Laman

Kamis, 31 Juli 2014

Dahsyatnya Iman

Assalamu'alaikum wr wb

Wahai Sahabat ShalatDahsyat

Apa yg kurang dari Abu Thalib? Semua jenis amal soleh sdh dia lakukan: menjaga ka'bah, menjamu jamaah haji bahkan melindungi Rasulullah dan ikut andil dlm tersiarnya dakwah Islamiyah...

- Bukan masjid biasa yg dia jaga&rawat tapi masjidil haram dan ka'bah.

- Bukan 10 atau seratus orang yg beliau bantu melaksanakan haji tapi ribuan bahkan puluhan ribu

- Bukan marbot masjid dan pendakwah biasa yg beliau ayomi dan lindungi tapi Rasulullah sang Kekasih dan manusia terbaik yg beliau bela....

Lalu apa yang kurang dari Abu Tholib????? Yg kurang darinya kalimat syahadat. Itu pulalah yg menjadikan syafaat Rasulullah tdk bisa mengentaskannya dari sengatan api neraka.

Syafaat Rasulullah hanya bisa meringankan siksanya di api neraka. .. Ya, Abu Thalib org yg paling ringan siksanya di neraka, hanya kedua telapak kakinya yg dibakar neraka tapi sdh cukup menjadikan ubun-ubunnya mendidih. ....
ذﻟﻚ ﻣﻦ ﻳﺎﻟﻠﻪ ﻧﻌﻮذ . ..

Saudaraku, kita tdk
pernah memungkiri bahwa banyak org di kolong langit ini yg melakukan amal soleh tapi yg lbh mahal dari itu adalah iman. .....

Penghormatan Allah pada org beriman melebihi org yg beramal soleh....

Kita doakan semoga yg beriman bisa banyak beramal soleh Dan yg beramal soleh bisa dapat hidayah keimanan....

Saudaraku, kembalilah pada Al Quran dan sunnah agar tdk sesat dlm hidup.

Coba renungkan firman Allah ini: ۞ ﻛَﻤَﻦْ ِ اﻟْﺤَﺮَام ِ اﻟْﻤَﺴْﺠِﺪ َ وَﻋِﻤَﺎرَة ِّ اﻟْﺤَﺎج َ ﺳِﻘَﺎﻳَﺔ ْ أَﺟَﻌَﻠْﺘُﻢ ﻻَ ۚ ِ اﻟﻠﱠﻪ ِ ﺳَﺒِﻴﻞ ﻓِﻲ َ وَﺟَﺎﻫَﺪ ِ اﻵْﺧِﺮ ِ وَاﻟْﻴَﻮْم ِ ﺑِﺎﻟﻠﱠﻪ َ آﻣَﻦ : اﻟﺘﻮﺑﺔ َ{ ] اﻟﻈﱠﺎﻟِﻤِﻴﻦ َ اﻟْﻘَﻮْم ﻳَﻬْﺪِي ﻻَ ُ وَاﻟﻠﱠﻪ ۗ ِ اﻟﻠﱠﻪ َ ﻋِﻨﺪ َ ﻳَﺴْﺘَﻮُون 19]

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk bagi org yg dzalim.

Wa'alaikumsalam Wr wb

Minggu, 27 Juli 2014

Happy Ied Mubarok 1435 H

Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1435 H
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ

Ya shohib, kerabat n handai taulan,....

Ied Al Fithri Mubarok has arrived. Mari kita sambut, dg gembira hari kemenangan ini,....

Dhanu Syah Janiq & Diana Fitriyati mengucapkan " Selamat Hari Raya Idhul Fitri. 1435 H, mohon maaf lahir dan batin"
"Taqobbal Allahu minna wa minkum wa siyamana wa siyamakum waghafarallahu lana walaka"( Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian, puasaku dan puasa kalian, Dan semoga Allah Mengampuni kami dan kalian)
Dan semoga Allah menyampaikan kita pada romadhon tahun depan

Doaku Di Ramadhan Ke Dua Puluh Sembilan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim, Engkaulah sebaik baik pengasih dan penyayang di antara para pengasih penyayang, jadikanlah ibadah dan shalat kami pada malam ini, Engkau akan kabulkan 1000 (Seribu) Hajat kami.
Dan dengan ibadah dan sholat kami, Engkau berfirman, "Wahai Hambaku, makanlah dari buah buahan surga dan mandilah disungai salsabil dan minumlah dari telaga kautsar" kemudian Allah Berfirman : " aku tuhanmu dan engkau hambaku. (Dinukil dari Duratun Nashihin).

Do'a Ramadhan Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah.. Liputilah aku dengan Rahmat dan berikanlah kepadaku taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan dosa-dosa fitnah Wahai Pengasih terhadap hamba-hambaNya yang mukmin.

Jumat, 25 Juli 2014

Lebaran Dah Dekat Namun?

Wahai saudaraku...

Tak terasa fajar fitri tinggal menghitung hari...
Namun mengapa sebagian kaum muslimin masih belum juga mengkhatamkan Al-Qur'an...???

Mengapa sebagian kaum muslimin lebih betah berjam-jam membaca koran, menonton TV, facebook an, whatsapp an, sibuk dagang, sibuk membuat kue dll.. namun terasa berat untuk membuka selembar mushaf...???

Anda tahu kenapa saudaraku...?

Itu karena hati telah disesaki dosa dan maksiat, karena hati yang suci akan selalu haus dengan ucapan Rabb nya...

Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu berkata:

لو أن قلوبنا طهرت ما شبعنا من كلام ربنا وإني لأكره أن يأتي علي يوم لا أنظر في
المصحف

"Andai saja hati kita suci pasti kita takkan pernah merasa kenyang dari firman Rabb kita. Dan sungguh aku tidak suka bila aku melewati hariku tanpa membaca Al-Qur'an"

Iya... Bagaimana mungkin dia akan merasa kenyang sementara kedamaian hatinya terpaut dengan Al-Qur'an...

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :

"Carilah (kedamaian) hatimu di tiga tempat :

1. Di saat mendengarkan Al-Qur'an
2. Di saat menghadiri majelis ilmu
3. Di saat engkau berkhalwat sendiri (dalam Ibadah)

Jika engkau tidak mendapatkannya, maka mohonlah kepada Allah agar memberimu hati yang lain. Karena (pada hakekatnya) engkau tak lagi memiliki hati" (al-Fawaaid : 1/149)

Wahai saudaraku...

Disisa waktu yang ada...
Bukalah kembali lembaran-lembaran mushafmu...
Bacalah dengan tartil...
Bila engkau tak mampu, maka dengarkanlah saat dia dilantunkan...
Bila engkau tak sanggup, maka tangisilah dirimu sendiri...
Kemudian memohonlah agar Dia memberimu hati yang lain...

Abdurrahman bin Mahdi rahimahullah berkata :

"Aku tidak pernah bergaul dengan orang yang lebih perasa dari Sufyan Ats-Tsauri. Aku pantau dia dari satu malam ke malam yang lain. Ternyata, ia hanya tidur di permulaan malam, lalu bangun dalam keadaan cemas dan gemetar, sambil berkata :

"Neraka, neraka. Ingat neraka membuatku tidak bisa tidur dan lupa syahwat...!".

Setelah itu, ia berwudhu dan berdo'a :

"Ya Alloh, Engkau tahu segala kebutuhanku dan aku hanya meminta-Mu membebaskanku dari neraka...!

Wahai Tuhanku...
kecemasan membuatku menjadi orang perasa dan itu salah satu nikmat yang Engkau berikan kepadaku...

Wahai Tuhanku...
andai aku punya alasan kuat untuk mengisolir dari manusia, aku tidak akan bergaul dengan mereka sekejap mata pun".

Setelah itu, ia sholat dan menangis, hingga tidak bisa membaca Al-Qur'an dan aku tidak dapat mendengar bacaannya, karena tangisannya menjadi-jadi. Aku tidak sanggup melihatnya, karena malu dan segan kepadanya" (Shifatu Ash-Shofwah III hal 149).

Wahai saudaraku...

Sudah seperti inikah kondisi kita dalam menghayati al-Qur'an yang dibaca lalu timbul rasa takut kepada Allah Ta'ala di bulan Ramadhan...!?

'Aun bin Abdulloh rohimahullah bertanya kepada Abu Ishaq, "Apa yang kini menyisa pada dirimu wahai Abu Ishaq ?" Dia menjawab : "Kini aku tinggal membaca Al-Qur'an dalam satu raka'at". 'Aun berkata : "Yang menyisa pada dirimu saat ini adalah kebaikanmu, sementara keburukanmu lenyap" (Az-Zuhd no.2144 oleh Imam Ahmad).

Subhanallah !!!

Ibadah yang tersisa pada dirinya ketika di usia tua hanya bisa membaca Al-Qur'an seluruhnya dalam 1 rakaat !? Lalu bagaimana di usia mudanya ? Lalu bagaimana dengan kita...!?

Tanda-tanda orang yang telah mendapatkan malam lailatul qodar adalah pada malam itu ia akan merasakan ketenangan hati, kelapangan dada, kekhusyu'an dan kelezatan dalam ibadahnya yang lebih dibandingkan malam-malam yang lain. Keilmuan, keimanan, amal shalih dan ketakwaannya pun semakin meningkat in syaa Allah...

Berdasarkan tanda-tanda yang disebutkan di dalam hadits dan menurut pengalaman sepertinya kuat perkiraan malam ini adalah malam lailatul qodr in syaa Allah...

Namun apakah kita termasuk yang terpilih mendapatkan keberkahan dan keutamaan malam lailatul qodar tahun ini...?

Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa...

Ya Allah.....terimalah sholat kami, puasa kami, ruku' kami, sujud kami, bacaan al-Qur'an kami, taubat kami, do'a-do'a kami dan seluruh amal shalih kami meskipun sedikit dan belum sempurna...!

Ya Allah......ampunilah kami yang selama ini justru beribadah tanpa kesungguh-sungguhan, selalu hanya di sisa-sisa waktu dan itu pun tidak pernah khusyu' dan semata-mata mengharapkan wajah-Mu.......!

