada pengaruh buruk kepada kedua putra putri kami. Dia malu dengan tidak naik kelasnya Doni. Suamiku ingin memisahkan Doni dari adik adiknya agar jelas mana yang bisa diandalkannya dan mana yang harus dibuangnya. Mungkinkah itu alasannya. Bagaimanapun , bagiku Doni akan tetap putraku dan aku akan selalu ada untuknya. Aku tak berdaya. Suamiku terlalu pintar bila diajak berdebat.

Ketika Doni mengetahui dia akan dikirim ke Pondok Pesantren, dia memandangku. Dia nanpak bingung. Dia terlalu dekat denganku dan tak ingin berpisah dariku.

Dia peluk aku " Doni engga mau jauh jauh dari bunda" Katanya.

Tapi seketika itu juga suamiku membentaknya " Kamu ini laki laki. TIdak boleh cengeng. Tidak boleh hidup dibawah ketika ibumu. Ngerti. Kamu harus ikut kata Ayah. Besok Ayah akan urus kepindahan kamu ke Pondok Pesantren. "

Setelah Doni berada di Pondok Pesantren setiap hari aku merindukan buah hatiku. Tapi suamiku nampak tidak peduli. " Kamu tidak boleh mengunjunginya di pondok. Dia harus diajarkan mandiri. Tunggu saja kalau liburan dia akan pulang" Kata suamiku tegas seakan membaca kerinduanku untuk mengunjungi Doni.

Tak terasa Doni kini sudah kelas 3 Madrasa Aliyah atau setingkat SMU. Ruli kelas 1 SMU dan Rini kelas 2 SLP. Suamiku tidak pernah bertanya soal Raport sekolahnya. Tapi aku tahu raport sekolahnya tak begitu bagus tapi juga tidak begitu buruk. Bila liburan Doni pulang kerumah, Doni lebih banyak diam. Dia makan tak pernah berlebihan dan tak pernah bersuara selagi makan sementara adiknya bercerita banyak soal disekolah dan suamiku menanggapi dengan tangkas untuk mencerahkan. Walau dia satu kamar dengan adiknya namun kamar itu selalu dibersihkannya setelah bangun tidur. Tengah malam dia bangun dan sholat tahajud dan berzikir sampai sholat subuh.

Ku purhatikan tahun demi tahu perubahan Doni setelah mondok. Dia berubah dan berbeda dengan adik adiknya. Dia sangat mandiri dan hemat berbicara. Setiap hendak pergi keluar rumah, dia selalu mencium tanganku dan setelah itu memelukku. Beda sekali dengan adik adiknya yang serba cuek dengan gaya hidup modern didikan suamiku.

Setamat Madrasa Aliyah, Doni kembali tinggal dirumah. Suamiku tidak menyuruhnya melanjutkan ke Universitas. " Nilai rapor dan kemampuannya tak bisa masuk universitas. Sudahlah. Aku tidak bisa mikir soal masa depan dia. Kalau dipaksa juga masuk universitas akan menambah beban mentalnya. " Demikian alasan suamiku. Aku dapat memaklumi itu. Namun suamiku tak pernah berpikir apa yang harus diperbuat Doni setelah lulus dari pondok. Donipun tidak pernah bertanya. Dia hanya menanti dengan sabar.

Selama setahun setelah Doni tamat dari mondok, waktunya lebih banyak di habiskan di Masjid. Dia terpilih sebagai ketua Remaja Islam Masjid. Doni tidak memilih Masjid yang berada di komplek kami tapi dia memilih masjid diperkampungan yang berada dibelakang komplek. Mungkin karena inilah suamiku semakin kesal dengan Doni karena dia bergaul dengan orang kebanyakan. Suamiku sangat menjaga reputasinya dan tak ingin sedikitpun tercemar. Mungkin karena dia malu dengan cemoohan dari tetangga maka dia kadang marah tanpa alasan yang jelas kepada Doni. Tapi Doni tetap diam. Tak sedikitpun dia membela diri.

Suatu hari yang tak pernah kulupakan adalah ketika polisi datang kerumahku. Polisi mencurigai Doni dan teman temannya mencuri di rumah yang ada di komplek kami. Aku tersentak. Benarkah itu. Doni sujud dikaki ku sambil berkata " Doni tidak mencuri , Bunda. TIdak, Bunda percayakan dengan Doni. Kami memang sering menghabiskan malam di masjid tapi tidak pernah keluar untuk mencuri." Aku meraung ketika Doni dibawa kekantor polisi. Suamiku dengan segala daya dan upaya membela Doni. Alhamdulilah Doni dan teman temannya terbebaskan dari tuntutan itu. Karena memang tidak ada bukti sama sekali. Mungkin ini akibat kekesalan penghuni komplek oleh ulah Doni dan kawan kawan yang selalu berzikir dimalam hari dan menggangu ketenangan tidur.

Tapi akibat kejadian itu , suamiku mengusir Doni dari rumah. Doni tidak protes. Dia hanya diam dan menerima keputusan itu. Sebelum pergi dia rangkul aku" Bunda , Maafkanku. Doni belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakan bunda dan Ayah. Maafkan Doni " Pesanya. Diapun memandang adiknya satu satu. Dia peluk mereka satu persatu " Jaga bunda ya. Mulailah sholat dan jangan tinggalkan sholat. Kalian sudah besar ." demikian pesan Doni. Suamiku nampak tegar dengan sikapnya untuk mengusir DOni dari rumah.

" Mas, Dimana Doni akan tinggal. " Kataku dengan batas kekuatan terakhirku membela Doni.

" Itu bukan urusanku. Dia sudah dewasa. Dia harus belajar bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri.

***
Tak terasa sudah enam tahun Doni pergi dari Rumah. Setiap bulan dia selalu mengirim surat kepadaku. Dari suratnya kutahu Doni berpindah pindah kota. Pernah di Bandung, Jakarta, Surabaya dan tiga tahun lalu dia berangkat ke Luar negeri. Bila membayangkan masa kanak kanaknya kadang aku menangis. Aku merindukan putra sulungku. Setiap hari kami menikmati fasilitas hidup yang berkecukupan. Ruli kuliah dengan kendaraan bagus dan ATM yang berisi penuh. Rinipun sama. Karir suamiku semakin tinggi. Lingkungan social kami semakin berkelas. Tapi, satu putra kami pergi dari kami. Entah bagaimana kehidupannya. Apakah dia lapar. Apakah dia kebasahan ketika hujan karena tidak ada tempat bernaung. Namun dari surat Doni , aku tahu dia baik baik saja. Dia selalu menitipkan pesan kepada kami, " Jangan tinggalkan sholat. Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita siang dan malam. "

***
Prahara datang kepada keluarga kami. Suamiku tersangkut kasus Korupsi. Selama proses pemeriksaan itu suamiku tidak dibenarkan masuk kantor. Dia dinonaktifkan. Selama proses itupula suamiku nampak murung. Kesehatannya mulai terganggu. Suamiku mengidap hipertensii. Dan puncaknya , adalah ketika Polisi menjemput suamiku di rumah. Suamiku terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Rumah dan semua harta yang selama ini dikumpulkan disita oleh negara. Media maassa memberitakan itu setiap hari. Reputasi yang selalu dijaga oleh suamiku selama ini ternyata dengan mudah hancur berkeping keping. Harta yang dikumpul, sirna seketika. Kami sekeluarga menjadi pesakitan. Ruli malas untuk terus keliah karena malu dengan teman temannya. Rini juga sama yang tak ingin terus kuliah.