Ya Allah......jangan Engkau biarkan kami dalam kondisi seperti ini terus-menerus tanpa mendapat hidayah-Mu.......!

Ya Allah......dengan kondisi kami yang jauh dari rasa syukur kepada-Mu, maka janganlah Engkau usir kami dari pintu rahmat-Mu......!

Ya Allah......dengan kondisi kami yang masih sulit untuk tersentuh dan menangis karena takut kepada-Mu, maka janganlah Engkau usir kami dari pintu ampunan-Mu.....!

Ya Allah......jika Engkau tidak lagi memperdulikan kami dan tidak lagi mengasihani kami yang selalu berlumuran dengan dosa dan maksiat, maka kepada siapakah kami mengadu yang dapat menyelamatkan kami dari adzab dan murka-Mu......!

Ya Allah......jika Engkau tidak lagi membuka pintu maaf-Mu kepada kami, niscaya kami akan menjadi orang-orang yang akan menjalani suu-ul khothimah dan kami, dan kami.....dan kamiiii.....tidak menginginkannya...!

Ya Allah.....!
Ya Allah.....!
Ya Allah.....!

Selamatkanlah kami, orang tua kami, keluarga kami dan kaum muslimin dari siksa qubur dan siksa api neraka-Mu...!

Dan jadikanlah kami, orang tua kami, keluarga kami dan kaum muslimin termasuk ke dalam golongan hamba-hamba yang mendapatkan surga-Mu...!

Aamiin... 

Selasa, 22 Juli 2014

10 MANFAAT SEDEKAH & KEUTAMAAN SEDEKAH

10 MANFAAT SEDEKAH

Pengarang kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Samarqandy mengatakan: Biasakan diri anda untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Karena, dalam sedekah itu ada sepuluh manfaat : lima akan diberikan di dunia, dan lima lagi akan diberikan di akhirat kelak.

Adapun lima manfaat yang akan diberikan di dunia adalah..
1. mensucikan harta,
2. mensucikan badan dari perbuatan dosa,
3. dapat menolak beragam bencana dan penyakit,
4. memberikan kebahagiaan kepada orang miskin dan tidak ada perbuatan paling mulia selain memberikan kebahagiaan kepada sesama muslim,
5. serta harta kekayaan akan lebih berkah, juga rizki akan lebih melimpah.

Adapun lima manfaat yang akan diperoleh kelak di akhirat adalah..
1. sedekah akan menjadi pelindung dari teriknya sengatan matahari kelak,
2. akan memperberat timbangan kebaikan,
3. dapat membantu melewati shirat (jembatan akhirat),
4. dapat menambah ketinggian derajat di surga kelak,
5. akan memperoleh ridha dari Allah.

Bahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Hakim disebutkan: "Seseorang tidak dapat bersedekah, melainkan ia telah dapat melepaskan ikatan dan godaan tujuh puluh setan"

Firman Allah: "Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh" (QS. Al-Munafiqun: 10).

 


Keutamaan Sedekah : Dunia dan Akhirat

Jadikan Sedekah sebagai Habit ( kebiasaan, hobbi, kebutuhan )kita, sesuai hadits Nabi :
Tidak berkurang harta karena sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah swt menambah kemuliaan, dan tiada seorang yang tawadhuk ( merendah ) karena Allah swt melainkan Allah swt menaikkan derajatnya. ( Abu Hurairah r.anhu )

Hadith Nabi Saw :
Dermawan itu merupakan suatu pohon yang akarnya di syurga dan dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke syurga. Kedekut ( kikir ) itu pohon yang asalnya di dalam neraka sedang dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke neraka. ( Aishah r.anha )


Sedekah mengandungi 10 kebaikan .

Kebaikan di dunia.
1. Membersihkan harta kekayaan.
2. Membersihkan badan dari dosa-dosa.
3. Menolak bala dan penyakit.
4. Menyenangkan hati orang miskin.
5. Menjadikan berkat dalam harta dan meluaskan rezeki.

Kebaikan di Akhirat.
1. Sedekah itu menjadi naungan baginya
2. Sedekah meringankan hisab amalnya
3. Memberatkan timbangan amal kebaikannya
4. Memudahkan melintasi sirat.
5. Bertambah darjat di syurga

Barangsiapa yang menolak 5 pekara, maka Allah akan menolak 5 pekara daripadanya
1. Barangsiapa menolak zakat, Allah swt akan menolak keselamatan hartanya
2. Barangsiapa tolak sedekah, Allah swt akan mengurangi kesehatannya
3. Barangsiapa menolak zakat tanamannya, Allah swt akan menolak berkah tanahnya
4. Barangsiapa tidak suka berdoa, Allah tidak suka untuk menerimanya.
5. Barangsiapa yang meringan-ringankan sholatnya, Allah swt akan menolak dari kalimah syahadat ketika matinya.


Subhanallah

Minggu, 20 Juli 2014

Doaku di Ramadhan ke Dua Puluh Tiga

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Ya Allah Ya Ghofururrahim Ya Dzal Jalali wal ihram. Ya Robb dengan ridho rahmat Mu, jadikanlah ibadah sholat kami pada malam ini Engkau  bangunkan sebuah kota disurga untuk kami nanti.

Do'aku di Ramadhan Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Ya Allah.. Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus Kesalahan Orang-Orang Yang Berdosa.
آَمِيْن يَارَبَّ الْعَالَمِيْن

Selasa, 08 Juli 2014

Mengapa membaca Al-Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Alkisah, hiduplah seorang
muslim tua bersama seorang
cucunya di sebuah
pegunungan di bagian timur
Kentucky, Amerika. Sang kakek
biasa membaca Qur'an selepas
sholat shubuh setiap hari. Sang
cucu berusaha meniru setiap
tingkah laku kakeknya.
Suatu hari, ia bertanya: "Kek!
Aku berusaha membaca Qur'an
seperti dirimu tetapi aku tidak
mengerti isinya. Jikapun ada
sedikit yang kupahami, ia akan
terlupakan setiap kali aku
menutup kitab itu. Lalu, apa
gunanya aku membacanya?"
Dengan perlahan sang kakek
membalikkan badan dan
berhenti dari memasukkan
batu bara ke dalam tungku
pemasak. Ia menjawab:
"Ambillah keranjang ini,
bawalah ke sungai di bawah
sana dan bawakan untukku
sekeranjang air!"
Sang cucu membawa
keranjang hitam penuh jelaga
batu bara tersebut ke sungai
dan mengambil air. Namun air
itu telah habis menetes
sebelum sampai ke rumah.
Sang kakek tertawa dan
meminta sang cucu agar
mencobanya sekali lagi:
"Mungkin engkau harus lebih
cepat membawa airnya
kemari."
Sang cucu berusaha berlari,
namun tetap saja air itu lebih
cepat keluar dari keranjang
sebelum sampai ke rumah.
Dengan terengah-engah ia pun
mengatakan kepada sang
kakek bahwa tidak mungkin
mengambil air dengan
keranjang. Sebagai gantinya ia
akan mengambil air dengan
ember.
"Aku tidak perlu satu ember air,
yang kuinginkan adalah
sekeranjang air!" jawab sang
kakek. "Kau saja yang kurang
berusaha lebih keras," timpal
sang kakek sambil
menyuruhnya mengambil air
sekali lagi. Sang kakek pun
pergi ke luar rumah untuk
melihat usaha sang cucu.
Kali ini sang cucu sangat yakin
bahwa tidak mungkin
membawa air menggunakan
keranjang. Namun ia berusaha
memperlihatkan kepada sang
kakek bahwa secepat apapun
ia berlari, air itu akan habis
keluar dari keranjang sebelum
ia sampai ke rumah. Kejadian
yang sama berulang. Sang cucu
sampai kepada kakeknya
dengan keranjang kosong.
"Lihatlah Kek! Tidak ada
gunanya membawa air dengan
keranjang." katanya.
"Jadi, kau pikir tidak ada
gunanya?", sang kakek balik
bertanya. "Lihatlah keranjang
itu!" pinta sang kakek.
Ketika sang cucu
memperhatikan keranjang itu
sadarlah ia bahwa kini
keranjang hitam itu telah
bersih dari jelaga, baik bagian
luar maupun dalamnya, dan
terlihat seperti keranjang baru.
"Cucuku, demikianlah yang
terjadi ketika engkau membaca
al Qur'an. Engkau mungkin
tidak mengerti atau tidak bisa
mengingat apa yang engkau
baca darinya. Namun ketika
engkau membacanya, engkau
akan dibersihkan dan
mengalami perubahan, luar
maupun dalam. Itulah
kekuasaan dan nikmat Allah
kepada kita!"
Jadi, sudah berapa Juz yang
sudah kita baca selama
Ramadhan penuh berkah ini? :)
Bagikan kisah ini kepada
saudara-saudara kita. Semoga
menjadi Amal ibadah tak
terputus untuk kita. Aamiin

Sabtu, 05 Juli 2014

TARAWIH ATAU TAHAJUD?

Dinamakan shalat tarawih yg artinya istirahat/santai, karena dilakukan tidak terburu-buru. Shalat tarawih termasuk shalat malam (qiyamul lail atau qiyam ramadhan) dan shalat tarawih adalah shalat malam yg dikhususkan di bulan Ramadhan. [Lihat Al Jaami' Li Ahkamish Sholah, 3/63 dan Al Mawsu'ah Al Fiqhiyyah, 2/9630] Dari Abu Salamah bin 'Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada 'Aisyah ra, "Bagaimana shalat malam Rasulullah saw di bulan Ramadhan?". 'Aisyah mengatakan, "Rasulullah saw tidak pernah menambah jumlah raka'at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya (dibulan lainnya) lebih dari 11 raka'at". [HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738]. Hadits lanjutannya, "Beliau shalat empat rakaat dan jangan ditanya betapa bagusnya dan panjangnya. Kemudian Beliau shalat empat rakaat lagi dan jangan ditanya betapa bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat". Jadi menurut hadits tsb bahwa, shalat malam Nabi dalam satu malam adalah 11 rakaat dibulan Ramadhan atau diluar bulan Ramadhan, dgn demikian shalat Tarawih dan Shalat Tahajud adalah sama. Beda nama tapi shalatnya itu itu juga. Bagi siapa yg sudah terbiasa Tahajud lanjutkan kebiasaan tsb dan tidak perlu melakukan shalat tarawih. Bagi yg tidak terbiasa shalat tahajud lakukan shalat tarawih saja. Adapun shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu (di bulan Ramadhan). Sedangkan shalat tahajud adalah shalat malam yang dilakukan setelah bangun tidur (dibulan apa saja). Jika tidak tidur dahulu maka disebut shalat malam (diluar bulan Ramadhan). Semoga dgn membiasakan diri shalat malam (tarawih) saat ramadhan, Insya Allah selesai ramadhan akan melanjutkan shalat malamnya dgn shalat tahajud.