Kini suamiku dipenjara dan anak anak jadi bebanku dirumah kontrakan. Ya walau mereka sudah dewasa namun mereka menjadi bebanku. Mereka tak mampu untuk menolongku. Baru kutahu bahwa selama ini kemanjaan yang diberikan oleh suamiku telah membuat mereka lemah untuk survival dengan segala kekurangan. Maka jadilah mereka bebanku ditengah prahara kehidupan kami. Pada saat inilah aku sangat merindukan putra sulungku. Ditengah aku sangat merindukan itulah aku melihat sosok pria gagah berdiri didepan pintu rumah.

Doniku ada didepanku dengan senyuman khasnya. Dia menghambur kedalam pelukanku. " Maafkan aku bunda, Aku baru sempat datang sekarang sejak aku mendapat surat dari bunda tentang keadaan ayah. " katanya. Dari wajahnya kutahu dia sangat merindukanku. Rini dan Ruli juga segera memeluk Doni. Mereka juga merindukan kakaknya. Hari itu, kami berempat saling berpelukan untuk meyakinkan kami akan selalu bersama sama.

Kehadiran Doni dirumah telah membuat suasana menjadi lain. Dengan bekal tabungannya selama bekerja diluar negeri, Doni membuka usaha percetakan dan reklame. Aku tahu betul sedari kecil dia suka sekali menggambar namun hobi ini selalu di cemoohkan oleh ayahnya. Doni mengambil alih peran ayahnya untuk melindungi kami. Tak lebih setahu setelah itu, Ruli kembali kuliah dan tak pernah meninggalkan sholat dan juga Rini. Setiap maghrib dan subuh Doni menjadi imam kami sholat berjamaah dirumah. Seusai sholat berjaman Doni tak lupa duduk bersilah dihadapan kami dan berbicara dengan bahasa yang sangat halus , beda sekali dengan gaya ayahnya

" Manusia tidak dituntut untuk terhormat dihadapan manusia tapi dihadapan Allah. Harta dunia, pangkat dan jabatan tidak bisa dijadikan tolok ukur kehormatan. Kita harus berjalan dengan cara yang benar dan itulah kunci meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Itulah yang harus kita perjuangkan dalam hidup agar mendapatkan kemuliaan disisi Allah. . Dekatlah kepada Allah maka Allah akan menjaga kita. Apakah ada yang lebih hebat menjaga kita didunia ini dibandingkan dengan Allah. "

" Apa yang menimpa keluarga kita sekarang bukanlan azab dari Allah. Ini karena Allah cinta kepada Ayah. Allah cinta kepada kita semua karena kita semua punya peran hingga membuat ayah terpuruk dalam perbuatan dosa sebagai koruptor. Allah sedang berdialogh dengan kita tentang sabar dan ikhlas, tentang hakikat kehidupan, tentang hakikat kehormatan. Kita harus mengambil hikmah dari ini semua untuk kembali kepada Allah dalam sesal dan taubat. Agar bila besok ajal menjemput kita, tak ada lagi yang harus disesalkan, Karna kita sudah sangat siap untuk pulang keharibaan Allah dengan bersih. "

Seusai Doni berbicara , aku selalu menangis. Doni yang tidak pintar sekolah, tapi Allah mengajarinya untuk mengetahui rahasia terdalam tentang kehidupan dan dia mendapatkan itu untuk menjadi pelindung kami dan menuntun kami dalam taubah. Ini jugalah yang mempengaruhi sikap suamiku dipenjara. Kesehatannya membaik. Darah tingginya tak lagi sering naik. Dia ikhlas dan sabar , dan tentu karena dia semakin dekat kepada Allah. Tak pernah tinggal sholat sekalipun. Zikir dan linangan airmata sesal akan dosanya telah membuat jiwanya tentram.   Wilujeng Enjing🙏🏼😊

Sabtu, 12 Maret 2016

Dahsyatnya Meminta Maaf Dan Ridho Ibunda

Bismillah ..
Ada satu kisah nyata yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi.
Dalam berceramah agama, beliau menceritakan satu kisah dengan sangat APIK dan membuat air mata pendengar berurai. Berikut ini adalah kisahnya:

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya.

Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun. Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya,

"Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak."

"Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?"

"Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak."

"Berapa harganya dok?"

"Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak."

"Satu hari berapa kali suntik dok?"

"Sehari 3 kali suntik."

"Berarti sehari 36 juta dok?"

"Iya pak Jamil."

"Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok."

"Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan."

"Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari"

"Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya." Kemudian dokter memeriksa lagi.

"Iya dok."

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka'at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

"Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah. Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah."

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, "Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?" saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150,-.

Dulu, ketika kelas 6 SD, SPP saya menunggak 3 bulan. Pada waktu itu SPP bulanannya adalah Rp 25,. Setiap pagi wali kelas memanggil dan menanyakan saya, "JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ?" Malu saya. Dan ketika waktu istrirahat saya pulang dari sekolah, saya menemukan ada uang Rp150, di bawah bantal ibu saya. Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, "Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?" saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??. Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

"Assalamu'alaikum Ma…"

"Wa'alaikumus salam Mil…." Jawab ibu saya.

"Bagaimana kabarnya Ma ?"

"Ibu baik-baik saja Mil."

"Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?"

"Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?" –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-.

"Belum sembuh Ma."

"Yang sabar ya Mil."

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, "Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?"

"Yang mana Mil ?"

"Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?"

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

"Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya." (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

"Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang.

Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. ...rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT.... SAKIT... SAKIT rasanya."

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, "Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?"

"Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu."

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

"Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya…."

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,
"Astaghfirullahal 'Azhim….. Astaghfirullahal 'Azhim….. Astaghfirullahal 'Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah."

"Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?"

"Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil."

"Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?"

"Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu."

"Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh."

"Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah."

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

"Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan."

"Apa dok?"

"Infeksi prankreas."

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, "Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok."

Selesai memeluk, dokter itu berkata, "Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas. Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah."

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, "Terima kasih Ma…., terima kasih Ma."

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. "Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf."

Sahabat ... Sungguh benar sabda Rasulullaah saw:

"Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhari)

"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)

Kita dapat mengambil HIKMAH bahwa:

Bila kita seorang anak ...

Janganlah sekali-kali membuat marah orang tua, karena murka mereka akan membuat murka Allah subhanahu wa ta'ala. Dan bila kita ingin selalu diridhai-Nya maka buatlah selalu orang tua kita ridha kepada kita.

Jangan sampai kita berbuat zhalim atau aniaya kepada orang lain, apalagi kepada kedua orang tua, karena doa orang teraniaya itu terkabul.

Bila kita sebagai orang tua ...

Berhati-hatilah pada waktu marah kepada anak, karena kemarahan kita dan ucapan kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan kadang penyesalan adalah ujungnya.

Doa orang tua adalah makbul, bila kita marah kepada Anak, Berdoalah untuk kebaikan anak-anak kita, maafkanlah mereka.

Semoga kita di karuniai anak keturunan yang shaleh dan shalehah, yang pintar dan kreatif dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan.
Aamiin.....

Rabu, 09 Maret 2016

Rasulullah Takut Akan Gerhana Matahari,Umatnya Malah Menyepelekn

Ketika Madinah terjadi gerhana matahari, ketahuilah bahwa Rasulullah merasa takut dan segera mengajak umat Islam untuk shalat di mesjid.  Meskipun beliau adalah manusia yang paling mengetahui segala sesuatunya [ lewat ijin Allah ] tapi Rasulullah tidak menunjukkan sikap yang tenang ketika terjadi gerhana.

Sebaliknya, Rasulullah malah waspada.  Beliau takut dan khawatir akan terjadi kiamat.