Jumat, 04 Juli 2014

LIFE BEGAN AT FORTY

LIFE BEGAN AT 40

Cukup banyak dalam al-Quran  membahas tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan ditelaah dgn serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim." (al-Ahqaf: 15)

Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung uraian yang jelas bahwa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah

Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempo yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan "umur panjang dalam tempo yang cukup untuk berfikir" dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.

Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.

Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidaklah heran tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn 'Abbas:

"Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun" (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)

Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, "Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka."

Imam asy-Syafi'i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, "Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara' lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah."

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.

Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sadar bahwa kematian memanggil kita kapan pun tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulai kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".

Banyak manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak peduli kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang sukses di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk perbekalan menghadapi kematian, karena kematian akan datang tiba tiba tanpa diduga.

Subhanallah


LIFE BEGINS AT 40

TAFAKUR ATAS USIA 40TAHUN

Ramai tidak sedar dalam al-Quran ada menyentuh tentang usia ini. Tentu ada yang sangat penting, perlu diperhatikan dan diambil serius akan perkara ini. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

"Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang engkau redhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim." (al-Ahqaf: 15)

Usia 40 tahun disebut dengan jelas dalam ayat ini. Pada usia inilah manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fizikal, intelektual, emosi, mahupun spiritualnya. Benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan melangkah ke usia dewasa yang sebenar.

Doa yang terdapat dalam ayat tersebut dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang berusia 40 tahun dan ke atas. Di dalamnya terkandung penghuraian yang jelas bahawa mereka; telah menerima nikmat yang sempurna, kecenderungan untuk beramal yang positif, telah mempunyai keluarga yang harmoni, kecenderungan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah

Pada ayat yang lain, firman Allah;

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيْرُ

Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempoh yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (al-Fathir: 37)

Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan "umur panjang dalam tempoh yang cukup untuk berfikir" dalam ayat tersebut tidak lain adalah ketika berusia 40 tahun.

Menurut Ibn Kathir, ayat ini memberikan petunjuk bahawa manusia apabila menjelang usia 40 tahun hendaklah memperbaharui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh2.

Apabila itu berlaku menjelang usia 40 tahun, maka Allah memberikan janjiNya dalam ayat selepas itu: (maksudnya) Kematangan.

Usia 40 tahun adalah usia matang untuk kita bersungguh-sungguh dalam hidup. Mengumpulkan pengalaman, menajamkan hikmah dan kebijaksanaan, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian. Maka tidak hairan tokoh-tokoh pemimpin muncul secara matang pada usia ini. Bahkan Nabi s.a.w, seperti yang disebut oleh Ibn 'Abbas:

"Dibangkitkan Rasulullah s.a.w pada usia 40 tahun" (riwayat al-Bukhari).
Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi2 yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as.

Banyak negara menetapkan untuk menduduki jabatan2 elit seperti ketua negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri mengakui prestasi seseorang mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.

Mengapa umur 40 tahun begitu penting.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, iaitu
1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Usia 40 tahun adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih kepada masa dewasa penuh. Kenyataan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Seolah-olah macam satu fitrah di usia ini ramai yang mula menutup aurat dan mendekati kuliah-kuliah agama.

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,

لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)

Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja. Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, "Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka."

Imam asy-Syafi'i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, "Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara' lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah."

Lantas, apa yang harus kita lakukan menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.

Jika ada yang mengatakan bahawa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat kehidupan yang dimaksudkan ialah kehidupan terarah kepada mendekatkan diri kepada penciptaNya dengan sebenar-benarnya. Tetapi satu perkara yang kita harus sentiasa sedar bahawa kematian memanggil kita bila-bila masa tanpa tanda, tanpa alamat dan tanpa mengira usia. Jika kita beranggapan harus menunggu usia 40 tahun untuk baru memulakan kehidupan yang dimaksudkan di atas, maka rugi dan sia-sia lah hidup kita jika umur kita tidak panjang.

Maksud sabda Nabi Muhammad S.A.W ," Orang yang bijak adalah orang yang selalu mengingati mati".

Ramai manusia tertipu dengan keindahan dunia dan isinya yang bersifat sementara. Sejak Nabi Adam as. sehingga kini, kesemuanya telah kembali kepada Allah swt. tidak kira kaya atau miskin, berpangkat atau tidak. Mengingati mati bukan bermakna kita akan gagal di dunia tetapi dengan mengingati mati kita akan menjadi insan yang berjaya di dunia dan di akhirat. janganlah menunggu sehingga esok untuk membuat persediaan menghadapi kematian, kerana mati boleh datang pada bila-bila masa..

Subhanallah

Kamis, 03 Juli 2014

Renungan Tidak Terbangun utk Sholat Malam

Sufyan Ats Tsauri rah berkata, " Aku tidak bisa sholat malam lima bulan lamanya hanya lantaran  satu dosa yg kulakukan. "
Dikatakan kepadanya," Dosa apakah itu? "
Beliau menjawab, " Aku pernah melihat seorang lelaki menangis,  lalu aku membatin dalam hati, " Ini adalah karena riya'. "

Hasan Al Basri rah ditanya," Wahai Abu Sa'id aku tidur malam dalam kondisi sehat dan aku ingin sholat malam,  aku juga menyiapkan wudhuku sebelumnya,  tetapi mengapa aku tidak bisa bangun juga?  " Beliau menjawab, " Dosa dosamu menjeratnya. "

Subhanallah

Rabu, 02 Juli 2014

Doaku di Ramadhan Hari Kelima

Bismillahirohmannirrahiim

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

ALLAHUMAJ 'ALNII FIIHI MINAL MUSTHAGHFIRIINA, WAJ'AL NII FIIHI MIN 'IBAADIKAS SHOOLIHIINAL QOONITIINA, WAJ'ALNII FIIHI MIN AULIYAAIKAL MUQORROBIINA, BIRO'FATIKA YAA ARHAMARR ROOHIMIIN.

Ya Allah.. Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon keampunan, dan jadikanlah aku sebagai hambaMu yang soleh dan setia serta jadikanlah aku diantara auliya'Mu yang dekat disisi Mu, dengan kelembutanMu, wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.

Aamiin ya robbal alamiin

Renungan Diri Memilih Pemimpin

Sebuah Renungan ....


Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl : 90)


Dari Abu Musa al-Asy'ari ra., ia berkata: bersama dua orang saudara sepupu, saya mendatangi Nabi Saw. kemudian salah satu diantara keduanya berkata: Wahai Rasulullah, berilah kami jabatan pada sebagian dari yang telah Allah kuasakan terhadapmu. Dan yang lain juga berkata begitu. Lalu beliau bersabda: Demi Allah, aku tidak akan mengangkat pejabat karena memintanya, atau berambisi dengan jabatan itu. (HR. Bukhari dan Muslim)


Al-Muhallab berkata sebagaimana dinukilkan dalam "Fathul Bari", "Ambisi untuk memperoleh jabatan kepemimpinan merupakan faktor yang mendorong manusia untuk saling membunuh. Hingga tertumpahlah darah, dirampasnya harta, dihalalkannya kemaluan-kemaluan wanita yang itu semuanya sebenarnya diharamkan oleh Allah, dan karenanya terjadi kerusakan yang besar di permukaan bumi." 


Betapa rakus dan semangatnya orang-orang yang menginginkan jabatan ini, sehingga Rasulullah  menggambarkan kerakusan terhadap jabatan melebihi dua ekor serigala yang kelaparan lalu dilepas di tengah segerombolan kambing. Beliau bersabda: "Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah gerombolan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan yang tinggi." (HR. at-Tirmidzi).


untuk direnungkan & dipikirkan: ....janganlah berambisi meraih kedudukan tertentu, khususnya bila ia tidak pantas mendapat kedudukan tersebut................."Apabila amanah telah disia-siakan, maka nantikanlah tibanya hari kiamat. Ada yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanat?' Beliau menjawab, 'Apabila perkara itu diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah tibanya hari kiamat'."

Selain itu, jabatan tidak boleh diberikan kepada seseorang yang memintanya dan berambisi untuk mendapatkannya. Abu Musa berkata, "Aku dan dua orang laki-laki dari kaumku pernah masuk menemui Rasulullah. Maka salah seorang dari keduanya berkata, 'Angkatlah kami sebagai pemimpin, wahai Rasulullah'. Temannya pun meminta hal yang sama. Bersabdalah Rasulullah: "Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya.".


"Kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya." 

Hikmah dari hal ini, kata para ulama, adalah orang yang memangku jabatan karena permintaannya, maka urusan tersebut akan diserahkan kepada dirinya sendiri dan tidak akan ditolong oleh Allah.


Dari Abdurrahman ibn Smurah ra. Ia berkata : Rasulullah bersabda :"Wahai Abdurrahman Ibn sammurah, janganlah kamu meminta jabatan. Jika kau diberi jabatan karena memintanya, jabatan itu diserahkan sepenuhnya. Dan Apabila kamu diberi dan tidak memintanya, kamu akan mendapat pertolongan Allah dalam melaksanakannya. Apabila kamu bersumpah terhadap satu perbuatan, kemudian kamu melihat ada perbuatan yang lebih baik, maka kerjakanlah perbuatan yang lebih baik itu." (HR Bukhari dan Muslim).