Lihatlah, sungguh berbeda dengan sikap umat [ Islam ] sekarang ini.  Merasa teknologi sudah demikian canggihnya, sehingga menganggap peristitwa gerhana [ matahari atau bulan ] adalah sebuah peristiwa alam ‘biasa’ yang tidak perlu disikapi apapun.  Jika Rasulullah takut, umatnya malah gembira.  Jika Rasulullah waspada, umatnya malah sibuk berencana foto selfie.  Jika Rasulullah khawatir akan terjadi kiamat, umatnya malah larut dalam rencana pesta gemerlap.

Astagfirullah.

Akan jadi apakah umat ini jika sikap Rasulullah tidak menjadi teladan bagi kita?  Janganlah kita merasa sok lebih pintar, sok lebih hebat, lebih canggih ketimbang jaman Rasulullah.

Meskipun jaman Rasulullah belum ada satelit luar angkasa, belum ada teropong bintang, bahkan belum ada mobil.  Tapi ketahuilah, ilmu yang dimiliki Rasululah adalah yang paling luas, dalam dan lengkap yang pernah dimiliki oleh manusia.

Kita hanya tahu peristiwa gerhana matahari hanya dalam perspektif ilmu pengetahuan.  Tapi apa kandungan peristiwa dibalik semua itu, kita buta sama sekali.  Kita tidak punya ilmu sedikitpun untuk menyingkap tabir dibalik peristiwa gerhana yang terjadi di tahun 2016 ini.  Mengapa gerhana tidak terjadi tahun sebelumnya, atau mengapa tidak 4 tahun lagi ?

Jawabannya bukan hanya persoalan science.  Tapi sesungguhnya ada sesuatu yang menyelimuti hal itu, yang tidak kita ketahui.  Ada ‘suatu pesan’  yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini.

Sesuatu yang menyelimuti itulah yang diketahui oleh Rasulullah, sehingga beliau merasa khawatir, takut dan waspada.  Dan sebagai solusi dari ketakutan beliau, Rasulullah melakukan shalat kusuf,

Sungguh, Nabi Takut Akan Gerhana

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.”

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengenai maksud kenapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam takut, khawatir terjadi hari kiamat. Beliau rahimahullah menjelaskan dengan beberapa alasan, di antaranya:

Gerhana tersebut merupakan tanda yang muncul sebelum tanda tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat atau keluarnya Dajjal. Atau mungkin gerhana tersebut merupakan sebagian tanda kiamat.

Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa beliau shallallahu ’alaihi wa sallam adalah hamba yang paling dicintai Allah.

Lalu mengapa kita hanya melewati fenomena semacam ini dengan perasaan biasa saja, mungkin hanya diisi dengan perkara yang tidak bermanfaat dan sia-sia, bahkan mungkin diisi dengan berbuat maksiat.

Siapa yang  tahu peristiwa ini ternyata  adalah tanda datangnya bencana atau adzab ?  Atau tanda semakin dekatnya hari kiamat, misalnya dengan semakin lemahnya tembok yang mengukung Ya’juj dan Ma’juj ?  Atau akan semakin keringlah sungai Eufrat di Iraq ?

Sesungguhnyam, ada ‘pesan’ apakah yang hendak disampaikan Allah Ta’ala dari peristiwa gerhana ini ?

Tidak patutlah umat Nabi Muhammad menyambut gerhana [ matahari atau bulan ] dengan suka cita.  Karena tuntunan Rasulullah menyuruh kita untuk menghadapi gerhana dengan mempertebal keimanan, dan terus menerus berzikir mengingat Allah. 
Subhanallah

Sabtu, 05 Maret 2016

Ciri Ciri Bidadari Surga Dalam Al Quran

Al-Qur'an yang mulia sering menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang dijanjikan Allah l kepada orang-orang yang beriman yang akan diperoleh kelak di surga, karena memang surga adalah tempat bersenang-senang dalam keridhaan ar-Rahman. Berbeda halnya dengan dunia sebagai darul ibtila' wal imtihan, negeri tempat ujian dan cobaan.

Di dalam surga, penghuninya akan beroleh apa saja yang mereka inginkan. Allah l kabarkan dalam kalam-Nya yang agung:

"Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diidamkan oleh jiwa dan sedap (dipandang) mata." (az-Zukhruf: 71)

Al-'Allamah Abdurrahman ibnu Nashir as-Sa'di t menafsirkan ayat di atas dengan ucapannya, "Kalimat (dalam ayat) ini merupakan lafadz yang jami' (mengumpulkan semuanya). Ia mencakup seluruh kenikmatan dan kegembiraan, penenteram mata, dan penyenang jiwa. Jadi, seluruh yang diinginkan jiwa, baik makanan, minuman, pakaian, maupun pergaulan dengan pasangan hidup, demikian pula hal-hal yang menyenangkan pandangan mata berupa pemandangan yang bagus, pepohonan yang indah, hewan-hewan ternak, dan bangunan-bangunan yang dihiasi, semuanya bisa didapatkan di dalam surga. Semuanya telah tersedia bagi penghuninya dengan cara yang paling sempurna dan paling utama." (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 769)

Di antara kenikmatan surga adalah beroleh pasangan/istri berupa bidadari surga yang jelita. Al-Qur'anul Karim menggambarkan sifat dan kemolekan mereka dalam banyak ayat, di antaranya:

1. Surat an-Naba ayat 31—33

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan beroleh kesenangan, (yaitu) kebun-kebun, buah anggur, dan kawa'ib atraba (gadis-gadis perawan yang sebaya)." (an-Naba': 31—33)

Ibnu Abbas, Mujahid, dan selainnya menafsirkan bahwa kawa'ib adalah nawahid, yakni buah dada bidadari-bidadari tersebut tegak, tidak terkulai jatuh, karena mereka adalah gadis-gadis perawan yang atrab, yaitu sama umurnya/sebaya. (Tafsir Ibni Katsir, 7/241)

2. Surat al-Waqi'ah ayat 35—37

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita surga) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya." (al-Waqi'ah: 35—37)

Wanita penduduk surga diciptakan Allah l dengan penciptaan yang tidak sama dengan keadaannya ketika di dunia. Mereka diciptakan dengan bentuk dan sifat yang paling sempurna yang tidak dapat binasa. Mereka semuanya, baik bidadari surga maupun wanita penduduk dunia yang menghuni surga, dijadikan Allah l sebagai gadis-gadis yang perawan selamanya dalam seluruh keadaan. Mereka senantiasa mengundang kecintaan suami mereka dengan tutur kata yang baik, bentuk dan penampilan yang indah, kecantikan paras, serta rasa cintanya kepada suami.

Apabila wanita surga ini berbicara, orang yang mendengarnya ingin andai ucapannya tidak pernah berhenti, khususnya ketika wanita surga berdendang dengan suara mereka yang lembut dan merdu menawan hati. Apabila suaminya melihat adab, sifat, dan kemanjaannya, penuhlah hati si suami dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Apabila si wanita surga berpindah dari satu tempat ke tempat lain, penuhlah tempat tersebut dengan wangi yang semerbak dan cahaya. Saat "berhubungan" dengan suaminya, ia melakukan yang terbaik.

Usia mereka, para wanita surga ini, sebaya, 33 tahun, sebagai usia puncak/matang dan akhir usia anak muda.

Allah l menciptakan mereka sebagai perempuan yang selalu gadis lagi sebaya, selalu sepakat satu dengan yang lain, tidak pernah berselisih, saling dekat, ridha dan diridhai, tidak pernah bersedih, tidak pula membuat sedih yang lain. Bahkan, mereka adalah jiwa-jiwa yang bahagia, menyejukkan mata, dan mencemerlangkan pandangan. (Lihat keterangan al-Allamah as-Sa'di t dalam Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 834)

3. Surat ar-Rahman ayat 55—58

"Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Di ranjang-ranjang itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin1. Maka nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan? Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (ar-Rahman: 55—58)

Mereka menundukkan pandangan dari melihat selain suami-suami mereka sehingga mereka tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus daripada suami-suami mereka. Demikian yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas c dan lainnya.