Subhanallah

Jumat, 27 Juni 2014

DAHSYATNYA DOA ULYAH BIN YAZID DALAM PERANG TABUK

Doa Yang Menggetarkan

Kisah ini merupakan salah satu episode kisah perang Tabuk...
tapi tidak byk yg mengupas kisah yg satu ini...
utk mengetahui kronologis & konsideran lengkapnya, saya tak akan ngupas disini, krn cukup panjang...
baiknya teman2 disini buka2 n baca kembali kisah perang Tabuk..
kebetulan perang tsb juga terjadi di bulan Sya'ban...

sebagaimana kita tau, bhw perang Tabuk adalah satu2nya perang dimana Rasulullah saw mengumumkan dan memobilisir seluruh kaum muslimin dan potensi2nya...
ini karena peperangan tsb memang sangat berat...
berat dari sisi cuaca, berat juga dari sisi logistik...
makanya rasulillah berulang kali memotivasi sahabat2nya utk menginfakkan apa saja yg bisa diinfakkan utk 'membiayai' perang tabuk ini...

perang ini juga menjadi FILTER bagi kelompok munafiq dan org2 yg gampang mengajukan alasan/uzur agar diijinkan tidak ikut perang...
sekali lagi, edisi lengkapnya, bacalah kisah perang tabuk di buku2 sirah yg ada..

disini, di perang ini, terdapat satu sahabat yg luar biasa...
dia bukan sahabat utama rasul...
bahkan namanya pun jarang disebut di buku2 sirah...
tapi, ketika kita membaca kisahnya, niscaya bisa menguras air mata kita...

disaat sahabat2 nabi & kaum muslimin lainnya menyiapkan diri utk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam perang tabuk, Maka pada saat itu tersebutlah Ulyah bin Yazid, seorang yang sangat faqir, tidak memiliki apa-apa diatas dunia ini, seorang dari golongan Anshor dari kabilah Aus, tatkala dia menyaksikan kesibukan kaum muslimin dalam persiapan jihad ke Tabuk, melihat seluruh kaum muslimin dari berbagai pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya Madinah, datang berbodong-bondong kemudian memancang kemah, sambil membawa apa yang mereka miliki dari senjata dan kendaraan, memancang kemahnya menunggu hari keberangkatan.

Dia juga melihat transaksi di pasar-pasar Madinah banyak transaksi yang terjadi dialog berhubungan dengan persiapan perang, dari mulai kuda, unta, panah, pedang, tameng besi dsb. Dia menyaksikan itu semua dengan kesedihan yang sangat mendalam. Semua orang telah membeli perlengkapan perangnya, sedangkan dirinya... apa yang dia mau persiapkan..? kalau hendak membeli, mau beli pakai apa? Uang satu dirham pun ia tidak punya. Apalagi pagi itu dia mendengar Nabi shallallohu 'alaihi wasallam mengatakan : man jahhaza jaisyul usroh ghufiro Allahu lahu falahul jannah

من جهز جيش العسرة غفر الله له فله الجنة

"Barang siapa yang membantu perbekalan pasukan yang kesulitan, Allah mengampuninya dan baginya surga"

Maka semakin terbenamlah serasa dirinya ke dalam bumi, hancur luluh serasa hatinya, sedih hatinya, semua orang mendapatkan surga kecuali dirinya.
Semakin panas dingin badannya mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam demi melihat kefaqiran dirinya, ditambah lagi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mensyaratkan siapa yang mau ikut berperang harus membawa alat dan kendaraan perang sendiri.

Dilihat juga oleh Ulyah bin Yazid ketika dia duduk di masjid Nabawi, dia melihat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam dikelilingi para sahabat, ketika datang Umar bin Khattab dengan membawa setengah dari harta yg dimilikinya.

Tak lama setelah itu, datanglah Abu Bakar sambil membawa semua harta yang dia punya.
Ketika ditanya oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, " Ya Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?"
Abu Bakar menjawab, "aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Nabi -NYA shallallahu 'alaihi wasallam".
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda," Tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku sebagaimana bermanfaatnya harta Abu Bakar".

Tak ketinggalan sahabat Utsman bin Affan membawa seribu dinar dalam pakaiannya, bahkan kafilah dagangnya yang hendak berangkat ke Syam sejumlah dua ratus ekor unta lengkap dengan barang-barangnya dia keluarkan sedekahnya, ditambah lagi dengan seratus ekor unta, lalu ditambahnya lagi seribu dinar uang kontan. Maka Nabi shallallohu 'alaihi wasallam pun bersabda

اللهم ارض عن عثمان فإنى عنه راض

"Ya Allah, (aku mohon padaMu) ridhoilah Utsman, sesungguhnya aku telah ridho padanya "

tentang Utsman ini, ada kisah menarik. Ketika perniagaan Utsman ditawar oleh pedagang2 (tengkulak) Quraisy dan kabilah arab lainnya.

Tak lama setelah itu sampailah perniagaannya yang baru datang dari Syam sejumlah 1000 ekor unta beserta isinya. Tiba-tiba datanglah tengkulak-tengkulak hendak membeli perniagaan tersebut. Salah seorang dari mereka berkata:

"Ya Utsman,kami beli 2x lipat..!!"
"Tidak..tidak..!! karena ada yang berani membeli lebih tinggi dari penawaran kalian" jawab Utsman
"Kami beli 3x lipat dari harga yang kamu dapatkan" kata si tengkulak
"Tidak..belum cukup kalau cuma 3x lipat..!!" jawab Utsman
Akhirnya tawar menawar "kami beli 10x lipat Ya Utsman..!!"

Utsman pun berkata, "tuan-tuan sekalian, ada diantara tuan-tuan yang hendak membelinya 700x lipat..??!!"
Apa kata mereka,"gila engkau Utsman..!! siapa pula yang sampai menawar hingga 700x lipat ?!"
Utsman pun menjawab,"akan tetapi Allah telah menawarnya lebih dari 700x lipat.!!"
Allahu Akbar...!!!…Utsman pun membacakan ayat

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ


"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (QS. Al Baqoroh : 261)

"Saksikanlah wahai para tengkulak…semua barang perniagaan yang ada ini, seluruhnya aku infaqkan di jalan Alloh Ta'ala" seru Utsman.

Subhanallah..Allahu Akbar..dari generasi mana mereka ini muncul, dari makhluk mana mereka ini saudaraku..dari planet mana mereka datang..?? apakah mereka diciptakan dari daging yang penuh dengan nafsu dunia dan ketamakan, yang penuh dengan kebakhilan dan ketakutan akan miskin karena berinfaq dan bersedekah..?! bukan saudaraku…tapi mereka adalah para sahabat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam.

Tidak lama kemudian datang pula Abdurahman bin Auf sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak, datang pula 'Abbas bin Abdul Mutholib paman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Tholhah bin 'Ubaidillah, Sa'ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, yang mereka semua berinfaq di depan mata Ulyah. Dia juga melihat kedatangan orang-orang yang kurang berada membawa infaq semampunya, dimulai oleh 'Ashim bin Adiy mebawa 70 wasaq kurma, ada yang membawa dua mud bahkan satu mud kurma, tidak satu pun kaum muslimin yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin. Alloh pun menyindir mereka

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. " (QS. At Taubah 79)

Apa yang dirasakan oleh Ulyah selain kesedihan yang sangat. Apa yang bisa diperbuat sementara ia tidak punya apa-apa, sementara orang berbondong berinfaq. Melihat hal itu pulanglah Ulyah membawa semua kesedihannya. Di zaman sekarang ribuan jutaan orang membawa kesedihan dunia, Ulyah pulang membawa kesedihan karena teringat akhirat. Adakah di zaman sekarang ini sosok seperti Ulyah..?? Memikirkan kemana nanti hendak dia di tempatkan di akhirat, apakah di surga ataukah neraka, kalau ternyata di surga di tempat yang mana, di tingkatan ke berapa dan bersama-sama siapa ??

Ketika senja telah beralu dan malam pun tiba, Ulyah berusaha memejamkan matanya, tapi bagaimana mau dipejamkan matanya sementara hati masih berdebar-debar, pikiran masih galau, apa yang bisa dilakukannya selain membolak-balikkan badannya di atas tikar yang lusuh hingga tengah malam.

Akhirnya dia bangkit, timbul sebuah ide, sebuah pemikiran dalam dirinya, yang kiranya apabila dia melaksanakan idenya ini mudah-mudahan dapat mengurangi kegundahan hatinya. Lantas Ulyah berwudhu dan melaksanakan sholat malam, apalagi yang bisa dilakukan oleh orang yang sengsara dan bersedih hati selain bermunajat kepada Allah Yang Maha Pemurah..?? bagi orang yang mendapatkan kesusahan kecuali dia mengadukan kepada Sang Khaliq…(do'a Nabi shallallohu 'alaihi wasallam Ya'qub, sebagaimana surat Yusuf : 86)

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ


"Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku..."

Di dalam sholatnya dia pun menangis, adakah antum pernah melihat seorang yang gundah mengadukan semua keluhan dan kegundahannya dengan menangis kepada Rabb Yang Memiliki isi langit dan bumi..? dia sebutkan kefaqirannya, dia sebutkan kelemahannya, dia sebutkan ketidakberdayaannya, dia minta kepada Allah jangan sampai kefaqirannya dan ketidakmampuannya berinfaq pada persiapan perang Tabuk ini menggeser kedudukannya dibanding sahabat-sahabatnya kelak di surga " jikalau aku Engkau buat susah di dunia, janganlah pula Engkau jauhkan aku dari surgamu".