Diriwayatkan bahwa salah seorang dari mereka berkata kepada suaminya, "Demi Allah! Aku tidak pernah melihat di dalam surga ini sesuatu yang lebih bagus daripada dirimu. Tidak ada di dalam surga ini sesuatu yang lebih kucintai daripada dirimu. Segala puji bagi Allah yang Dia menjadikanmu untukku dan menjadikanku untukmu." (Tafsir Ibni Katsir, 7/385)

Bidadari yang menjadi pasangan hamba yang beriman tersebut adalah gadis perawan yang tidak pernah digauli oleh seorang pun sebelum suami-suami mereka dari kalangan manusia dan jin. Mereka diibaratkan permata yakut yang bersih bening dan marjan yang putih karena bidadari surga memang berkulit putih yang bagus lagi bersih. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 385)

4. Surat ar-Rahman ayat 70

"Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik (akhlaknya) lagi cantik-cantik parasnya." (ar-Rahman: 70)

Terkumpullah kecantikan lahir dan batin pada bidadari atau wanita surga itu. (Taisir al-Karimir Rahman hlm. 832)

5. Surat ar-Rahman ayat 72

"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dan dipingit di dalam rumah." (ar-Rahman: 72)

Rumah mereka dari mutiara. Mereka menyiapkan diri untuk suami mereka. Namun, bisa jadi mereka pun keluar berjalan-jalan di kebun-kebun dan taman-taman surga, sebagaimana hal ini biasa dilakukan oleh para putri raja dan yang semisalnya. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 832)

6. Surat ad-Dukhan ayat 51—54

"Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari." (ad-Dukhan: 51—54)

Wanita yang berparas jelita dengan kecantikan yang luar biasa sempurna, dengan mata-mata mereka yang jeli, lebar, dan berbinar. (Taisir al-Karimir Rahman, hlm. 775)

7. Surat ash-Shaffat ayat 48—49

"Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya (qashiratuth tharf) dan jeli matanya, seakan-akan mereka adalah telur burung unta yang tersimpan dengan baik." (ash-Shaffat: 48—49)

Qashiratuth tharf adalah afifat, yakni wanita-wanita yang menjaga kehormatan diri. Mereka tidak memandang lelaki selain suami mereka. Demikian kata Ibnu Abbas, Mujahid, Zaid bin Aslam, Qatadah, as-Suddi, dan selainnya.

Mata mereka bagus, indah, lebar, dan berbinar-binar. Tubuh mereka bersih dan indah dengan kulit yang bagus. Ibnu Abbas c berkata, "Mereka ibarat mutiara yang tersimpan."2

Al-Imam al-Hasan al-Bashri t mengatakan, "Mereka terjaga, tidak pernah disentuh oleh tangan." (Tafsir Ibni Katsir, 7/11)

Ini menunjukkan ketampanan lelaki dan kecantikan wanita di surga. Sebagiannya mencintai yang lain dengan cinta yang membuatnya tidak memiliki hasrat kepada yang lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa mereka seluruhnya menjaga kehormatan diri, tidak ada hasad di dalam surga, tidak ada saling benci dan permusuhan, karena tidak adanya sebab yang bisa memicu ke sana. (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hlm. 703)

Semoga Allah l memberi taufik kepada kita untuk beramal dengan amalan yang dapat menyampaikan kepada ridha-Nya dan memasukkan kita ke negeri kemuliaan-Nya. Amin.

Jumat, 04 Maret 2016

Yuk Beramal !

لا نعلم بعد رحمة الله ما الذي سيدخلنا الجنة أهي ركعة أو صدقة أو سقيا ماء أو حاجة مسلم قضيناها أو دعوة أو ذكر فاعمل ولا تستصغر .

Kita tidak mengetahui setelah Rahmat Allah apa yg akan memasukan kita kedalam surga, apakah itu sholat, shodaqoh, memberikan minum, membantu muslim yg lain, doa atau dzikir..maka ber-amal-lah dan jangan mengecilkan/meremehkannya..

.#Subhanallah

Ber amalah sobat ...

لا نعلم بعد رحمة الله ما الذي سيدخلنا الجنة أهي ركعة أو صدقة أو سقيا ماء أو حاجة مسلم قضيناها أو دعوة أو ذكر فاعمل ولا تستصغر .
Kita tidak mengetahui setelah Rahmat Allah apa yg akan memasukan kita kedalam surga, apakah itu sholat, shodaqoh, memberikan minum, membantu muslim yg lain, doa atau dzikir..maka ber-amal-lah dan jangan mengecilkan/meremehkannya...#Subhanallah

Kamis, 03 Maret 2016

NAFSU TERSEMBUNYI

💬Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik. Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

🍂Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "Berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan."

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. "Ambillah, beri dia makan", kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

🍂Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

"Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?", tanyanya.

"Subhanallah....!", jawabku kaget. "Dari mana datangnya?"

"Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta," ujarnya.

"Terus?", tanyaku keheranan.

"Dia itu dahulu saudagar kaya di Bashroh ini. Kawan ayahmu. Dulu ayahmu pernah menitipkan kepadanya harta yang telah ia kumpulkan selama 30 tahun. Lantas dia rugi besar dan bangkrut. Semua hartanya musnah, termasuk harta ayahmu.

Lalu dia lari meninggalkan kota ini menuju Khurasan. Di sana, kondisi ekonominya berangsur-angsur membaik. Bisnisnya melejit sukses. Kesulitan hidupnya perlahan lahan pergi, berganti dengan limpahan kekayaan.
Lantas dia kembali ke kota ini, ingin meminta maaf dan memohon keikhlasan ayahmu atau keluarganya atas kesalahannya yang lalu.

Maka sekarang, dia datang membawa seluruh harta hasil keuntungan niaganya yang telah dia kumpulkan selama 30 tahun berbisnis. Dia ingin berikan semuanya kepadamu, berharap ayahmu dan keluarganya berkenan memaafkannya."

🍃Dengan perubahan drastis nasib hidupnya ini, Ahmad bin Miskin melanjutkan ceritanya:

"Kalimat puji dan syukur kepada Allah berdesakan meluncur dari lisanku. Sebagai bentuk syukur. Segera kucari wanita faqir dan anaknya tadi. Aku menyantuni dan menanggung biaya hidup mereka seumur hidup.

Aku pun terjun di dunia bisnis seraya menyibukkan diri dengan kegiatan sosial, sedekah, santunan dan berbagai bentuk amal salih. Adapun hartaku, terus bertambah melimpah ruah tanpa berkurang.

Tanpa sadar, aku merasa takjub dengan amal salihku. Aku merasa, telah mengukir lembaran catatan malaikat dengan hiasan amal kebaikan. Ada semacam harapan pasti dalam diri, bahwa namaku mungkin telah tertulis di sisi Allah dalam daftar orang orang shalih.

🌒Suatu malam, aku tidur dan bermimpi. Aku lihat, diriku tengah berhadapan dengan hari kiamat. Aku juga lihat, manusia bagaikan ombak, bertumpuk dan berbenturan satu sama lain.

Aku juga lihat, badan mereka membesar. Dosa-dosa pada hari itu berwujud dan berupa, dan setiap orang memanggul dosa-dosa itu masing-masing di punggungnya.

Bahkan aku melihat, ada seorang pendosa yang memanggul di punggungnya beban besar seukuran kota Basrah, isinya hanyalah dosa-dosa dan hal-hal yang menghinakan.

Kemudian, timbangan amal pun ditegakkan, dan tiba giliranku untuk perhitungan amal.

Seluruh amal burukku ditaruh di salah satu sisi timbangan, sedangkan amal baikku di sisi timbangan yang lain. Ternyata, amal burukku jauh lebih berat daripada amal baikku..!

Tapi ternyata, perhitungan belum selesai. Mereka mulai menaruh satu persatu berbagai jenis amal baik yang pernah kulakukan.

Namun alangkah ruginya aku. Ternyata dibalik semua amal itu terdapat NAFSU TERSEMBUNYI. Nafsu tersembunyi itu adalah riya, ingin dipuji, merasa bangga dengan amal shalih. Semua itu membuat amalku tak berharga. Lebih buruk lagi, ternyata tidak ada satupun amalku yang lepas dari nafsu-nafsu itu.

Aku putus asa.

Aku yakin aku akan binasa.
Aku tidak punya alasan lagi untuk selamat dari siksa neraka.

Tiba-tiba, aku mendengar suara, "Masihkah orang ini punya amal baik?"

"Masih...", jawab suara lain. "Masih tersisa ini."

Aku pun penasaran, amal baik apa gerangan yang masih tersisa? Aku berusaha melihatnya.

Ternyata, itu HANYALAH dua lembar roti isi manisan yang pernah kusedekahkan kepada wanita fakir dan anaknya.

Habis sudah harapanku...
Sekarang aku benar benar yakin akan binasa sejadi-jadinya.

Bagaimana mungkin dua lembar roti ini menyelamatkanku, sedangkan dulu aku pernah bersedekah 100 dinar sekali sedekah (100 dinar = +/- 425 gram emas = Rp 250 juta), dan itu tidak berguna sedikit pun. Aku merasa benar-benar tertipu habis-habisan.

Segera 2 lembar roti itu ditaruh di timbanganku. Tak kusangka, ternyata timbangan kebaikanku bergerak turun sedikit demi sedikit, dan terus bergerak turun sampai-sampai lebih berat sedikit dibandingkan timbangan kejelekanku.

Tak sampai disitu, tenyata masih ada lagi amal baikku. Yaitu berupa air mata wanita faqir itu yang mengalir saat aku berikan sedekah. Air mata tak terbendung yang mengalir kala terenyuh akan kebaikanku. Aku, yang kala itu lebih mementingkan dia dan anaknya dibanding keluargaku.

Sungguh tak terbayang, saat air mata itu ditaruh, ternyata timbangan baikku semakin turun dan terus memberat. Hingga akhirnya aku mendengar suatu suara berkata, "Orang ini selamat dari siksa neraka..!"
🔺🔻🔺🔻
Saudara-saudariku tercinta...
Masih adakah terselip dalam hati kita nafsu ingin dilihat hebat oleh orang lain pada ibadah dan amal-amal kita..?

Subhanallah


Minggu, 28 Februari 2016

ILMU

Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tidak memiliki ilmu biasanya akan di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan, orang yang tak berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Ilmu memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

1. Ilmu adalah amalan yang tidak terputus pahalanya sebagaimana dalam hadits: "jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya," 
(HR Bukhori dan Muslim)

2. Menjadi saksi terhadap kebenaran sebagaimana dalam firman Alloh SWT: (Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu,). 
(QS. Ali Imran 18)

3. Alloh memerintahkan kepada nabinya Muhammad SAW untuk meminta ditambahkan ilmu sebagaimana dalam firman Alloh, (… dan katakanlah: Ya Rabb ku, tambahkanlah kepadaku ilmu) (QS.Thahaa 114)

4. Alloh mengangkat derajat orang yang berilmu. Sebagaimana firman Alloh, (… Alloh mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan). (QS. Mujadilah 11)

5. Orang berilmu adalah orang yang takut Alloh SWT, sebagaimana dalam firmannya:
(…. sesungguhnya yang takut kepada Alloh diantara hambanya hanyalah orang-orangyang berilmu). 
(QS. Fathir 25).

6. Ilmu adalah anugerah Alloh yang sangat besar, sebagaimana firman-Nya: (Alloh menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Quran dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Alloh)). ( QS. Al-Baqarah 269)

7. Ilmu merupakan tanda kebaikan Alloh kepada seseorang "Barang siapa yang Alloh menghendaki kebaikan padanya, maka Alloh akan membuat dia paham dalam agama," (HR Bukhari dan Muslim).

8. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga, "Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju surge," (HR Muslim)

9. Diperbolehkannya "hasad" kepada ahli ilmu,"Tidak hasad kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang Alloh beri harta dan ia menggunakannya dalam kebenaran dan orang yang Alloh beri hikmah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya," (HR Bukhari )

10. Malaikat akan membentangkan sayap terhadap penuntut ilmu,"Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayapnya karena ridho atas apa yang dicarinya," (HR. Ahmad dan Ibnu majah). 

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Jadi muslim yg kaafah bisa

Semoga Bermanfaat.

Jumat, 29 Januari 2016

Tanda Bahwa Kemunafikan Telah Menghampiri Hati Ini

"Tanda Bahwa Kemunafikan Telah Menghampiri Hati ini"

Apabila engkau merasa shalat begitu berat bagimu, walaupun itu shalat nafilah (sunnah) maka ketahuilah bahwa di dalam hatimu ada kemunafikan.
Karena hal ini merupakan keadaan orang-orang munafik yang Allah kabarkan dalam firman-Nya:

" وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ "

"Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas"

[QS. An-Nisaa‘: 142]

Namun jika engkau merasa bahwa shalat begitu ringan, kemudian hatimu pun gembira karenanya, maka itu merupakan tanda akan kuatnya imanmu.”

[sumber: Syarh Shahih muslim, jilid 15].

Akhil karim wa ukhtil karimah yang kucintai karena-Nya.
Jangan pernah engkau merasa aman dari kemunafikan di hatimu.
Sungguh mereka hamba-hamba Allah yang telah dijamin masuk Surga sangat takut akan terselubungnya kemunafikan di hati mereka.

Berkata Ibnu Abi Mulaikah -رحمه الله- (ulama taabi'in):

"أدركت ثلاثين من أصحاب النبي -صلى الله عليه وسلم- كلهم يخاف النفاق على نفسه"

"Aku telah mendapatkan tiga puluh dari Shahabat  Nabi -صلى الله عليه وسلم- semua mereka takut dari penyakit nifaq (kemunafikan)  pada diri mereka"

[Riwayat Bukhari secara mu'allaq]

Akhil karim wa uktil karimah, takut dari kemunafikan merupakan sifat seorang mukmin sejati.

Al-Imam Hasan Al-Bashri -رحمه الله-:

"لا يخاف النفاق إلا مؤمن،ولا يأمنه إلا منافق"

"Tidaklah yang takut dari kemunafikan melainkan seorang mukmin (yang sejati)  dan tidak ada yang merasa aman darinya kecuali seorang munafik"

Merupakan do'a yang sangat sering nabi kita ucapkan adalah:

"اللهم مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك"

(Allahumma muqollibal quluub tsabbit quluubana 'alaa diinik)

Artinya:

"Ya Allah yang memutar-balikkan hati, kokohkanlah hati kami di atas agama-Mu"

[H.R Imam Tirmizi, no. 2140, dishahihkan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Tirmizi no:2140]

Berkata penyair Arab:

فَإِنْ تَنْجُ مِنْهَا تَنْجُ مِنْ ذِي عَظِيمَةٍ 
           وَإِلاَّ   فَإِنِّي   لا   إِخَالُكَ   نَاجِيَا

"Maka jika engkau bisa selamat darinya, Maka sungguh dirimu telah selamat dari perkara yang sangat besar.
Namun jika tidak, maka sungguh aku tidak akan menyangka engkau selamat (dunia dan akhirat)."