Diantara doanya adalah:

"Ya Allah, Engkau perintahkan kami untuk berjihad, Engkau perintahkan kami untuk berangkat ke Tabuk, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu apapun untuk bekal berangkat berperang bersama Nabi-MU  shallallohu 'alaihi wasallam...
maka malam ini saksikanlah ya Allah...
sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari perlakuan zhalim mereka terhadap diriku, maka inilah kehormatanku aku infaqkan di jalan-Mu,
jika ada seorang muslim menghinakan dan merendahkan diriku,
maka aku infaqkan itu semua di jalanMu
Ya Allah..tidak ada yang dapat aku infaqkan sebagaimana orang lain telah berinfaq, kalau sekiranya aku punya sebagaimana mereka punya akan aku infaqkan untukMu,
maka yang aku punya hanya kehormatan sebagai seorang muslim, kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah kehormatan ini aku sedekahkan untukMu malam ini…"

Alangkah jernihnya doa tersebut…keluar dari hati seseorang yang tidak punya apapun di dunia ini melainkan kehormatan, alangkah teduhnya ucapan di malam hari yang gelap, terangkat doanya ke langit ke tujuh, menggetarkan Arsy Allah Ta'ala, semua sedekah tidak sehebat sedekahnya.


Esok subuh Nabi shallallohu 'alaihi wasallam memimpin sholat berjama'ah, hadir pula Ulyah. Telah ia lupakan air mata yang tumpah bercucuran di tikar lusuhnya tadi malam, ia lupakan karena telah dibasuh oleh air wudhu yang baru. Akan tetapi Aloh tidak pernah lupa, Alloh tidak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Kejadian di tempat yang sepi tersebut dikabarkan oleh Alloh kepada Nabi shallallohu 'alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril. Selesai sholat Nabi shallallohu 'alaihi wasallam pun berdiri kemudian Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bertanya

من يتصدق بصدقة مقبولة في هذه الليلة ؟


"siapakah (diantara kalian) yg bersedekah tadi malam dan sedekahnya diterima oleh Allah"?

Ternyata tidak ada yang berdiri, karena merasa tidak bersedekah tadi malam, atau merasa yakin betul sedekahnya diterima oleh Alloh Ta'ala.
Ulyah bin Yazid pun tidak merasa bahwa dirinya telah bersedekah.
Akan tetapi Nabi shallallohu 'alaihi wasallam mendekati Ulyah dan berkata, "sungguh ya Ulyah, sedekahmu malam tadi telah diterima oleh Allah Ta'ala sebagai sedekah yang maqbul..!!"Bagaikan aliran listrik yang langsung mengalir ke jantung Ulyah bin Yazid, laksana halilintar dahsyat menghantam dirinya, karena dia sama sekali tidak mengira, cahaya kebahagiaan langsung memancar dari dirinya.
"Benarkah ya Nabi shallallohu 'alaihi wasallam..benarkah sedekahku yang tadi malam yang tidak ada apa-apanya itu diterima Alloh...??" tanyanya penasaran seolah-olah tidak percaya.

Maka Nabi pun menyerahkan 6 ekor unta kepada Ulyah bin Yazid dan tujuh orang temannya untuk berangkat ke medan jihad, peperangan Tabuk…peperangan yang atas izin Allah dimenangkan oleh kaum muslimin, ditandai dengan menyerahnya negara-negara boneka Romawi, dan semakin berkurangnya daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

Wallahu a'lam

Nasehat Ali bin Abi Thalib

Nasehat ALI bin Abi Thalib

Ali r.a. menasihati seorang lelaki yang meminta nasihat kepadanya, maka Ali RA pun menasehatinya dengan berucap :

"Jangan menjadi orang yang mengharap akhirat tanpa persiapan amal. Jangan mengundur taubat kerana panjang angan-angan. Jangan bertutur kata seperti orang zuhud,tetapi beramal seperti orang durhaka. Jika diberi, tidak pernah puas, jika tidak diberi,selalu menuntut. Tidak mensyukuri pemberian, selalu mengharap tambahan. Melarang, tetapi dia terus melakukan. Menyuruh sesuatu yang tidak dia lakukan. Mencintai orang saleh,tetapi tidak beramal seperti mereke. Benci terhadap orang yang melakukan dosa,padahal dia selalu melakukannya. Takut terhadap kematian,kerana banyaknya dosa yang dia lakukan.

Ketika sakit, dia sangat menyesal. Ketika sehat, dia merasa aman untuk berbuat dosa. Merasa sombong ketika diberi maaf. Berputus asa bila ditimpa cobaan. Ketika diuji dengan musibah, dia berdoa seperti orang yang sangat memerlukan. Ketika dalam keadaan lapang, dia berpaling dengan kesombongan. Dia dikalahkan oleh hawa nafsu melebihi dugaannya. Dia tidak mampu menundukkan hawa nafsunya. Dia takut menghadapi orang lain walau kerana sedikit kesalahan. Dia selalu mengharapkan imbalan melebihi amal yang dia lakukan.

Ketika diberi kekayaan, dia masih merasa kurang dan merasa selalu mendapat cobaan. Ketika dalam keadaan fakir, dia berputus asa dan takut menghadapi mati. Jika beramal, dia melakukannya sedikit saja. Ketika bertanya, dia ber tele-tele(buat bodoh). Dia selalu berbuat maksiat dan menunda-nunda taubat.

Subhanallah

Selasa, 10 Juni 2014

Nasehat menjelang Musim Ketaatan (romadhon)


Bismillah,
Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity -hafidzahullah- ditanya, "Wahai syaikh.. Dengan amalan apa anda menasehati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan (romadhon)...?

Syaikh menjawab:
"Sebaik-baik amalan yang dilakukan dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak istigfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Allah (untuk melakukan ketaatan).
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.

Istigfar merupakan benteng aman yang tersisa bagi kita (dari adzab Allah) sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Ibnu katsir -rahimahullah- berkata :
Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
Maka apa lagi yang kau tunggu...?
(Perbanyaklah istigfar....)

Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengatakan, "Bila engkau berdo'a dan waktu begitu sempit sementara dadamu dipenuhi hajat yang begitu banyak, maka jadikan seluruh isi do'amu agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.
Ya Allah..Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami.

"Barangsiapa yg beristighfar maka Allah akan menganugrahkan kebahagiaan dr setiap duka yg menimpanya, akan memberi jalan keluar dr setiap kesempitan dan memberi rizki dr jalan yg tdk disangka sangka". (HR. Ibnu Madjah)

"Barangsiapa yg mengucapkan istighfar di awal hingga akhir siang dan malam maka ia adalah ahli surga". (HR. Bukhari)

Senin, 09 Juni 2014

Cukuplah dgn Al Quran

"Siapa yang tidak cukup dengan Al Quran, Allah tidak akan membuatnya cukup dengan yang lain (Ibn Al Qayyim)"

" Tidaklah seorang berprasangka kepada Allah, melainkan akan Dia beri sesuai prasangkanya" (Ibn Mas'ud)

Rabu, 04 Juni 2014

Istri yg di ridhoi suami

Perih, penat, sakit seorang istri dalam menjaga rumah tangga dan harta keluarga dan amanah dari suami yang ridho maka Allah gantikan dgn jannah dan bertemu dgn Rabb di mihrabnya.
= subhanallah = 

Senin, 02 Juni 2014

La Tahan...

لا تحْزن إذا أرهقتك الهُموم .. وضاقت بك الدّنيا بما رحُبت .. فربّما أحبّ الله أن يسْمع صوتك وأنتَ تدعوه .. ! . (محمد الشعراوي)
Jangan sedih ketika kebingungan melandamu..Dunia terasa sempit bagimu..Mungkin Allah ingin mendengar suaramu tuk Berdoa kepada-Nya (Imam Sya'rawy RA)...#Subhanallah

Rabu, 28 Mei 2014

Istri Yg Baik

Istri yang Baik

Fadly - Sabtu, 8 Safar 1429 H / 16 Februari 2008 06:09

Sangat penting bagi seorang laki-laki untuk mengerti kualitas dan sifat-sifat seorang wanita sebelum dia dipertimbangkan sebagai seorang istri. 

Dilaporkan dalam Musnad Imam Ahmad, dari Sa'ad bin Abi Waqqas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Tiga sebab kebahagiaan anak Adam dan tiga hal penyebab penderitaan. Penyebab kebahagiaan anak Adam adalah : (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus dan (3) Kendaraan yang bagus. Hal yang menyebabkan menderita : Istri yang jelek, rumah yang buruk dan kendaraan yang buruk."

Dilaporkan juga dalam Shahih al-Jaami' bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Empat hal yang menyebabkan kebahagiaan: (1) Istri yang baik, (2) Rumah yang bagus, (3) Tetangga yang baik, dan (4) Kendaraan yang bagus. Empat hal yang menyebabkan menderita: Istri yang buruk, tetangga yang buruk, kendaraan yang jelek dan rumah yang sempit/kecil."

Sangat penting dan perlu atas seorang laki-laki untuk melihat seorang wanita yang bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik bagi anak-anaknya (di masa depan). Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah)." (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No. 1467)

Saat ini sangat sulit untuk menemukan istri yang baik karena dia merupakan harta benda yang jarang ditemukan. Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ibnu 'Abbas Radliallahu Anhu, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam ditanya oleh Umar bin al-Khattab Radliallahu Anhu:

"Akan aku informasikan kepadamu harta benda yang terbaik yang bisa seseorang dapatkan, yaitu istri yang baik (shalehah). Ketika dia (suaminya) melihatnya dia akan membuatnya senang dan ketika dia diperintah maka akan patuh dan ketika dia ditinggal (jauh dari suami) maka akan menjaga dirinya."

Hadits ini merupakan pernyataan yang jelas bahwa istri yang baik adalah orang (1) yang membuat senang dan bahagia hati suami ketika suaminya melihatnya, (2) mematuhi suaminya ketika dia memerintah mengerjakan sesuatu, dan (3) melindungi kehormatannya, rahasianya, keluarga (anak-anak) dan hartanya ketika suami tidak ada di sisinya.

Diriwayatkan dalam Shohih al-Jaami' bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Hati yang bersyukur, lisan yang mengingat Allah dan istri yang baik (zaujah shalihah) yang akan menolong kamu dalam urusan hidupmu dan agamamu, inilah harta benda terbaik yang dapat dimiliki manusia."