Semoga Allah membersihkan dari hatiku dan hatimu dari kemunafikan.

Allahumma aamiin.
Wallahul muwaffiq.

Subhanallah

Shalat subuh hari jumat adalah shalat yang paling utama


عَنِ ابْنِ عُمَر رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ فُقِدَ حُمْرَانَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ، فَلَمَّا جَاءَ قَالَ: مَا شَغَلَكَ عَنْ هَذِهِ الصَّلَاةِ. أَمَّا عَلِمْتَ أَنَّ أَوْجَهَ الصَّلِاةِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى غَدَاةُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةِ الْمُسْلِمِينَ.  (رواه سعيد بن منصور في سننه)

"Diriwayatkan dari Ibn 'Umar ra, sungguh ia tidak menjumpai Humran dalam shalat Subuh, kemudian ketika dia datang, beliau menegur: "Apa yang menyibukkanmu dari shalat Subuh ini? Ketahuilah, sungguh shalat yang paling utama di sisi Allah adalah shalat Subuh hari Jumat dari hari Jumat dalam berjamaah." (HR. at-Thabarani)

عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: أَنَّ أَفْضَلَ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ الله صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الجُمُعَةِ في جَماعَةٍ. (رواه البيهقي في شعب الإيمان وأبو نعيم في الحلية. حسن)

"Diriwayatkan dari Abu 'Ubaidah al-Jarrah, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Sungguh shalat yang paling utama menurut Allah adalah shalat Subuh hari Jumat dengan berjamaah." (HR. al-Baihaqi dalam Syi'ab al-Iman dan Abu Nu'im dalam al-Hilyah. Hasan)

عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ الْجَرَّاحِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنَ الصَّلَوَاتِ صَلَاةٌ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ وَمَا أَحْسِبُ مَنْ شَهِدَهَا مِنْكُمْ إلَّا مَغْفُورًا لَهُ. (رواه البزار والطبراني. صحيح)

"Diriwayatkan dari Abu 'Ubaidah al-Jarrah, beliau berkata: "Rasulullah saw bersabda: " Tidak ada dari shalat-shalat yang lebih utama daripada shalat Subuh pada hari jum'at dengan berjamaah. Tidaklah aku menganggap orang yang mendatanginya dari kalian melainkan ia adalah orang yang mendapat ampunan." (HR. at-Thabarani. Shahih)

Sumber:
1. As-Suyuthi, al-Lum'ah fi Khasa'is Yaum al-Jum'ah, h. 2;
2. As-Suyuthi, al-Jami' as-Shaghir min Hadits al-Basyir an-Nadzir,juz I, h. 97.
3. at-Thabarani,

subhanallah

Kamis, 28 Januari 2016

Jangan Cela Orang Krn Dosanya

Saudaraku...

Janganlah engkau meremehkan saudaramu, sebesar apapun dosanya, seburuk apapun rupanya, sekeji apapun akhlaknya, karena engkau tidak tau siapa yg paling dekat Allah pada hari kiamat kelak.                           

Cukuplah perkataan DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah ini sebagai bahan renungan untuk kita, Beliau raimahullah mengatakan :

لا تحتقر شخصا لو رأيته من أهل الكبائر، فإنك لا تدري من هو أقرب إلي الله يوم القيامة أنت أم هو.

“Janganlah kamu mencela seseorang walaupun dia pelaku dosa besar, karena kamu tidak tau siapa yg paling dekat dgn Allah pada hari kiamat kelak, kamu atau dia.”
                                       
Subhanallah...
Betapa indah nasehat beliau... DR. Aidh al-Qarni Rahimahullah

Agar kita selalu menjaga diri dari sifat sombong dan ujub, merasa bangga dgn amalannya sehingga gampang meremehkan orang lain.

Sebagian Ulama Salaf Berkata :

“Sesungguhya seorang hamba ada yg mengerjakan dosa dan karenanya ia masuk surga.
Sebalikya, ada yg melakukan kebaikan yg karenanya ia masuk neraka.”

Orang2 bertanya : “Bagaimana bisa terjadi ?”

Ulama salaf itu menjawab : “Sebab dosa yg dilakukan senantiasa berada di pelupuk matanya, lalu ia takut, menangis, menyesal, malu kepada Rabb nya, serta tunduk di hadapan-Nya dalam keadaan hati berharap pada-Nya.
Maka dosa itu lebih bermanfaat baginya ketimbang ketaatan yg banyak, sebab ia melahirkan seluruh perkara terpuji yg merupakan jalan kebahagiaan dan kejayaan hamba, hingga kemudian menjadi sebab ia masuk surga.

Sebaliknya, hamba yg beramal kebaikan senantiasa merasa puas di hadapan Rabb nya, congkak, ujub, memandang diri baik, dan berkata : Aku telah mengerjakan amalan ini dan itu.

Sikap ini kemudian melahirkan dalam dirinya rasa ujub, takabbur dan sombong, hingga menjadi sebab kebinasaannya”.

[Ibnul Qayyim, Al Wabil Al Shayyib, 1/14]

Subhanallah
--
Dikirim dari smartphone OPPO saya

Rabu, 27 Januari 2016

Bangun Tidur Mikirin Apa ?

(2016/01/27) - Menjelang siang :
BANGUN TIDUR MIKIRIN APA???

Saudara & sahabatku, apa yg anda pikirkan pagi ini? Jawabannya pasti macam2, ada yg mikir bagaina mendapatkan murid dan santri, bagaimana ruang belajar semakin banyak, ada yg mikirin kerjaan numpuk di kantor, mikirin harga dan dollar yg naik trs, mikirin utang, mikir mau kemana hari ini dll.

Semua yg dipikiran adlh lebih berorientasi pada diri sendiri, duniawi dan kemaslahatan pribadi. 

Rasululloh shalallahu alaihi'wassalam bersabda :
" Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yg dipikirkannya, shg seolah2 dia tdk melihat hak Alloh dlm dirinya maka Alloh akn menanamkan 4 penyakit dlm dirinya:  kebingungan yg tiada putusnya, kesibukan yg tidak ada ujungnya, kebutuhan yg tdk terpenuhi & keinginan yg tidak tercapai". (HR. Ath Thabrani).

Karenanya tdk heran, jika dipagi hari yg cerah ini, banyak org sdh stress, bingung, resah, gelisah, takut & berbagai penyakit dunia lainnya, krn pikirannya hanya utk dunia!.

Maka mulailah pagi harimu dg menjaga hak Alloh pd dirimu, & bersyukhur krn Dia msh memberi umur dan kesempatan utk hidup, dg demikian Alloh akn menjaga 'dunia'mu.

Apa yg perlu dikhawatirkan jika anda tlh mendapatkan yg lbh baik dr dunia dan seisinya? 
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya."(HR. Muslim725).

Apa yg anda takutkan jika Alloh yg Maha memiliki alam semesta ini tlh menjamin hari mu?

"Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Alloh..." 
(HR. Muslim no. 163).

Dan apa yg perlu diresahkan jika dg  dzikir pagimu, Alloh akn mengangkat derajatmu?

"Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yg terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Alloh), & paling mengangkat derajatmu; lbh baik bagimu dari infak emas atau perak, ..." 
Beliau bersabda: "Dzikir kepada Alloh Yang Maha tinggi." (HR. At-Tirmidzi no. 3377)

Dgn berdzikir maka  pagi mu akn mjd lbh indah & berseri.
"…Ingatlah, hanya dg mengingati Alloh-lah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28).

Lalu tutup pagimu dg sholat dhuha, bersedekah utk 360 persendianmu, maka Alloh akn mencukupimu hingga sore hari : 
"Alloh Ta'ala berfirman: Wahai anak Adam, jgn-lah engkau tinggalkan 4 raka'at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang." (HR. Ahmad (5/286),

"Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah." Para sahabat pun mengatakan, "Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasululloh?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas mengatakan,
"Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka'at." (HR. Ahmad, 5: 354)

Betapa tenang dan damainya pagi hari jika kita mulai dg memelihara hak Alloh.  Allahu a'lam.

Selamat siang,
selamat bersyukur
selamat menjemput rahmat dan karunia-Nya.
Alhamdulillah.

Semoga hari  ini lebih  baik  dari  hari  kemarin.
Saling mendoakan satu sama dengan  yang lain, yang lagi  tertimpa musibah atau  cobaan semoga  di  berikan kesabaran, yang hari  ini ada sakit  semoga di  berikan  kesembuhan,
Semoga  Alloh SWT memudahkan dan  melancarkan  segala urusan.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Jadi muslim yg kaafah bisa

Semoga Bermanfaat.

Tiada Kebaikan Jika

Tiada Kebaikan Jika

بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
عن عليّ رضي اللّه عنه :
Dari 'Ali RA :
لا خير في صلاة لا خشوع فيها

1. Tidak ada kebaikan didalam sholat yang tidak disertai dengan khusyu'
( Khusyu'nya sholat didorong oleh rapihnya bacan dan gerakan sholat)

ولا خير في صوم لا امتناع فيه عن الّلغْو

2. Tidak ada kebaikan didalam puasa yang tidak mencegah dari perbuatan sia.
( Ketika kita puasa gunakan waktu-waktu kita untuk membaca Al-Qur'an Zikir atau ta'lim dan ta'alum)

ولا خير في قراءة لا تدبُّرَ فيها

3. Tidak ada kebaikan didalam membaca Al-Qur'an  yang tidak disertai berfikir terhdp ma'nanya
( Membaca Al-Qur'an yang dibarengin memikirnya ma'nanya, akan lebih yakin pada kandungan Al-Qur'an itu sendiri)

ولا خير في علم لا ورعَ فيه

4. Tidak ada kebaikan didalam 'ilmu yang tidak disertai waro'i.
( Akan lebih punya wibawa dan harga diri jika orang yang berilmu bersifat Waro hati-hati dan apik dalam gaya hidup)

ولا خير في مال لا سخاوة فيه

5. Tidak ada kebaikan didalam harta yang tidak disertai dg sifat pemurah
( Yakini orang-orang yang dermawan hartanya tidak akan berkurang)

ولا خير في اخوة لا حِفظَ فيها

6. Tidak ada kebaikan didalam persaudaraan yang tidak ada saling menjaga harga diri
( Hiasi pergaulan dan persaudaraan kita dengan saling mengasihi, menghormati menyayangi dan menghargai)

ولا خير في نعمة لا بقاءَ فيها

7. Tidak ada kebaikan didalam ni'mat yang tdk kekal
(Bersyukur terhadap ni'mat jalan untuk menembah dan mengekalkan ni'mat)

ولا خير في دعاء لا إخلاصَ فيه

8. Tidak ada kebaikan didalam do'a yang tidak disertai keikhlasan
( Keikhlasan adalah intisari dalam amal ibadah )

واللّه اعلم بالصّواب

Nashoihul'Ibad hal 55.

Subhanallah

Selasa, 26 Januari 2016

Manfaat Tinggal kan 8 Perkara

بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
قال عمر رضي اللّه عنه :
Umar RA Berkata :

من ترك فُضولَ الكلام مُنِحَ الحكمة

1. Barangsiapa meninggalkan ucapan yang berlebihan maka akan diberi anugrah berupa hikmah ('ilmu manfa'at)
(Jangan bicara kecuali yang bermanfaat buat dunia akhirat atau salah satunya)

ومن ترك فُضولَ النّظر مُنِح خُشوعَ القلب

2. Barangsiapa meninggalkan banyak melihat  maka ia akan diberi anugrah berupa kekhusyu'an dalam hati
( Banyak melihat sangat mempengaruhi  hati dan pikiran kita sebab kehendak mata itu sangat banyak)

ومن ترك فُضول الطّعام منح لذّة العبادة

3. Barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan maka ia diberi anugrah berupa keni'matan dalam 'ibadah
( Berlebihan makan akan mewariskan tamak dan rakus)

ومن ترك فُضول الضّحك منح الهيبة

4. Barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan maka ia akan diberi anugrah harga diri
( Banyak ketewa akan mengakibatkan keras hati)

ومن ترك المزاح منح البهاء

5. Barangsiapa meninggalkan humor maka ia akan diberi anugrah berupa wibawa
( Tetap benar dan tidak bohong, walau dalam humor)

ومن ترك حُبَّ الدّنيا منح حُبَّ الأخرة

6. Barangsiapa meninggalkan cinta terhadap dunia maka akan diberi anugrah berupa cinta terhadap akhirat
( Dunia dan harta amat bisa. dijadikan modal buat mencintai akhir, koncinya iman dan taqwa)

ومن ترك الإشْتغالَ بعيوب غيره منح الإصلاح بعُيوب نفسه

7. Barangsiapa meninggalkan memperhatikan 'aib orang lain maka ia akan diberi anugrah kemaslahatan berupa perbaikan terhadap 'aib dirinya sendiri
(Carilah teman yang bisa dan berani mengoreksi aib kita )

ومن ترك التّجسُّس في كيفية اللّه تعالي منح البراءة من النّفاق

8. Barangsiapa meninggalkan penelitian secara mendalam tentang bagaimana wujud Alloh yang sebenarnya maka ia akan diberi hadiah berupa terhindar dari sifat munafiq
( Pikirkan makhluk jangan berpikir tentang Alloh)

واللّه اعلم بالصّواب

Nashoihul'Ibad hal 54.

Subhanallah

Minggu, 27 Desember 2015

Nikmatnya di Ghibah

Pernah dighibah orang?
Bagaimana rasanya?
Gak enak kan? Hati panas dan geram rasanya..

Padahal bila kita pikirkan..
Dighibah itu enak..
Karena kita dapat pahala dari dia tanpa harus beramal..

Dalam hadits: "Apabila seseorang mencelamu dengan aib yang ada pada dirimu..
Janganlah kamu mencelanya dengan aib yang kamu tahu ada padanya..
Niscaya pahalanya untukmu dan dosa untuk dia.. (HR Ibnu Mani').

Subhanallah

Kamis, 24 Desember 2015

Bing Voucher Code

Choicedelhi.in is offering Bing Voucher Code Worth $200 For new Bing Ad accounts. It works worldwide. You  can use it new ad account which has Postpaid or prepaid payment method.

After completing your billing and adding payment method credit card or debit card You can use this coupon.

We are also providing Adwords Coupons and many other internet marketing solutions and web designing services .


Price of each coupon is $15 . More details about this offer call me at +91-8586875020 Email me at ceo@speakmeme.com skype id speakmeme

SUBMIT YOUR INQUIRY HERE SUBMIT

Sabtu, 19 Desember 2015

Dear Glad to know you.

 
Dear Glad to know you.

I am glad to know you, but Allah knows you better and he knows why he
has directed me to you at this point in time so do not be afraid, You
should not be surprised as you receive this mail due to my intense
search on country's chamber of commerce/industry database, you were
highly recommended to me with the believe that you are competent,
reliable, trust Worthy and honest, am writing this mail to you with
heavy sorrow in my heart, My Name is Mrs Justina Savadoogo

I want to tell you this because I don't have any other option than to
tell you as I was touched to open up to you, I am married to Late Mr.
Hassian Savadoogo who worked with Australia embassy in Burkina Faso
for nine years before he died in the year 2008.We were married for
eleven years without a child. He died after a brief illness that
lasted for three months.