Sangat penting bagi seorang wanita-orang yang akan menjadi istrimu dan membantu kamu menegakkan dien (agama) memiliki sifat-sifat dan kualitas tersebut sebelum kamu mempertimbangkan/memutuskan untuk menikahinya.

Allah meminta kita untuk menikah dengan orang yang baik, shalehah dan bertaqwa:

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS An-Nur: 32)

Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman tentang sifat-sifat wanita jannah (surga):

"Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS An-Nisaa': 34)

Shalihat artinya mereka adalah wanita yang baik agamanya. Qaanitaat artinya mereka patuh terhadap suaminya. Dan Haafizaat lil-Ghaib artinya mereka menjaga harta, kekayaan, anak-anak suaminya dan seterusnya tatkala suaminya pergi.

Dilaporkan dalam Mu'jam ath-Thabraani al-Kabiir dan Shahih al-Jaami', dari Abdullah bin Salaam Radliallahu Anhu bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu."

Wanita yang patuh (taat) kepada Allah, Rasul-Nya dan suaminya maka tidak diragukan lagi dia layak mendapatkan jannah. Dilaporkan dalam Musnad al-Imaam Ahmad bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :

"Jika seorang wanita menegakkan sholat 5 waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kesuciannya dan mematuhi suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di hari pengadilan), masuklah ke dalam surga dari pintu yang kamu sukai."

Oleh karena itu, sifat-sifat dari wanita yang baik yang telah disebutkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala dan Rosul-Nya adalah:

* Shaalihat, mereka melaksanakan dien dan memiliki dien/agama yang baik

* Qaanitaat (mutii'aat), patuh kepada suaminya sepanjang dia tidak memerintahkan untuk tidak patuh kepada Allah.

* Menjaga diri mereka tatkala suaminya tidak ada

* Menjaga harta, kekayaan dan anak-anak suami

* Membahagiakan hati suami (yaitu dengan aktif untuk menyayangi dan bersosialisasi dengannya)

Dilaporkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda :

"Wanita (pada umumnya) dinikahi karena 4 hal : karena hartanya, karena statusnya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang baik agamanya, maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir-pasir (kebaikan)." (Shahih Muslim, Hadist No. 1466)

Taribat Yadaak (maka tanganmu akan dipenuhi dengan pasir) artinya bahwa jika seseorang memilih seorang wanita yang memiliki kebaikan dien dalam pernikahan mereka maka tangan mereka akan dipenuhi kebaikan dan mereka menjaga diri mereka dari sesuatu yang tidak menyenangkan hidup.

Jika seorang wanita memiliki agama yang baik, maka dia akan membawa ketenangan di rumahnya dan akan menyebabkan kebahagiaan pada suaminya. Dia akan menjadi lahan yaitu melahirkan anak-anak yang baik dan mereka akan mewarisi sifat-sifatnya dan karakter-karakternya. Bagaimanapun, jika dia menyimpang maka anak-anaknya akan mewarisi karakternya yang buruk dan personalitasnya, pernikahan akan mengalami petaka kegagalan, adapun suami akan gagal memenuhi apa yang diperintahkan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala yaitu untuk memilih wanita yang baik.

Wanita yang baik akan selalu menyesuaikan apa yang dia katakan dengan lakukan, dia adalah penjaga harta suaminya, rahasianya, kehormatan dan reputasinya. Reputasinya sebagai seorang wanita yang baik akan membawa kehormatan kepada keluarga.

Tidak diragukan, kecantikan, karakternya, personalitas, ketaqwaan dan agamanya melebihi kecantikan wajah dan fisiknya yang nampak. Hal tersebut akan tinggal selamanya. Adapun kalau kecantikan wajah maka akan berubah (yaitu kerena faktor usia) hanya dalam ukuran tahun.

Untuk wanita yang buruk akhlaqnya, kalau dia tua maka dia akan mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia masih muda dan merasa seperti wanita-wanita yang berumur belasan tahun. Dia tidak akan punya waktu untuk membaca Al-Qur'an, mengurus anak-anak atau bahkan suaminya. Sebaliknya dia akan berada di depan kaca, menggunakan make-up, dan mencoba menyembunyikan keriput dan noda-noda di wajahnya.

Wanita yang baik, akan selalu ingat akan tanggung jawab terhadap suaminya dan kewajibannya kepada Allah. Dia akan selalu mengingatkannya untuk sholat, mendorongnya untuk berdakwah dan mendukung jihad serta mengerjakan kewajiban-kewajibannya tanpa diminta. Jika suaminya baik maka suaminya akan memenuhi kebutuhannya dan memperhatikannya, dia tidak akan pernah melirik wanita lain karena istrinya tertambat di dalam hatinya.

Abdullah bin Rawaahah Radliallahu Anhu memiliki seorang budak hitam. Dia pernah memukulnya dan kemudian dia merasa bersalah karena telah melakukannya. Dia kemudian pergi menemui Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam dan mengatakan kepadanya apa yang terjadi. Nabi bertanya kepada Abdullah tentang gambaran karakternya. Abdullah menginformasikan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bahwa dia (budak wanitanya) berpuasa, sholat dan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah. Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bertanya lagi, "Berarti dia adalah seorang yang beriman." Abdullah Radliallahu Anhu berkata, "Saya akan pergi untuk membebaskannya dan menikahinya."

Ada beberapa orang yang mulai mencela Abdullah karena menikahi seorang budak wanita, karena mereka masih sering melirik orang-orang kafir untuk mereka nikahi. Allah Subhaanahu Wa Ta'ala kemudian menurunkan ayat :

"Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu." (QS. Al-Baqarah, 2:221)

Dilaporkan juga bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan wanita berkulit hitam yang berada di bawah kekuasaan Hudaifah bin al-Yaman Radliallahu Anhu. Hudaifah berkata kepada Khansaa', budak wanitanya : "Wahai Khansaa', Allah telah berfirman tentang kamu. Oleh karena itu, saya akan membebaskanmu, kemudian menikahimu."

Dalam ayat ini subyek utamanya adalah agama yang baik. Kecantikan tubuh atau wajah bersifat subyektif tiap orang. Beberapa orang menyukai wanita dengan hidung yang mancung, yang lainnya menyukai wanita dengan hidung yang pendek. Beberapa orang juga menyukai wanita yang bermata lebar, adapun yang lain lebih tertarik pada wanita yang bermata sipit. Beberapa laki-laki menyukai wanita yang besar, yang lainnya menyukai yang langsing. Beberapa diantaranya menyukai wanita yang pendek, yang lainnya suka yang tinggi. Jadi kecantikan itu tergantung mata yang melihat. Apakah keumuman setiap laki-laki menyukai wanita yang baik agamanya, personalitas dan karakternya? Atau lebih menyukai wanita yang cantik di luar sana akan tetapi dia suka menyumpah, berteriak-teriak dan memiliki karakter yang buruk?

Dilaporkan dalam Shohih Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Tiga orang yang akan mendapatkan pahala ganda yaitu:

(1) Seseorang dari golongan ahlul kitab (Yahudi atau Nasrani) yang beriman kepada nabinya (Isa atau Musa) kemudian beriman kepada Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam (yaitu masuk Islam).

(2) Seorang budak yang memenuhi kewajibannya kepada Allah dan juga kepada majikannya.

(3) Seorang majikan (pemilik budak) yang memiliki budak wanita kemudian mengajarinya jalan yang terbaik (dien/agama), membebaskannya kemudian menikahinya. Bagi dirinya (orang majikan tersebut) akan mendapatkan 2 pahala."

(Kitab Ilmu, Bab 31, Hadist No. 97).

Pasangan yang terbaik dalam hidup ini adalah wanita yang beriman (muslim) dengan kebaikan agamanya maka ia akan dapat menolong suaminya untuk menempuh kehidupan yang sesuai dengan Islam.

Istri yang baik adalah seperti Khadijah binti Khuwailid Radhiyallahu Anhu, istri Nabi Salallahu Alaihi Wasallam, wanita yang mengimaninya ketika orang-orang mengkufurinya; mempercayainya ketika orang-orang tidak mempercayainya; menerima apa yang beliau katakan ketika orang-orang mengingkarinya; melindunginya ketika beliau membutuhkannya; menolongnya ketika orang-orang mencoba untuk mencelakakannya. Khadijah mendampinginya dalam kehidupan yang susah maupun senang.

Wanita yang baik adalah seperti Asma' binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, wanita yang sangat bangga akan agamanya. Dia mengirimkan anak laki-lakinya ke jalan surga dengan syahid, dan dia mendorongnya untuk berdiri teguh di depan Thaghut sampai mati dengan kematian yang mulia.

Istri yang baik adalah seperti Shafiyyah binti Abdil Muthalib Radhiyallahu Anhu, wanita yang sibuk ke medan perang untuk memerangi Yahudi yang ingin menyerang kehormatan orang-orang yang beriman.

Istri yang baik adalah seperti Sahaabiyyah Khansaa' Radhiyallahu Anhu, wanita yang mengirim semua anak laki-lakinya yang berjumlah 4 untuk pergi berjihad. Ketika datang berita bahwa keempat anak laki-lakinya syahid, dia berkata: "Terima kasih ya Allah karena telah menjadikan mereka semua syahid dan aku berdo'a agar aku dapat bertemu dengan mereka di hari pengadilan nanti!"

Istri yang baik adalah Waluud yang artinya dia ingin memiliki anak. Dia bukanlah seseorang yang mengatakan, "Aku ingin menjaga penampilanku dan tidak ingin memiliki anak." Istri yang baik adalah orang yang ingin memiliki banyak anak.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Menikahlah dan perbanyaklah anak-anakmu, sesungguhnya aku akan membanggakan kamu di hari pengadilan nanti." (Shahih al-Jaami', Hadist No. 3366)

Jadi tujuan dari pernikahan bukan hanya untuk memperoleh kenikmatan akan tetapi juga untuk meneruskan ras manusia.

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (QS Al-Kahfi: 46)

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala juga berfirman:

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS Ali Imran: 14)

Ada banyak hal yang diingini oleh manusia-manusia: wanita, anak-anak, emas, perak (harta), kuda dan seterusnya; akan tetapi apa yang Allah berikan kepada kita di akhirat adalah jauh lebih baik.

Dalam Surat Maryam dikatakan bahwa Zakariyyah Alaihi Salam memohon kepada Allah:

"Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." (QS Maryam: 4-6)

Jadi alasan menikah adalah memiliki anak. Inilah kenapa sangat penting bagi wanita untuk memahami hal ini sebelum dia menikah, yaitu dia diharapkan untuk memiliki anak, bukan untuk menyelesaikan pendidikannya atau belajar mengendarai mobil.

Jika dia tidak tahu bagaimana cara untuk memasak, bersih-bersih, mencuci atau menjahit, tidak juga ingin memiliki anak, lantas untuk apa dia sebagai seorang istri?

Wanita yang baik adalah yang lembut, bijaksana dan lemah lembut. Jika suaminya berbicara kepadanya, dia tidak membantah atau berteriak kembali kepadanya. Sekiranya dia seorang istri, dia bukanlah pegulat atau petinju.

Mukmin yang baik, suami yang baik dan istri yang baik akan meminta dan memohon kepada Allah agar dianugerahi anak yang sholeh:

"Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Furqaan: 74)

Bahkan malaikat-malaikat beristighfar dan memohonkan ampun kepada Allah untuk manusia, istrinya dan anak-anaknya serta menjadikan mereka bahagia:

"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS Al-Mu'min: 8)

Kenikmatan dunia adalah istri dan anak. Jika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak disebabkan dia sakit maka ini bukanlah kekuasaan-Nya. Akan tetapi jika dia sangat menginginkan untuk memiliki anak maka dia adalah wanita yang baik agamanya. Dia tidak harus cantik (sesuai dengan pandangan beberapa orang), akan tetapi dia dapat menawan hati suaminya dengan karakternya dan personalitasnya. Daripada menggunakan kecantikannya akan tetapi di setiap waktu dia berbicara dengan suara seperti George Bush atau Khaddafi.

Dilaporkan dalam Sunan Abu Dawud bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam dan berkata kepadanya, "Aku mencintai seorang wanita yang baik nama (statusnya) yaitu cantik, akan tetapi tidak bisa punya anak. Apakah anda menyarankan aku untuk menikah dengannya?" Nabi Salallahu Alaihi Wasallam berkata, "Jangan." Laki-laki tadi datang kembali 2 kali akan tetapi setiap kesempatan Nabi Salallahu Alaihi Wasallam menjawabnya, "Jangan." Setelah waktu yang ketiga kalinya Nabi Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Nikahilah wanita yang waduud (patuh, takut kepada suami) dan waluud (bisa punya anak). Aku akan membanggakan kamu (di hari pengadilan nanti)." (Sunan Abu Dawud, Kitabun Nikaah, Hadist No. 2050)

Wanita yang waluud yaitu bisa punya anak dan memiliki kesehatan yang bagus. Biasanya jika ibunya atau bibinya punya anak banyak maka dia akan mampu memiliki anak juga.

Wanita yang waduud adalah wanita yang bijaksana dan baik terhadap suaminya. Dia tersenyum kepadanya, berbicara dengan bijak dan ingin suaminya menjadi bahaga. Dia akan tersenyum dengan cinta dan kasih sayang.

Dilaporkan dalam hadits shahih al-Bukhori bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Di antara semua wanita-wanita yang menunggang onta (yaitu wanita-wanita Arab); wanita dari Bani Quraisy adalah yang terbaik. Mereka penyayang dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan penjaga terbaik atas kekayaan suami mereka." (Al-Bukhari, Kitab 60, Bab 46, Hadist No. 3434)

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menggambarkan mereka sebagai yang terbaik karena mereka lemah lembut dan baik hati terhadap anak-anak mereka dan secara otomatis akan disayang dan diridhai suami mereka.

Wanita yang baik adalah penjaga dan pelindung harta kekayaan dan rahasia-rahasia suami mereka. Apa yang suaminya katakan terhadapnya secara pribadi, dia tidak seharusnya mempublikasikan atau mengatakan kepada temannnya.

Mudah untuk mendapatkan suami yang baik saat ini, akan tetapi tidak mudah untuk mendapatkan istri yang baik.

Istri yang baik akan mengikuti pendapat (hukum) dari suaminya, bukan dengan pendapatnya sendiri. Dia tidak akan mengatakan kepadanya, "Kamu dapat merayakan I'ed hari ini, akan tetapi aku akan merayakannya besok."

Seorang suami tidak akan pernah hidup dalam ketenangan jika menikah dengan wanita yang agamanya sesat, seorang Habashi, Deobandi atau Tahriiri. Inilah kenapa begitu penting bagi dirinya untuk menikahi seorang wanita yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (mengikuti nabi dan sahabat-sahabatnya).

Keduanya idealnya memiliki agama yang sama dan aqidah (keyakinan) yang sama. Jika seorang istri mengimani bahwa Allah berada di atas 'Arsy-Nya, sementara suaminya mengimani bahwa Allah ada dimana-mana, maka akan selalu terjadi perselisihan pendapat dan debat argumen, adapun pernikahannya tidak akan bisa melakukan kerjasama diantara keduanya.

Agama yang baik bukan hanya shalat atau berpuasa. Jika seorang laki-laki memiliki agama yang baik, dia akan mengimani bahwa Yahudi dan Nasrani adalah kafir, dan jika wanita memiliki agama yang buruk maka dia akan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman.

Lebih lanjut, wanita tersebut akan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah negara sekuler, dimana pikiran-pikiran mereka akan diracuni dengan pemikiran kufur.

Jika seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita Barelwi atau pelaku bid'ah maka istrinya akan mengajarkan anak-anaknya untuk menyembah kuburan dan meminta bantuan dari orang yang sudah meninggal dunia.

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS Ar-Ruum: 21)

Bagaimana mungkin akan ada ketenangan dalam pernikahan jika istrinya menekan suaminya untuk membelikannya baju-baru baru, sepatu berhak tinggi, tas dan barang-barang perhiasan setiap hari? Setiap hari dia butuh waktu berjam-jam untuk bermake-up (berhias) dan jika suaminya mengomentarinya mengenai satu hal maka dia akan membuat hidup suaminya sedih. Itu bukanlah sifat seorang istri yang seharusnya.

Wanita butuh untuk meraih cinta dari suaminya dan menginginkan untuk dapat meraih surga melaui taat pada suaminya. Dia akan memasak untuknya, membersihkan baju-bajunya, menyetrika pakaian-pakaiannya dan menyiapkan makanan. Dia bukanlah seorang budak atau pembantu, akan tetapi ini adalah peran normal dari seorang istri.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda:

"Aku akan informasikan kepadamu tentang wanita ahli surga! (mereka adalah) waduud (penuh kasih sayang dan sayang kepada suami mereka), waluud (subur) dan bermanfaat. Jika dia berpamitan kepadamu maka dia akan mengatakan, "Disini tanganku yang ada dalam tanganmu. Saya tidak bisa tidur hingga kamu senang." (Shohih al-Jaami')

Hadits ini menggambarkan seorang wanita jannah (surga) yang digambarkan sebagai seorang yang tidak akan beranjak tidur (setelah berpamitan kepada suaminya) hingga dia memegang tangannya dan berkata, "Saya akan beranjak tidur hingga kamu ridha terhadapku." Atau hingga dia dimaafkan. Di manakah macam wanita jenis ini sekarang ini? Sekarang, jika suami berpamitan kepada istrinya maka istrinya akan mengatakan kepadanya pergilah ke neraka dan membuat suaminya tidur dalam kebun.

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam menyarankan para pengikut-pengikutnya untuk menikah dengan wanita yang perawan. Konsep ini memberi tekanan bagi seorang wanita agar mempertimbangkan dengan benar masalah perceraian karena dia akan mengetahui bahwa akan sulit baginya untuk menikah lagi.

Inilah salah satu cara bahwa Islam melindungi keluarga; seorang istri tidak bisa lari hanya karena dia tidak memiliki televisi (sebagai contoh) karena dia tahu bahwa perceraian adalah sebuah pantangan dalam pernikahan.

Saat ini jika seorang suami mencoba menasehati disiplin kepada istrinya maka istrinya akan berteriak kepadanya atau berpikir bahwa suaminya mencoba untuk mengontrolnya.

Lebih lanjut jika dia (suaminya) berpamitan kepada istrinya maka dia tidak akan menemaninya karena dia pergi untuk melihat TV dan melihat laki-laki lain yang dia sukai.

Pada masa lalu, seorang ibu menasehati anak perempuannya, "Jadilah sebagai pembantu/hambanya, maka dia akan menjadi hambamu. Jadilah lahannya, dan dia akan menjadi akarmu."

Saya berdoa kepada Allah semoga pelajaran ini dapat memberi pencerahan atas kriteria untuk memilih patner yang baik. Selalu perhatikanlah kebaikan agamanya karena orang yang mengetahui hukum syari'ah maka diapun juga akan mengetahui mana yang halal dan yang haram.

Wallahu'alam bis showab!