Since his death I decided not to remarry, When my late husband was
alive he deposited the sum of US$ 8.2 (Eight million two hundred
thousand dollars) in a bank here Ouagadougou the capital city of
Burkina Faso in west Africa Presently this money is still in bank. He
made this money available for exportation of Gold from Burkina Faso
mining. Recently,

My Doctor told me that I would not last for the period of some months
due to cancer sickness. Whoever that wants to serve Allah must serve
him in spirit and Truth because Allah is the Most High, Please always
be prayerful all through your life. I don't have any child that will
inherit this money i decided to hand you over this money to take care
of the less-privileged people, i want you to take 60 % Percent of the
total money for your personal use While 40% of the money will go to
charity" people in the street and helping the orphanage.

Am doing this so that Allah will forgive my sins and accept my soul
because this sickness has suffered me so much, more details will be
forward to you as you respond.

Best Wish
Mrs Justina Savadogo

Rabu, 16 Desember 2015

Parfum Yg Paling Mewah

Tahukah kamu jenis parfum  yang paling mewah ?

Ibnul Qoyyim al Jauziyah berkata," Pakailah parfum istighfar, karena sungguh bau busuk dosa telah berhembus darimu. Harumkan  dirimu dan hapuslah dosamu dengan berkata,' Astaghfirullah wa atubu ilaih'.

Subhanallah

Selasa, 08 Desember 2015

Belajar Dari Cerita Nabi Musa As

Belajar Dari Cerita Nabi Musa

Allah menceritakan Nabi Musa, salah satunya, ada di QS Al-Qashas mulai ayat 3 sampai dengan 43. Nabi Musa diliputi ketakutan dan rasa cemas. Mungkin bagi manusia awam seperti kita ini, ini adalah ujian yang sudah pada puncaknya, seolah tiada harapan lagi.

Ketika itu Fir’aun menjajah habis-habisan Bani Israil, membantai setiap bayi lelaki, membuat lemah setiap sendi kehidupan Bani Israil. Nabi Musa lahir dan Allah perintahkan ibunda Nabi Musa untuk melabuhkan Musa (kecil) ke sungai agar terhindar dari pembantaian. Ndilalahnya, Musa kecil ditemukan keluarga Fir’aun dan diasuh oleh mereka. Setelah dewasa Nabi Musa melarikan diri dari kerajaan Fir’aun. Dan Fir’aun mencari Nabi Musa yang berlari menuju kota Madyan.

Di tengah pelariannya, Nabi Musa berdoa

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashas: 24).

Ini doa yang sangat menakjubkan, doa yang mengobati sekian banyak kegelisahan yang dialami Nabi Musa. Di saat itu Nabi Musa merasa sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan. Tapi tidak ada keluarga, tidak ada pekerjaan, tidak ada tempat untuk curhat dan mengadu dan tidak mungkin kembali ke kandang Fir’aun di Mesir.

Kemudian datanglah dua wanita yang mengantri untuk mengambil air untuk ternaknya, namun mereka kesulitan. Nabi Musa pun membantunya. Kala itu ia berdoa dengan doa tersebut di atas.

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Musa memberi minum ternak itu untuk menolong kedua wanita itu, kemudian dia duduk di tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku “. (QS. Al-Qashas: 24).

Allah sedikit demi sedikit menghilangkan keresahan Nabi Musa. Salah satu dari wanita itu menawarkan agar Nabi Musa bersedia mampir ke rumahnya dan bertemu ayahnya. Singkat cerita beliau menikah dengan salah satu putri dari ayah tersebut. Nabi Musa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di kota Madyan. Nabi Musa mendapatkan tongkat mukjizatnya.

Kemudian, Nabi Musa kemudian diajak Allah untuk menuju lembah berkah dan Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa dan menjadikannya sebagai Nabi. Nabi Musa mendapatkan banyak Mukjizat untuk melawan Firaun. Allah mengangkat Harun, saudara Nabi Musa, sebagai Nabi untuk membantu Nabi Musa dalam berdakwah. Dan puncaknya Allah memenangkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir’aun di laut Merah.

Kesuksesan bertubi-tubi dimulai dari doa kepada Allah dengan penuh rasa harap, merasa fakir di hadapan Allah, memohon agar Allah memberikan banyak kebaikan. Doa yang menghadirkan hati, bukan sekedar lisan, menjadi doa yang mustajab. Karena kita bisa menjadi merasa sangat dekat dengan Allah sehingga doa menjadi sangat berkualitas.

Sebagaimana yang dinyatakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan. Ketahulilah bahwa Allah tidak akan memperkenankan doa dari seorang hamba yang hatinya lalai.” (HR. Turmudzi 3479, Hakim dalam al-Mustadrak 1817 ).

Semoga setelah membaca ini, kita berdoa dengan melibatkan hati dan penuh keyakinan untuk dikabulkan. Percayalah bahwa Allah selalu membantu kita .  Semoga yang sedang menemui masalah, segera diringankan masalahnya. Aamiin.

Minggu, 06 Desember 2015

WITH DUE RESPECT/ Please read carefully and quickly reply me on this email (mr.kafando.zida@gmail.com)

FROM THE DESK OF MR KAFANDO ZIDA
DIRECTOR IN CHARGE OF AUDITING
AND ACCOUNTING SECTION
BANK OF AFRICA (B.O.A)
OUAGADOUGOU, BURKINA FASO,
WEST AFRICA.


Dear Friend,

                                            STRICTLY CONFIDENTIAL

I know that this mail will come to you as a surprise as we never met before. I am the Director in charge of Auditing section of Bank of African (B.O.A), I Hoped that you will not expose or betray this trust and confident that I am about to repose on you for the mutual benefit of our both families. I need your urgent assistance in transferring the sum of Ten million united state dollars (US$10,000,000.00) immediately to your account.

The fund has been dormant (in-active) for some years in our Bank here without any body coming for it. I want to apply for release of the fund to you as the nearest person to our deceased customer Dr. George Brumley Jr from Atlanta America (the owner of the account) who died a long with his supposed next of kin in air crash since on July 21 2003. I don't want the fund to go into our Bank treasury as an abandoned fund, so this is the reason why I contacted you, so that my Bank will release the fund to you as the nearest person to the deceased customer.
Note: i have website for more information about the deceased which i will send to you in my nest mail.

It is therefore upon this discovery that I now decided to make this business proposal to you because a nationality of my country can not apply or stand as the nest of Kin or the nearest person to the deceased; since the deceased was a foreigner.

Please I would like you to keep this proposal as a top secret and delete it if you are not interested. Upon receipt of your reply, I will send you the application form you will fill and send to the bank for transfer of the fund into your bank account and also note that you will have 40% of the above mentioned amount if you agree to help me execute this business. And 60% is for me. Please contact me through my private email (mr.kafando.zida@gmail.com) so we can commence all arrangements and I will give you more information on how we would handle this project. I need your information so that I will send you the application form.

                                          YOUR FULL INFORMATIONS

Your Name.
Your Home Addresses.
City.
Country.
Home Telephone.
Private Telephone.
Fax No.
Marital Status.
Age.
Occupation.
Religion.
Your picture.

Waiting for your urgent reply so that we will starts immediately,

Best Regards,
Mr Kafando Zida
BANK OF AFRICA
(B.O.A)
VERY
N.B: please contact me through my private email (mr.kafando.zida@gmail.com) so we can commence all arrangements as soon as possible.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::