Jadikan Dunia Bekal Akhirat

Betapa baiknya dunia ini sebagai tempat tinggal bagi orang yang menjadikannya sebagai bekal untuk akhirat dan menyebabkan Allah Ridha.  Dan betapa buruknya dunia ini sebagai tempat tinggal bagi orang yg terpikat dgnnya sehingga melalaikannya dari akhirat,  dan menyebabkan kelalaiannya dalam mencari ridha Allah. ( Kanzul 'Ummal)

Selasa, 27 Mei 2014

Syair sayyidina Ali R.A. Utk Sayyidah Fatimah R.A

Bismillahirahmannirrahiim
ﺍﺣﺒﻚ ﻣﺜﻠﻤﺎ ﺍﻧﺘﻲ
Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu
ﺍﺣﺒﻚ ﻛﻴﻔﻤﺎ ﻛﻨﺘﻲ
Uhibbuki kaifa maa Kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu
ﻭﻣﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻣﻬﻤﺎ ﺻﺎﺭ
Wa mahmaa kaana mahmaa shooro
Apapun yang terjadi dan selamanya
ﺍﻧﺘﻲ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺍﻧﺘﻲ
Antii habiibatii anti
Engkaulah cintaku
ﺯﻭﺟﺘﻲ
Zaujatii
Duhai istriku
ﺍﻧﺘﻲ ﺣﺒﻴﺒﺘﻰ ﺍﻧﺘﻲ
Antii habiibatii anti
Engkaulah kekasihku
ﺣﻼﻟﻲ ﺍﻧﺖ ﻻ ﺍﺧﺸﻰ ﻋﺰﻭﻻ ﻫﻤﻪ ﻣﻘﺘﻲ
ﻟﻘﺪ ﺍﺫﻥ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﻟﻨﺎ ﺑﻮﺻﻞ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﺒﺘﻲ
Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu
maqti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin
ghoiri
munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli
celaan orang.
Kita satu tujuan untuk selamanya.
ﺳﻘﻴﺖ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻲ ﺑﺤﺴﻦ ﺍﻟﻔﻌﻞ
ﻭﺍﻟﺴﻤﺖ ﻳﻐﻴﺐ
ﺍﻟﺴﻌﺪ ﺇﻥ ﻏﺒﺖ ﻭﻳﺼﻔﻮ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﺇﻥ ﺟﺌﺖ Saqoitil
hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti
yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in
ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan
indahnya perangaimu. Kebahagiaanku lenyap
ketika kamu menghilang lenyap ,
Hidupku menjadi terang ketika kamu disana.
ﻧﻬﺎﺭﻱ ﻛﺎﺩﺡ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻋﺪﺕ ﻟﻠﺒﻴﺖ
ﻟﻘﻴﺘﻚ ﻓﺎﻧﺠﻠﻰ ﻋﻨﻲ ﺿﻨﺎﻯ ﺍﺫﺍ ﻣﺎ ﺗﺒﺴﻤﺖ Nahaarii
kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa
tabassamti
Hari2ku berat sampai aku kembali ke rumah
menjumpaimu.
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu
Tersenyum.
ﺗﻀﻴﻖ ﺑﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﺫﺍ ﺑﻬﺎ ﻳﻮﻣﺎ ﺗﺒﺮﻣﺘﻲ ﻓﺄﺳﻌﻰ ﺟﺎﻫﺪﺍ
ﺣﺘﻰ ﺍﺣﻘﻖ ﻣﺎ ﺗﻤﻨﻴﺘﻲ
Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman
tabarromti
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa
tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka
aku akan berusaha keras untuk hilangkan
rasa sedihmu.."

Minggu, 25 Mei 2014

Ibu Baik

#IBUBAIK MELAHIRKAN GENERASI BAIK

1| Ibu adalah madrasah pertama seorang anak, dan AYAH adalah kepala sekolahnya

2| Hak anak terhadap AYAHnya adalah mendapatkan #ibubaik. Sehingga awal menikah, AYAH bukan sekedar mencari istri namun juga ibu bagi anaknya nanti

3| Rasulullah mengatakan : nikahilah wanita yg subur (walud) dan punya jiwa pengasuhan (wadud). Ini standar dasar mencari #ibubaik untuk anak

4| Keluarga nabi nuh jadi ibrah. Betapapun beliau seorang nabi, tak mampu ajak anaknya kepada jalan Allah. Bermula dari istri yg bukan #ibubaik

5| Sementara keluarga Ibrahim dijadikan Allah sebagai teladan. Ibrahim yg super sibuk melahirkan generasi berkualitas. Bermula dari #ibubaik

6| Seorang Imran yg bukan Nabi pun digelari sbg keluarga terbaik. Tersebab pilihan ia memilih seorang wanita utk jadi #ibubaik bagi anaknya

7| Adalah Hana binti Fakhudz profil #ibubaik yg melahirkan anak wanita baik bernama maryam. Ditinggal mati oleh Imran saat mengandung anaknya

"" Saat hamil, ia jaga lisan dan pikiran dari hal yg dibenci Tuhan. Hingga ia hanya berharap satu hal : anaknya kelak jadi hamba yg taat

9| Tak sedikitpun keluar kalimat buruk dari lisannya saat hamil. Sebab keburukan lisan saat hamil mmpengaruhi kejiwaan anak saat lahir

10| Tak ada pikiran nakal saat anak dalam kandungan. Sebab pikiran jahat saat hamil memberi peluang setan tuk jadi teman anak saat lahir

11| Hana adalah contoh bagaimana seorang #ibubaik hendaklah jaga pikiran, tindakan dan lisannya dari hal buruk saat hamil agar tak pengaruhi jiwa anak

12| Dan usaha hana terbukti. Lahirlah sosok maryam yg Allah pilih sebagai wanita suci. Wanita yg terbaik dan pilihan di masanya

13| Kalaulah saat hamil, hana hanya pikirkan uang, popularitas dan kecantikan untuk bayinya. Bisa jadi, akan lahir anak yg gila dunia

14| Maka sekali lagi, penting bagi ibu yg sedang hamil untuk jaga lisan, pikiran dan tindakannya dari hal-hal yang tidak disukai Allah

15| Tugas AYAH saat ibu hamil adalah menjaga agar apa-apa yg diucap dan dipikirkan oleh istrinya adalah hal yang baik-baik

16| Jika ibu hamil ngidam, maka pastikan bahwa ngidamnya adalah sesuatu yg baik. Misalnya ngidam umroh dan haji. Itu ngidam yg baik ""

17| Ibu hamil jangan ngidam yg aneh-aneh. Semisal ngidam jadi personil JKT48 "". Agar si bayi kelak tidak berbuat yg aneh-aneh saat lahir

18| Termasuk hindari kebiasaan atau tradisi yg bertentangan dengan syariat. Agar anak sejak dalam kandungan benar-benar dididik jadi anak taat

19| Kembali ke profil hana sebagai #ibubaik yg kisahnya diabadikan dalam quran. Beliau lalui proses kehamilan dgn baik hingga anak terlahir ke dunia

20| Anak yg semula diharap lelaki ternyata adalah wanita. Tak muncul protes atau keluh kesah kepada Allah. Yang ada hanyalah rasa syukur

21| Bersyukur kepada Allah terhadap apapun kondisi bayi saat kelahiran adlh adab dan ciri dari #ibubaik. Jangan kotori dengan keluh kesah apalagi umpatan

22| #ibubaik meyakini bahwa setiap bayi yg lahir punya rencana hidup masing-masing yg ditetapkan Allah. Maka tak ada alasan utk berkeluh kesah

23| Pun saat anak telah lahir, hana sbg profil #ibubaik dalam quran juga memikirkan hak anak utk dapat pengasuhan AYAH selepas imran tiada

24| Hana paham bahwa di usia dini seorang anak tidak hanya butuh figur ibu tapi juga AYAH. Agar memiliki karakter tangguh di masa depan

25| Terpilihlah Nabi Zakaria yg masih kerabat sebagai AYAH asuh bagi anaknya maryam. Hana sebagai single parent menitipkan hak asuh kepadanya

26| Sehingga sosok maryam sebagai wanita terbaik di masanya, tak lepas dari peran AYAH mengasuh di masa kecil. Ini jadi perhatian bagi kita

27| #ibubaik tetap memikirkan agar anaknya tetap dapat figur AYAH di masa kecil yg ajarkan kemandirian, keberanian dan ketegasan

28| Status single parent tak jadi alasan utk mengabaikan hak anak terhadap kebutuhannya akan figur AYAH

29| #ibubaik bisa meminta kerabat terdekat untuk menggantikan peran AYAH yg hilang bagi anak di usia dini. Hal ini pula yg dialami oleh Rasulullah

30| Selepas kepergian Abdullah saat Rasulullah dalam kandungan, nilai keayahan tidak terhenti. Beliau segera diasuh oleh kakek dan pamannya

31| Ini jadi pelajaran juga bagi para AYAH yg masih hidup, agar jangan kehilangan momen untuk mengasuh anaknya sedari dini

32| Agar tak muncul generasi ALAY alias Anak kehiLangan AYah. Ada ayah tapi serasa yatim. Ayah tak pernah bermain dengannya di masa kecil

33| Maryam contoh anak yatim yg sukses. Sebab saat lahir ia tak kehilangan figur AYAH. Ada nabi zakaria yg jadi ayah asuhnya

34| Kisah lengkap tentang profil #ibubaik yakni istri imran ini ada di dalam Quran surah ali imran ayat 33 - 41. Sila ditadabburi

35| Semoga makin banyak #ibubaik di negeri ini. Begitu juga ayah baik. Agar muncul generasi berkarakter tangguh di masa depan. Sekian

Subhanallah 

Jumat, 23 Mei 2014

Renungan Jumat

Peliharalah harta hartamu dengan berzakat, dan obatilah penyakit penyakitmu dengan bershodaqoh, dan hadapilah segala gelombang musibah dan penderitaan dgn banyak banyak mendekatkan diri dengan kerendahan diri kpd Allah dgn banyak berdoa kepada Allah ( Al Hadits )

Jumat, 02 Mei 2014

Motivasi Jumat

Jumat Barokah


Jika Allah mencintai seseorang, maka Dia akan mengujinya. Jika ia sabar, Allah akan memilihnya. Jika ia ridho, Allah akan mensucikannya. Wahai pejuang Allah, surga telah menanti. Jika kita rasakan beratnya kaki menapak dan letihnya bersabar, itulah indikasi jawaban dari pertanyaan "mengapa perjuangan itu pahit?" Tentu karena surga itu manis. Janganlah meminta Allah untuk meringankan bebanmu, tapi mintalah Allah untuk menguatkan pundakmu. Dalam kesakitan teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan .. Semoga Istiqamah ! (Ahmad bin Hanbal) Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutanlah yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah, dan jangan pernah menyerah untuk mencoba! Maka janganlah katakan pada Allah. "Aku punya masalah!" Namun katakanlah pada masalah itu, "Aku punya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.                   

Salam Perubahan, UniQ
www.shalatdahsyat.com